Foto: @ReasahAlHarmain


Tentang rezeki, kata Allah banyak yang tidak bersyukur. Dan ini nyata.

Penyakit hati (kurang bersyukur) ini bisa diobati jika sering-sering mengingat hadits Nabi yang berbunyi,

أنظروا إلى من هو أسفل منكم فهو أجدر ألا تزدروا نعمة الله عليكم

“Lihatlah yang di bawah kalian, karena itu sangat bisa membuat kalian untuk tidak meremehkan nikmat Allah.”

Lalu yakin bahwa rezki itu ditugaskan oleh Allah untuk mencari kita. Bukan sebaliknya. Karena jika bagian rezki untuk kita sudah habis, pasti kita mati. Jika Anda masih bisa membaca status ini berarti rezki Allah masih bertugas mencari Anda dan akan terus mengalir sampai ajal yang datang menjemput.

Dan memang ternyata tujuan hidup ini bukan untuk mengumpulkan dan memperbanyak harta di dunia. Tapi mengumpulkan dan memperbanyak harta di akhirat.

Allah azza wa jalla berfirman,

(وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَاَ)

“Dan kejarlah apa yang telah Allah siapkan untuk kamu berupa kampung akhirat. Dan jangan lupa bagianmu dari dunia ini.” (QS. Al-Qashash: 77)

Allah menyebut akhirat yang pertama, kalau yang pertama sudah bagus, barulah diingatkan agar jangan lupa bagiannya di dunia.

Sebagai contoh kecil investasi akhirat, 1 istana bisa dibangunkan untuk kita di surga jika melaksanakan shalat sunnah muakkadah sebelum/sesudah shalat 5 waktu sebanyak 12 rakaat sehari.

Dan jangan dikira istana surga seperti apa megah dan keindahannya, kata Nabi sandal penduduk surga saja lebih bagus dari dunia dan seisinya.

Kemudian mari merubah istilah, “mencari rezki” dengan “menjemput rezki.”

Rezki ini perlu dijemput dengan cara halal agar keluarga tidak tersia-siakan, harga diri dan kehormatan terjaga serta ibadah untuk investasi kita ke akhirat bisa fokus.

Banyak yang tidak fokus menuju akhirat, karena malas dan tidak semangat menjemput rezki.

Berikutnya, mari mengingat lagi, bahwa rezki melimpah yang diberikan kepada orang-orang yang selalu bermaksiat bahkan orang kafir adalah isti’jal semata. Yakni, bagiannya disegerakan di dunia.

Tentang kehidupan mewah dan glamournya orang-orang kafir Allah ingatkan,

(مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ)

“Harta yang sedikit, dan tempat mereka adalah jahannam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.”(QS. Ali Imran: 197)

Di ayat berikutnya Ali Imran 198, Allah sebutkan,

(لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ)

“Tapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka, bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. (Hal itu) adalah dari Allah. Dan apa yang disisi Allah itulah yang terindah bagi orang-orang yang baik.”

Via FB Muhammad Istiqamah

(nahimunkar.com)