Jangan mengartikan banyaknya orang Barat masuk Islam hingga terbukti begitu banyaknya jama’ah shalat ‘iidul fithri di Inggris itu adalah tanda qiyamat tentang matahari terbit dari barat. Karena resikonya, kalau dianggap itu adalah makna dari hadits tentang tanda qiyamat matahari terbit dari barat, maka iman dan taubat kini sudah tidak diterima lagi. Padahal taubat senantiasa diterima sampai (batas) terbitnya matahari dari barat. Jadi matahari terbit dari barat jangan diartikan gejala banyaknya orang barat masuk Islam. Bahkan resikonya pula, orang masuk Islam pun keimanannya sudah tidak diterima lagi, kalau itu diartikan bahwa matahari sudah terbit dari barat.

Inilah atsar dan hadits serta keterangannya:

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-Thabari pula dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, beliau berkata:

اَلتَّوْبَةُ مَبْسُوْطَةٌ مَالَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا.

“Taubat itu dibentangkan selama matahari belum terbit dari barat.” [10]

Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Musa Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَـى يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا.

Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang melakukan kejelekan pada siang hari, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang melakukan kejelekan pada malam hari hingga matahari terbit dari barat.’”[11]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan puncak (akhir) dari penerimaan taubat adalah terbitnya matahari dari barat.

Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan beberapa hadits juga atsar yang menunjukkan terkuncinya pintu taubat (setelah terbitnya matahari dari barat) berlangsung sampai datangnya hari Kiamat, kemudian beliau berkata, “Atsar-atsar ini saling memperkuat satu sama lainnya dan sepakat bahwa jika matahari telah terbit dari barat, maka terkuncilah pintu taubat dan tidak akan pernah dibuka setelah itu, dan sesungguhnya hal itu tidak khusus pada hari kemunculannya dari barat, bahkan berlangsung sampai hari Kiamat.”[12]

[10]. Tafsiir ath-Thabari (VIII/101).
Ibnu Hajar berkata, “Sanadnya jayyid,” Fat-hul Baari (XI/355).
[11]. Shahiih Muslim, kitab at-Taubah, bab Qabuulut Taubah minadz Dzunuub wa in Takarraratidz Dzunuub wat Taubah (XVII/76, Syarh an-Nawawi).
[12]. Fat-hul Baari (XI/354-355).

Sumber: almanhaj.or.id

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.033 kali, 1 untuk hari ini)