Pasukan Malaysia telah tiba di Arab Saudi, Ahad (10/5/2015), untuk bergabung dengan koalisi Arab mengusir pemberontak Syiah Houthi di Yaman, lapor kantor berita pemerintah Saudi seperti dikutip Worldbulletin.net.

Menurut sumber Worldbulletin, Malaysia menjadi negara ke-12 untuk bergabung dalam koalisi, sepekan setelah Senegal mengumumkan bahwa 2.000 pasukannya akan bergabung dalam koalisi.

Pusat operasi koalisi sedang mempersiapkan rencana untuk partisipasi pasukan Malaysia dan Senegal dan sifat dari tugas yang harus diberikan kepada mereka. Namun belum ada rincian tentang jumlah tentara Malaysia yang telah tiba atau apakah ada gelombang berikutnya yang akan mengikuti.

Sebelumnya, Republik Senegal berkomitmen akan mengirim 2.100 tentara ke Yaman bergabung dengan koalisi Arab Saudi. Pemerintah beralasan pasukan itu dikirim guna membantu Arab Saudi melawan pemberontak Syiah Houthi di Yaman dan membantu kerajaan yang kini dipimpin Raja Salman itu melindungi dua tanah suci.

“Koalisi internasional bertujuan untuk melindungi dan mengamankan tempat-tempat suci Islam, Madinah dan Mekkah,” kata Menteri Luar Negeri Senegal Mankeur Ndiaye, Senin (4/5) lalu.

Mankeur menambahkan, Presiden Senegal telah berkomitmen mengirimkan 2.100 pasukan untuk bergerak membantu Arab Saudi. Bagi Senegal, Arab Saudi adalah teman. Sementara tindakan pemberontak Syiah Houthi di Yaman merupakan ancaman terhadap tanah suci.

Namun, rencana itu ditolak oleh oposisi Republik Senegal. Oposisi beralasan, saat ini tanah suci Makkah dan Madinah tidak terancam. Wilayah Arab Saudi juga belum terancam.

“Arab Saudi tidak terancam, tanah suci Islam juga tidak terancam, tidak ada yang dapat membenarkan pengiriman militer Senegal,” kata Modou Diagne, salah seorang politisi oposisi. [Ibnu K/bersamadakwah]

(Dibaca 31.898 kali, 1 untuk hari ini)