Foto: Okezone


JAKARTA – Setelah Ramayana dan Matahari, kini PT Mitra Adiperkasa (MAP) berencana untuk menutup tiga gerai Lotus pada 31 Oktober 2017. Ketiga gerai tersebut meliputi gerai Lotus Thamrin, Jakarta Pusat, Cibubur Plaza dan Grand Galaxy, Bekasi.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja turut angkat bicara. Menurutnya, banyak tutupnya ritel dikarenakan adanya pelemahan daya beli masyarakat.

“Jadi begini daya beli masyarakat turun, penjualan secara online memang mempengaruhi toko ritel offline, mulai dari toko elektronik, fashion, sepatu, kosmetik dan industri tertentu sangat terganggu, semuanya migrasi ke online karena cost bisa lebih murah,” ujarnya dalam paparan kinerja kuartall III Bank BCA di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Banyaknya toko online baik perusahaan maupun perorangan yang menggunakan jaringan media sosial ternyata mempengaruhi volume belanja pengunjung pusat perbelanjaan. Hal ini juga dinilai turut mempengaruhi permintaan kredit ke sektor perbankan.

Tak hanya itu, penurunan itu juga berpengaruh terhadap produsen-produsen dalam negeri. Karena kebanyakan perusahaan online lebih memilih mengambil barang dari luar negeri.

Dirinya mencatat hampir 90% market place barang yang dijual adalah barang import. Hanya sekitar 6,6% yang barangnya lokal.

“Beberapa toko di mall sepi, banyak yang ramai mencari makanan tapi yang belanja jarang. Nah ini pengaruh juga, mereka kan ada produsennya, kalau penjualan melemah ya produksi terpengaruh juga,” ucap Jahja.

“Hal tersebut karena barang import memiliki harga yang bersaing jika dibandingkan dengan produksi sendiri di dalam negeri,” imbuhnya.

(rzk)*/ economy.okezone.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.135 kali, 1 untuk hari ini)