Pihak PWNU Jatim yang Dikabarkan Menyuruh Banser untuk menjaga pabriknya Mr.Lou Hwa di Gresik Jawa Timur itu kini berkilah.

Dengan dijaga oleh Banser, pabrik yang memproduksi sandal merk Glacio berlafadz Allah hingga meresahkan umat Islam itu ternyata tetap berproduksi seperti biasa.

Banser adalah singkatan dari Barisan Ansor Serbaguna. Dalam kasus ini, serbaguna itu tampaknya menjadi “milik” Mr.Lou Hwa yang memproduksi sandal melecehkan Allah dengan mesin dari China.

Inilah beritanya.

***

 Pabrik Pembuat Sandal Penghina Allah di Jaga Banser

Banser000012

GRESIK,– PT Pradipta Perkasa Makmur yang memperoduksi sandal berlafadz Allah yang kini meresahkan umat Islam ternyata tetap berproduksi seperti biasa. Pabrik sandal yang beralamatkan di KM 33,2 Jalan Raya Wringinanom Kecamatan Wringinanom, Gresik Jawa Timur itu kini mendapat penjagaan dari PWNU Jawa Timur dengan menurunkan Barisan Serba Guna (Banser) Ansor Jawa Timur.

Peristiwa sandal berlafadz Allah ini meresahkan umat Islam karena selain dianggap menista Islam juga melecehkan Allah SWT. Karena jika kita memakai sandal itu sama dengan menginjak lafadz Allah.

PWNU Jatim menerjunkan puluhan petugas Banser (barisan Ansor serba guna) untuk menjaga pabrik PT Pradipta Perkasa Makmur, yang hingga Selasa (13/10/2015), pukul 10.00 WIB, tetap beroperasi seperti hari hari biasanya.

Karyawan (buruh) masih terlihat lakukan aktivitas di dalam pabrik. Begitu juga, truk pemuat barang, terlihat keluar- masuk pabrik dengan muatan barang yang ditutupi terpal.

Koordinator Banser Korwil PWNU Jatim, Triyono, mengaku melakukan penjagaan PT Pradipta Perkasa Makmur sejak Senin (12/10), malam. Dia mengaku ditugaskan Ahmad Muzakki, sekretaris PWNU Jatim untuk lakukan penjagaan. “Saya disuruh jaga saja Mas oleh Gus Zaky. Saya tidak bisa komentar lain,” katanya. Seperti dilansir bangsaonline.

Menurut dia, sejak dirinya bersama teman-temannya lakukan penjagaan, aktivitas di pabrik tersebut berjalan seperti biasanya. Sejauh itu, belum ada gerakan atau aksi massa yang lakukan protes terhadap pabrik yang memeroduksi sandal berlafadz Allah itu.

“Tidak ada aksi, aman-aman saja, ” tuturnya. Triyono berharap, Banser Kabupaten Gresik, juga turun untuk membantu lakukan penjagaan.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan. “Saya dan teman teman jaga secara shift (giliran). Saya berharap Banser Gresik juga membantu lakukan penjagaan,” harapnya.

Sementara saat saat dihubingi secara terpisah Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Prof Dr Ahmad Muzaki membantah bahwa dirinya memerintahkan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Jawa Timur menjaga PT Pradipta Perkasa Makmur (PPM), yaitu pabrik yang memproduksi sandal berlafadz Allah yang kini meresahkan umat Islam di Jawa Timur, terutama Gresik.

Menurut dia, yang dimaksud Gus Zaky oleh Banser bukan dirinya, tapi seorang pengusaha. ”Gus Zaki yang dimaksud dalam berita itu bukan saya tapi Gus Zaki pengusaha kopi Surabaya,” kata Ahmad Muzakki. Rabu, (14/11/2015).

(Panjimas.com) RABU, 30 DZULHIJAH 1436H / OCTOBER 14, 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.818 kali, 1 untuk hari ini)