Ferry Mursyidan Baldan, Direktur Relawan Prabowo-Sandi. @iSTIMEWA


SUARANASIONAL.ID – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar nonton bareng (nobar) debat Pemilihan Presiden 2014. Hal itu untuk menyaksikan ulang janji janji Jokowi saat kampanye lima tahun lalu yang sampai sekarang tidak terealisasi.

Direktur Relawan Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan yang juga mantan menteri Jokowi dalam sambutannya bernyanyi salam dua jari sambil mengingat janji Jokowi saat kampanye 2014 silam. Menurut Ferry, masih banyak janji rezim ini yang tidak terealisasi.

“Saya kira ada sebuah pengabaian yang kemudian memperlihatkan bahwa negeri ini dibiarkan punya masalah yang sedemikian rupa, dan tanpa ada penanganan dari pemerintah. Ini saya punya lagu, masih inget kan lagu salam dua jari? Salam dua jari, jangan lagi pilih Jokowi,” kata Ferry sambil mengacungkan dua jari di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/1).

Apa yang dikatakan Ferry tersebut beralasan, karena dia pernah menjadi pembantu Jokowi dalam pemerintahan, bahkan pernah menjadi tim pemenangannya.

“Cukup sekali aku merasa,” sindir Ferry.

Dalam video tayangan debat 2014 secara utuh, di antaranya Jokowi berjanji tidak akan impor dan tidak menaikkan harga BBM, namun nyatanya justru sebaliknya.

Bahkan, beberapa perwakilan relawan yang didominasi emak-emak di lokasi nobar menyindir janji yang tidak ditepati itu.

“Bohong itu! Buktinya mana? Nggak ada!” teriak emak-emak kompak. Dilansir Indonesiaraya.*/suaranasional.id

***

Pengamat: Ingkar Janji, Menyulitkan Jokowi di Pilpres 2019

Posted on 14 Agustus 2018 – by Nahimunkar.com

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (IST)

Joko Widodo (Jokowi) yang ingkar janji seperti belum menepati membeli Indosat, penegakan hukum maupun peningkatan pertumbuhan sangat menyulitkan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019,

Demikian dikatakan pengamat politik Achsin Ibnu Maksum dalam pernyataan kepada suaranasional, Selasa (14/8). “Isu banyak janji Jokowi yang tidak ditepati menjadi modal kelompok oposisi untuk menyerang kubu Jokowi,” kata Achsin.

Kata Achsin, Jokowi akan mendapatkan serangan kubu oposisi dalam penegakan hukum. “Kasus suap adik ipar yang tidak diproses hukum, begitu pula kasus Novel Baswedan,” paparnya.

Achsin mengatakan, keberadaan KH Ma’ruf Amin sangat membantu Jokowi di Pilpres 2019. “Jaringan NU di seluruh Indonesia bisa dipastikan mendukung JOkowi-KH Ma’ruf Amin,” paparnya.

Menurut Achsin, kubu Prabowo-Sandiaga harus bekerja keras dalam menghadapi Jokowi-KH Ma’ruf Amin khususnya di desa-desa. “Di desa-desa Jokowi-KH Ma’ruf cukup kuat,” pungkasnya.

Sumber: suaranasional.com / Ibnu Maksum

***

Laknat Allah atas Orang yang Tidak Menepati Janji

by Nahimunkar.com, 8 Agustus 2018

Ilustrasi/ foto infoindonesiakita.com

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alahi wa sallam bersabda,

مَنْ أَخْفَرَ مُسْلِمًا ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ، لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلا عَدْلٌ  ( رواه البخاري، رقم 1870 و مسلم، رقم  1370)

“Barangsiapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan.” (HR. Bukhari, 1870 dan Muslim, 1370)

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma dari Rasulullah sallallahu’alaihi wa salam bersabda,

إِنَّ الْغَادِرَ يَنْصِبُ اللَّهُ لَهُ لِوَاءً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُقَالُ أَلَا هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانٍ (رواه البخاري، رقم 6178، و مسلم، رقم 1735)

“Sungguh, Allah akan tancapkan bendera bagi orang yang berkhianat di hari kiamat. Lalu dikatakan: ‘Ketahuilah ini adalah pengkhianatan si fulan.” (HR. Bukhari, no. 6178, dan Muslim, no. 1735)

***

160964: BALASAN MEMENUHI JANJI DAN BAHAYA MELANGGARNYA

Apa balasan memenuhi janji dan apa balasan melanggarnya?

Published Date: 2011-12-14

Alhamdulillah

Pertama,

Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi sallallahu’alaihi wa sallam telah menunjukkan akan kewajiban memenuhi janji dan sumpah setia. Serta menjelaskan buruknya orang yang melanggarnya atau tidak menepatinya. Terkadang tidak menepati (janji dan sumpa setia) mengarah kepada kekafiran. Sebagaimana terjadi pada Bani Israil dan lainnya. Ketika mereka melanggar janji dan sumpah setia dengan Tuhannya. Mereka meninggalkan janji Allah berupa keimanan, mengikuti para Rasul-Nya.

Allah berfirman,

{وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا } [الإسراء: 34]

“Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.’ SQ. Al-Isra’: 34.

{ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا} [الأنعام: 152]

‘dan penuhilah janji Allah.’” (QS. Al-An’am: 152)

Dan Allah berfirman ketika menyanjung para hamba-Nya orang-orang mukmin,

{الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنْقُضُونَ الْمِيثَاقَ} [الرعد: 20]

(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.” (QS Ar-Ra’du: 20)

Nash-nash dalam Kitab dan Sunnah banyak dan jelas petunjuknya akan kewajiban memenuhi (janji)    dan haramnya melanggar dan berkhianat. Semua ayat yang ada lafaz janji dan sumpah setia menunjukkan hal itu baik secara tekstual maupun pemahaman. Dan perilaku Nabi sallallahu’alaihi wa sallam dan para shahabatnya adalah bukti nyata dalam realisasinya.

Kedua,

Allah menyebutkan manfaat besar di dunia dan akhirat jika seseorang memenuhi janjinya, disamping manfaat nyata bagi  kebaikan masyarakat yang berkesinambungan. Di antara manfaat tersebut adalah,

  • Dalam Al-Quran disebutkan bahwa memenuhi janji termasuk sifat orang-orang bertakwa sekaligus sebab utama dalam menggapai ketakwaan.

Allah Ta’ala berfirman,

{بَلَى مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ} [آل عمران: 76]

(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.’ (QS. Ali Imran: 76)

  • Menepati janji termasuk sebab mendatangkan keamanan di dunia dan menghindari pertumpahan darah, melindungi hak para hamba, baik yang muslim maupun kafir. Sebagaimana firmanTa’ala

وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (سورة  الأنفال: 72)

“(Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Anfal: 72)

  • Dapat menghapus kesalahan dan memasukkan ke surga. Sebagaimana yang kita dapatkan dalam Firman-Nya,

{ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ} [البقرة: 40]

Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 40)

 Ibnu Jarir rahimahullah berkomentar, “Janji (Allah) kepada mereka, kalau mereka melakukan hal itu, maka (Allah) akan memasukkan mereka ke surga.”

Di surat Al-Maidah, Allah Subahanhu wa ta’ala menyebutkan bahwa Dia telah mengambil janji kuat kepada Bani Israil, kemudian disebutkan balasan janji kuat beserta balasannya. Dalam Firman-Nya,

{لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ } [المائدة: 12]

“Sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. (QS. Al-Maidah: 12)

Dan atsar lainnya yang dengan jelas (menyebutkan hal itu) bagi setiap orang yang mentadaburi Kitabullah dan merenungi sunnah Rasulullah, baik dalam perkataan maupun amalnya.

Ayat-ayat dan hadits-hadits dalam bab ini banyak, kami nasehatkan merujuk kitab ‘Riyadus Sholihin’ karangan Imam Nawawi rahimahullah. Dan kitab ‘At-Targhib Wa At-Tarhib’ karangan Imam Mundziri rahimahullah

Ketiga,

Pengkhianatan adalah lawan kata dari amanah dan memenuhi (janji). Kalau amanah dan memenuhi janji termasuk karakter keimanan dan ketakwaan, maka khianat dan melanggar (janji) termasuk karakter kenifakan dan kedurhakaan. Na’uzubillah.

Dari Abdullah bin Amr radhiallahu’anhuma, dia berkata, Rasulullah sallallahu’alahi wa sallam bersabda:

أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَلَّةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَلَّةٌ مِنْ نِفَاقٍ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ ، وَإِنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ  ( رواه البخاري، رقم 3178 و مسلم، رقم 58)

“Empat (prilaku) kalau seseorang ada padanya, maka dia termasuk benar-benar orang munafik. Kalau berbicara berdusta, jika berjanji tidak menepati, jika bersumpah khianat, jika bertikai, melampau batas. Barangsiapa yang terdapat salah satu dari sifat tersebut, maka dia memiliki sifat kemunafikan sampai  dia meninggalkannya.” (HR. Bukhari, 3178 dan Muslim, 58)

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alahi wa sallam bersabda,

مَنْ أَخْفَرَ مُسْلِمًا ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ، لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلا عَدْلٌ  ( رواه البخاري، رقم 1870 و مسلم، رقم  1370)

“Barangsiapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan.” (HR. Bukhari, 1870 dan Muslim, 1370)

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma dari Rasulullah sallallahu’alaihi wa salam bersabda,

إِنَّ الْغَادِرَ يَنْصِبُ اللَّهُ لَهُ لِوَاءً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُقَالُ أَلَا هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانٍ (رواه البخاري، رقم 6178، و مسلم، رقم 1735)

“Sungguh, Allah akan tancapkan bendera bagi orang yang berkhianat di hari kiamat. Lalu dikatakan: ‘Ketahuilah ini adalah pengkhianatan si fulan.” (HR. Bukhari, no. 6178, dan Muslim, no. 1735)

Kita memohon kepada Allah agar senantiasa dijadikan orang-orang yang menepati janji dan sumpah setia. Serta kita berlindung dari pengkhianatan dan melanggar janji. Semoga kita juga mendapatkan taufik agar baik dalam perkataan dan perbuatan. Segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh alam. Silahkan merujuk kitab Al-‘Ahdu Wal Mitsaq Fil Al-Qur’an Al-Karim, karangang Prof. DR. Nasir Sulaiman Al-Umar.

Sumber : islamqa.info/id/160964

(nahimunkar.org)

(Dibaca 205 kali, 1 untuk hari ini)