SAS (Said Aqil Siradj) ketua umum NU (Nahdlatul Ulama) diberitakan dengan judul Kang Said: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme.

Isi berita selengkapnya sebagai berkut:

Kang Said: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme.

Kamis, 29/11/2012 08:54

Jakarta, NU Online – “Ideologi Wahabi, satu dua langkah lagi akan menjadi terorisme,” kata KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU dalam sambutan pelepasan peserta pelatihan ‘Dauroh lil Imam wal Muazin’ di aula kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (28/11) siang.

Ajaran Wahabi menurut Kang Said, memang tidak mengajarkan untuk membunuh orang kafir. Tetapi Wahabi mengajarkan pengikutnya memandang orang di luar kelompoknya sebagai orang musyrik yang halal darahnya.

“Meskipun begitu, ajaran Wahabi membuka peluang bagi penganutnya untuk menjadi teroris. Penganut Wahabi yang sedang marah, lalu kalap, dan berkesempatan, akan mengondisikan dirinya menjadi teroris,” tambah Kiai Said.

Hal ini diutarakan Kang Said di hadapan sedikitnya 20 peserta utusan Lembaga Takmir Masjid NU, LTMNU. Mereka adalah pengurus masjid yang direkrut dari sejumlah wilayah dan cabang NU di Indonesia.

Sambutan pelepasan diadakan untuk menampik kekhawatiran bahwa penyusupan ideologi Wahabi diselundupkan dalam pelatihan tersebut. Karena, sebagian peserta pelatihan sempat mempertanyakan kemungkinan penyusupan.

Meski demikian, Kiai Said sempat menyebut sejumlah yayasan keagamaan yang didanai Pemerintah Arab Saudi. “Sebagian pengurus yayasan itu menjadi pelaku teror di sejumlah titik Indonesia yang ditetapkan oleh Kepolisian RI,” tegasnya.

Pelatihan diselenggarakan Pemerintah Arab Saudi di Hotel Kaisar, Duren Tiga, Kalibata, Jakarta Selatan. Pelatihan manajemen kepengurusan masjid dan persoalan muazin dimulai hari ini hingga beberapa hari ke depan.

Pelatihan ‘Dauroh lil Imam wal Muazin’ diikuti oleh semua ormas Islam se-Indonesia. Peserta pelatihan berjumlah 120 orang. Dua puluh dari semua peserta, direkrut dari ormas NU melalui LTMNU.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

***

Berita itu kemudian diberitakan dan disyarah oleh situs syiah dengan judul dan gambar:

KH Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU: Ideologi Wahabi Selangkah Lagi Jadi Terorisme

Posted on November 29, 2012 by syiahali

***

Babak selanjutnya, ada bantahan dari gensyiah.com.

Inilah bantahannya.

***

KANG SAID: IDEOLOGI WAHABI SELANGKAH LAGI JADI TERORISME?!!!

December 7, 2012

CATATAN GENSYIAH :

  1. Berita di nu.or.id “Pelatihan ‘Dauroh lil Imam wal Muazin’diikuti oleh semua ormas Islam se-Indonesia. Peserta pelatihan berjumlah 120 orang. Dua puluh dari semua peserta, direkrut dari ormas NU melalui LTMNU.” Itu Adalah berita yang salah dan menyesatkan. Yang benar “Multaqa Thullab al-Minah al-Mutakharrijin Fi al-Jami’at al-Su’udiyyah” terus ada acara daurah tadribiyyah yang pesertanya adalah para imam, da’I, khathib, para pemimpin lembaga-lembaga Islam lulusan universitas Saudi dari 7 negara: Indonesia, Filipina, Thailand, Cina, Malaysia, Singapura, dan Korea.
  2. Ucapan Kang Said, “Ideologi Wahabi, satu dua langkah lagi akan menjadi terorisme,” adalah jahl, teror dan provokatif. Mustahil Kang Said yang belajar di Saudi secara gratis hingga menjadi doktor itu tidak tahu akidah wahabi, sebab dalam disertasinya dia memuji-muji akidah itu. Kalau ucapannya itu diterapkan untuk dirinya sendiri maka sangat mungkin, sebab dia menjadi seperti sekarang ini adalah setelah lulus dari universitas wahhabi lalu maju selangkah  dua langkah dan terdengar lantang membela syiah dan menteror akidah ahlussunnah pengikut pemahaman salaf shalih sebagai ‘khawarij, pengikut akidah teroris, sebagaimana dalam serial buku Idahram.

Silakan baca lagi serial bantahannya di http://old.gensyiah.com/?s=idahram

  1. Ucapan Kang Said:“Meskipun begitu, ajaran Wahabi membuka peluang bagi penganutnya untuk menjadi teroris. Penganut Wahabi yang sedang marah, lalu kalap, dan berkesempatan, akan mengondisikan dirinya menjadi teroris,”

Ungkapan kang Said itu menunjukkan dada yang penuh dengan kedengkian yang mengalahkan ilmu dan akal sehat. Allah berfirman:

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ

Telah tampak kebencian dari mulut-mulut mereka sedangkan yang disembunyikan dalam dada mereka lebih besar.” (QS. Ali Imran: 118)

  1. Tuduhan Kang Said dan orang syiah bahwa akidah Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab itu teroris, perlu dibantah, karena tuduhan itu jelas fitnah keji yang justru akan merendahkan pengucapnya di mata ulama dan ahli ilmu. Perhatikan gelar Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab yang diberikan oleh Sayyid Muhammad al-Maliki dan cara dakwah beliau yang benar dan bijaksana jauh dari terror. Justru yang terror adalah seperti yang dilakukan Kang Jalal dan syiah.

Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki menggelarinya dengan sebutan “Imam at-tauhid wa Ra`su al-Muwahhidin” (pemimpin tauhid dan kepala orang ahli tauhid) dalam kitabnya Mafahim Yajib an-Tushahhah[1] halaman 202:

“Inilah dia Imam Tauhid dan kepala ahli tauhid mengatakan ucapannya yang benar dengan hikmahnya yang lurus yang karenanya dakwahnya tersebar di tengah-tengah manusia dan thariqatnya kesohor di kalangan orang khusus maupun orang kebanyakan.”

Nah, siapakah yang benar di antara keduanya? Jika Sayyid Muhammad ibn Alwiy al-Maliki benar dalam pernyataannya bahwa Syaikh Muhammad ibn Abdil Wahhab adalah imam tauhid dan kepala ahli tauhid, berarti Said Aqil Siraj –yang memang bukan apa-apa jika dibanding dengan Sayyid Muhammad- adalah “jahil“ dan menfitnah.

Pembaca yang mulia, sebenarnya saya bukan dalang rangka membela Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab–sebab jika dia benar, maka Allah yang akan membelanya– tetapi saya membela kebenaran, sebab cara Kang Said dan syiah dalam menolak wahhabi sangat jauh dari ilmu dan hikmah, jauh dari adil dan inshaf. Coba Anda bandingkan antara Sayyid Muhammad –yang alim dan hatinya bersih saat menulis kalimat-kalimat itu–dengan Kang Said yang berbicara penuh nafsu. Sungguh musibah jika seorang pemimpin membuat pernyataan secara zhalim dan tidak ilmiah serta tidak berbuat nasehat kepada ulama Islam dan umat Islam. Semoga Allah mengampuni siapa saja yang karena ketidaktahuannya membenci ulama dan akidah yang benar.

  1. Adapun pertikaian antara Hanabilah dan Syafi’iyyah Asya’irah tahun 477 maka wajib menyampaikan sejarah dengan benar, tidak sepotong-potong. Karena makomnya singkat maka perlu saya kemukakan bahwa fitnah zaman itu ada awalnya dan ada kelanjutannya.

Pertama, akidah itu satu salafiyyah dari sahabat hingga imam madzhab empat, hingga imam Asy’ari yang mengumumkan diri sebagai Hanbali (pengikut akidah imam Ahmad bin Hanbal).

Tahun 429 H terjadi sengketa antara Ibnu Furok (w. 406) yang menulis kitab Takwil Sifat, dengan al-Qadhi Abu Ya’la (w. 458 H) yang menulis bantahan dengan judul Ibthal Takwilat li Akhbar al-Shifat, yang dituduh oleh Asya’irah sebagai mujassim dan musyabbih.

Tahun 432 kembali terjadi perdebatan seputar bukunya Qadhi Abu Ya’la, kemudian Khalifah al-Qaim Biamrillah (422-467) turun tangan, diadakan majlis debat yang berakhir dengan memenangkan al-Qadhi Abu Ya’la dan ditulislah rekomendasi. Kemudian Khalifah mengeluarkan maklumat mendukung akidah Abu Ya’la al-Fara`.

Pada tahun 445 Asya’irah protes lagi, kholifah turun tangan lagi. Berakhir dengan damai dan sepakat bahwa:

– al-Quran itu kalamullah, bukan ibarat atau hikayat sebagaimana keyakinan Asya’irah.

– Sifat Allah diberlakukan sebagaimana datang dalam al-Qur’an dan sunnah tanpa takwil seperti yang dilakukan Asya’irah.

Sekali lagi, Qadhi Abu Ya’la yang menang.

Tahun 447 kembali terjadi ketegangan dan semakin melibatkan orang awam, sebab sudah masuk masalah fikih seperti qunut subuh dan basmalah keras. Sampai bentrok fisik dan kaum Syafi’iyyah Asya’irah berdiam di rumah tidak keluar ke masjid karena takut dan negara pun tidak bisa mengendalikan.

Tahun 461 terjadi lagi, sebabnya seorang Asy’ariy saat mengajar di masjid Jamik al-Manshur menyindir ahlussunnah dari kaum Hanabilah dan ahli hadits, bahwa katanya ahli hadits itu menyerupakan sifat Allah dengan manusia, maka sebagian ahli hadits menurunkannya dari kursi tapi kemudian kembali lagi, maka mereka mematahkan kursinya.

Ketika khalifah al-Qadir Billah wafat tahun 467 H, maka menteri Saljuki Nizhamul Malik (wafat 485) yang telah menjadi menteri di dinasti Saljuk, dia pengikut madzhab Asy’ari, maka mulai saat itu Syafi’iyyah Asya’irah yang menang karena didukung penguasa.

Tahun 469 terjadi fitnah yang paling buruk yaitu yang disebut dengan fitnah al-Qusyairi di Baghdad, setelah dia menetap di Baghdad membuat majlis mengajarkan madzhab Asy’ariyyah, mengunggulkan Asy’ariyyah dan merendahkan pengikut Imam Ahmad (Hanabilah) dan dikatakan sebagai tajsim dalam aqidah, maka Syaikhul Hanabilah al-Syarif Abu Jakfar (w. 470) tidak terima. Setelah terjadi bentrok antara kedua kubu dengan 20 orang korban meninggal dari kedua kubu, maka redalah fitnah dan negara khilafah turun tangan untuk mendamaikan.

Tokoh-tokoh Asya’irah lalu meninggalkan Baghdad (Abu Ishaq al-Sirazi pergi ke Khurasan). Lalu ulama Asya’irah menulis surat ke Nizhamul Malik meminta agar membasmi Hanabilah dan menjuluki Hanabilah dengan kata-kata yang buruk.

Begitulah sebagian yang terjadi sebenarnya, antara dua kubu ahlussunnah, yang itu menjadi sejarah yang sudah berlalu, dan Alhamdulillah tidak terjadi lagi hal yang seperti itu.

Kami dalam hal ini tidak ikut kubu Qadhi Abu Ya’la maupun Ibnu Furok, tetapi kami mengikuti Imam Abul Hasan al-Asy’ari yang mengatakan ikut Imam Ahmad rahimahumullahu jami’an.

Wahai orang syiah, jangan berharap bisa memfitnah antara kami, ketahuilah akidah syiah sesat menyesatkan berdasarkan kesepakatan semua ulama termasuk ahlihadits dan Asya’irah, karena memang akidah, rukun Islam, rukun iman, dan agama syiah berbeda dengan Islam. oleh karena itu KH. Hasyim al-Asy’ari (pendiri NU) pun menolak Syiah.

Jika Kang Said membelanya, maka itu disebabkan oleh kapasitasnya yang memang jauh, dan sangat jauh di bawah KH. Syekh Hasyim al-Asy’ari rahimahullah! [*] (gensyiah.com). December 7, 2012

(nahimunkar.com).

(Dibaca 5.008 kali, 1 untuk hari ini)