Ilustrasi dari Twitter


Ramai, Banser NU (GP Ansor) Jepara Anggap Tulisan Laa Ilaaha Illallah di Topi dan Baju Sebagian Crew UAS sebagai Indikasi HTI

Banser NU alias GP Ansor Jepara Jawa Tengah menganggap safari dakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) ditunggangi HTI. Makanya ditolak di Jepara, dll.

Dalam berita di tv swasta ada wawancara singkat dengan Mujibrurrohman, Ketua PP GP Ansor Korwil Jawa Tengah. Indikasi Road Show Ceramah UAS dianggap Ditunggangi HTI, alasan GP Ansor, karena Ada Bendera Laa ilaaha illallah di Topi dan Baju Sebagian Kru Ustad Abdul Somad. (lihat berita di bawah).

Bahaya cara berfikir gebyah uyah  alias pukul rata, serampangan

Mari kita analisis sejenak.

Kesimpulan seperti itu (UAS dianggap Ditunggangi HTI, alasan GP Ansor, karena Ada Bendera Laa ilaaha illallah di Topi dan Baju Sebagian Kru Ustad Abdul Somad) di Jawa namanya gebyah uyah  alias pukul rata, seperti garam semuanya dianggap pasti asin. Itu jelas cara berfikir serampangan.

Bila mempelajari ilmu tentang aliran-aliran sesat dalam Islam, cara berfikir seperti itu disebut mujmal (pukul rata, serampangan). Ada satu unsur yang dianggap sebagai pertanda, langsung disimpulkan begitu saja. Tidak melihat unsur dan faktor-faktor lainnya secara komplit. Akibatnya, kesimpulannya salah bahkan dapat sesat menyesatkan.

Cara berfikir seperti itu bagai anak TK (taman kanak-kanak) yang melihat kambing makan rumput (ketika menjelang hari raya Idul Adha, si anak TK melihat kambing makan rumput di kandang dekat masjid, misalnya). Lalu semua hewan yang makan rumput disebutnya kambing. Walau teman bapaknya yang datang ke rumah naik kuda, ya disebut naik kambing oleh anak TK ini. Karena dia lihat, kuda itu makan rumput (sebagaimana kambing) ketika kuda itu ditinggal penunggangnya.

Bila cara berfikir serampangan, gebyah uyah, atau pukul rata seperti itu diterapkan mengenai urusan umum, apalagi agama (Islam) dalam hal ini bendera atau tulisan Laa ilaaha illallah, maka akan mengacaukan pemahaman. Karena akan hantam kromo begitu saja, tanpa melihat faktor-faktor secara sempurna, langsung disimpulkan begitu saja. Itu cara-cara orang yang disebut safiih, dungu. Dan itu merupakan salah satu hal yang telah diperingatkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bila dirujukkan kepada Hadits Nabi saw maka gejala buruk ini dikhawatirkan termasuk dalam hadits tentang ruwaibidhah dan lebih celakanya lagi keadaan ini dikhawatirkan termasuk pertanda imarah sufaha’.

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84 ).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

***

Beritanya sebagai berikut.

***

Tanda HTI, Ada Bendera Lailahaillallah Di Topi Dan Baju Kru Ustad Abdul Somad. Ini Kata GP Ansor

ketua PP GP Ansor Jateng, Mujiburrohaman Foto:

Koresponden Koranmerah ( Rabu, 5/9)

Gerakana Pemuda Ansor, Organisasi Sayap Kepemudaan Nahdlatul Ulama menyebutkan ceramah Ustad Abdul Somad ditunggangi oleh kelompok terlarang Hisbuttahrir Indonesia alias HTI.Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Mujibrurrohman, Ketua PP GP Ansor Korwil Jawa Tengah.

“ Bukan hari ini, bukan karena UAS, Ustad Abdul Somad. Tapi ini dilakukan sudah dari priode ke priode, kaderisasi itu selalu menyampaikan pesan bahwa kita wajib menjaga  Nahdlatul Ulama, menjaga kyai NU, menjaga NKRI.” Kata Mujiburrohman dalam wawancara dengan tvone.

Sementara dalam penolakan pengajian di Kabupaten Jepara, Ia menyebutkan Ansor atau Banser NU khawatir ceramah UAS ditunggangi oleh kelompok HTI berdasarkan indikasi dan analisa yang dilakukan oleh Ansor dan Banser NU.

“ Dari sisi atribut yang dipakai oleh krunya.sebelum datang itu ka nada krunya yang menyiapkan itu dari sisi atributnya sudah menggunakan atribut HTI. Ada beberapa orang.ada bendera lailahaillallah muhammadrurasullah di topinya, di bajunya.” Terang Mujiburrohman.

Seperti diketahui, Ustad Somad membatalkan sejumlah agenda pengajian di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyagarta dengan alasan ada ancaman dan intimidasi. Dimana di Jepara, Banser GP Ansor mengeluarkan surat edaran penolakan ceramah UAS di daerah itu.

Sumber : koranmerah.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 4.056 kali, 1 untuk hari ini)