Rabu, 11/02/2015 09:53:48

Yogya (SI Online) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan strateginya dalam menutup lokalisasi (pelacuran) di wilayahnya. Abdullah dinilai berhasil dalam menghapuskan keberadaan lokalisasi di kabupaten tersebut. Tak tanggung-tanggung, sepanjang tahun 2014 setidaknya 14 tempat prostitusi berhasil ditutup.

Abdullah mengaku strategi yang ia gunakan untuk menutup lokalisasi di wilayahnya dengan memasang CCTV di seluruh lokalisasi prostitusi.

“Saya pasang CCTV saja, jika laki-laki tersebut terlihat kan pasti malu. Lokalisasi jadi sepi dan lama-lama ditutup,” ungkapnya usai rapat pleno sosial budaya dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VI di Hotel Inna Garuda Yogyakarta, Selasa (10/02/2015), seperti dikutip Kedaulatan Rakyat Online.

Selain pemasangan CCTV, penerapan Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang juga menjadi salah faktor satu keberhasilan Pemkab Banyuwangi memberantas prostitusi.

“Kami tegakkan Perda Tata Kota yaitu mengembalikan fungsi rumah tinggal sehingga tidak disalahgunakan untuk ruang maksiat dan lain sebagainya. Hal tersebut terbukti efektif hingga sekarang,” lanjutnya.

Tak hanya itu saja, pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga memantapkan diri untuk tidak mengizinkan tempat-tempat karaoke yang juga rawan disalahgunakan. Selain itu, di kawasan wisata alam yang dimiliki oleh Kabupaten Banyuwangi seperti Kawah Ijen diterapkan pembangunan hotel dengan kelas minimal bintang tiga.

“Nah, hal itu selain untuk menaikkan nilai pariwisata Kawah Ijen dengan blue firenya yang hanya dua di dunia, secara tidak langsung juga mengurangi penyalahgunaan hotel kelas melati untuk hal-hal yang tidak baik,” pungkas bupati yang menggagas wi-fi untuk pondok pesantren tersebut.

red: abu faza
sumber: Kedaulatan Rakyat Online

(nahimunkar.com)