Profesor Quraish Shihab untuk kesekian kalinya mengeluarkan statemen kontroversial yang merusak akidah seorang muslim. Dalam sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta yang terkenal menganut paham liberal, pak Quraish menyatakan: “Tidak benar, saya ulangi, Tidak benar bahwa Nabi Muhammad sudah dapat jaminan surga. Surga itu hak prerogatif Allah.” Bisa anda lihat videonya disini http://www.youtube.com/watch?v=9WFpcWe-rkA .

Pernyataan beliau ini bertentangan dengan dalil-dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah, diantaranya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini

 إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar.” [QS. Al-Kautsar: 1]

Mengenai tafsir surat al-Kautsar, disebutkan dalam hadits

عَنْ أَنَسٍ قَالَ بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ بَيْنَ أَظْهُرِنَا إِذْ أَغْفَى إِغْفَاءَةً ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مُتَبَسِّمًا فَقُلْنَا مَا أَضْحَكَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « أُنْزِلَتْ عَلَىَّ آنِفًا سُورَةٌ ». فَقَرَأَ « بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ) ». ثُمَّ قَالَ « أَتَدْرُونَ مَا الْكَوْثَرُ ». فَقُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « فَإِنَّهُ نَهْرٌ وَعَدَنِيهِ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ هُوَ حَوْضٌ تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُّجُومِ…

dari Sahabat mulia, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun dari tidur sambil tersenyum.

‘Apa yang membuat anda tertawa, wahai Rasulullah?’ tanya kami.

“Baru saja turun kepadaku satu surat.” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat al-Kautsar hingga selesai.

“Tahukah kalian, apa itu al-Kautsar?” tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Hanya Allah dan Rasul-Nya yang tahu.” Jawab kami.

Kemudian beliau bersabda,

“Itu adalah sungai, Allah janjikan untuk diberikan kepadaku di Surga. Jumlah gayungnya sebanyak bintang..” (HR. Muslim 400, Ahmad 11996, Nasai 904, Abu Daud 784, dan yang lainnya).

Ayat dan hadits di atas sangat jelas bahwa beliau dijamin masuk surga. Apa gunanya janji diberi sesuatu di surga, sementara beliau belum dijamin masuk surga.

Adapun hadits yang dibawakan oleh Quraish Shihab yaitu hadits yang terdapat di dalam shahih Muslim: “Tidaklah seorang pun dari kalian yg diselamatkan oleh amalnya. Seseorang bertanya: Demikian juga denganmu, wahai Rasulullah?

Beliau menjawab: Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahkan rahmatNya padaku, tapi tujulah kebenaran.”

Imam An-Nawawi dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim; ketika melihat adanya pertentangan antara dalil dari Al Qur’an dengan hadits diatas maka beliau mengompromikan kedua dalil tersebut  dengan menjelaskan:

Dan dalam kenyataan hadits-hadits ini adalah petunjuk bagi Ahlil Haq, bahwasanya seseorang tidak berhak mendapat pahala dan surga karena amal ibadahnya. Adapun firman Allah Ta’ala: “Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan” (QS. An Nahl: 31) dan “Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan,” (QS. Az Zukhruf: 72) dan seumpama keduanya dari beberapa ayat Al-Qur’an yang menunjukkan bahwasanya amal ibadah itu dapat memasukkan ke dalam surga, maka firman Allah itu tidak bertentangan dengan hadits ini.

Akan tetapi, ayat-ayat itu berarti bahwasanya masuknya seseorang ke dalam surga karena amal ibadahnya, kemudian mendapat taufik untuk melakukan amal ibadah itu dan mendapat hidayah untuk ikhlas dalam ibadah sehingga diterima di sisi Allah, adalah berkat rahmat Allah dan karunia-Nya, maka benar jika masuk surga itu tidak dengan amalan semata.(Kitab Syarah Shahih Muslim).

Para ulama mengatakan bahwa tidak ada pertentangan antara ayat dan hadits yang disebutkan dalam pernyataan Imam An Nawawi diatas, karena surga itu sebenarnya hanya bisa dimasuki dengan rahmat dan kemurahan Allah Ta’ala, bukan karena amalan yang dilakukan oleh seorang hamba. Walaupun amalan itu juga merupakan sebab masuknya surga, namun ia bukanlah satu-satunya sebab dan bukan sebab yang paling utama.

Ada pula yang mengatakan bahwa masuknya seorang hamba ke dalam surga, itu disebabkan karena adanya kemurahan dan rahmat dari Allah Ta’ala. Adapun amalan manusia, ia merupakan penentu kemuliaan dan ketinggian derajatnya di dalam surga. Semakin baik amalannya, semakin tinggilah derajatnya di surga. Ini adalah pendapatnya Sufyan dan yang lainnya sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah Ta’ala di dalam kitabnya Hadil Arwah.

Jadi tidak benar pernyataan Quraish Shihab, yang konon katanya adalah ahli tafsir bahwa Nabi tidak dijamin masuk surga karena seseorang tidaklah masuk surga melainkan dengan rahmat Allah semata, sebab tidak sesuai dengan bunyi nash ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi lainnya.

Yang benar ialah seseorang masuk surga berkat amal ibadahnya dan dengan adanya rahmat Allah serta karunia-Nya; ia diberi taufik untuk beramal dan diberi hidayah agar ia ikhlas dalam beramal.

Ustadz Sufyan Ruray menyatakan terdapat beberapa bahaya besar di balik pendapat sesat Quraish Shihab tersebut, diantaranya:

1) Menimbulkan keraguan terhadap kebenaran janji surga dari Allah untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan bahkan untuk seluruh para Nabi dan Rasul.

2) Perendahan terhadap kehormatan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

3) Pendustaan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan As-Sunnah.

4) Menguatkan tuduhan-tuduhan jelek orang-orang kafir terhadap Islam, karena diantara tuduhan mereka bahwa kaum muslimin belum pasti selamat masuk surga sebab Nabi mereka saja belum pasti masuk surga.

5) Melemahkan iman kaum muslimin terhadap Allah dan Rasul-Nya, juga terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Dan masih banyak dampak jelek lainnya yang dapat muncul akibat pendapat sesat itu, semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kaum muslimin dari berbagai macam kesesatan.(dbs/iz)

Details

Category: Berita

Published on Tuesday, 15 July 2014 12:11

Written by Administrator/ http://koepas.org

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.906 kali, 1 untuk hari ini)