GebrakNews – Narkotika jelas sangat berbahaya bila dikonsumsi. Banyak dampak yang akan ditimbulkan dari barang haram tersebut, apalagi bila menjerat anak usia dini.

Kepala BNN Provinsi Jabar, Brigjen Pol Anang mengatakan beberapa tahun tahun terakhir pihaknya menemukan beberapa kasus yang menjerat anak yang masih produktif dan bersekolah.

Temuan itu diperoleh hampir di seluruh daerah di Jabar. Tidak hanya anak usia remaja seperti SMA dan SMP, namun pelajar SD beberapa kali ditemukan mengonsumsi narkoba jenis ganja.

“Ya, berdasarkan pantauan dan temuan, sudah ada anak usia 10 tahun yang menggunakan ganja. Anak-anak SD di banyak tempat, termasuk di Kota Bandung. Tapi mereka awalnya tidak menyadari, karena ganja itu dalam bentuk lain,” kata Anang saat ditemui di Bandung, Selasa (19/8/2014).

Bentuk lain tersebut, rinci Anang, para pengedar mulai membuat permen dengan kandungan ganja di dalamnya. Namun permen jenis ini tidak dijual di pasaran dan hanya dijual terbatas.

“Permen ini sengaja dibuat oleh sindikat agar memberi efek ketagihan. Tapi sudah banyak pelaku modus itu yang ditangkap,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Anang mengimbau para orang tua agar meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pengarahan berupa pengetahuan kepada anaknya agar tidak mudah membeli sesuatu dari orang yang tidak dikenal.

“Kami sendiri terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah SD hingga perguruan tinggi. Kami berikan pemahaman agar anak-anak ini tidak menggunakan narkotika,” pungkas Anang. (Gbrak News on Rabu, 20 Agustus 2014 | 08.36)

***

Lagi, Petugas Temukan 36 Kg Ganja

GebrakNews – Satu persatu ruangan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan sejumlah tempat yang dicurigai di lingkungan kampus Universitas Nasional (Unas) kembali digeledah tim Badan Narkotika Nasional (BNN), siang tadi. Satu tas ransel berisi 3,6 kilogram ganja kering berhasil ditemukan di gudang perpustakaan.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Selasa (19/8/2014), selain itu beberapa paket ganja beserta alat timbang dan botol-botol yang diduga akan digunakan sebagai bom molotov juga ditemukan di ruang UKM.

Seorang pria yang dicurigai sebagai pemilik ganja langsung diamankan polisi setelah sepeda motornya digeledah. Dalam penggeledahan ini, tim gabungan juga menerjunkan 2 ekor anjing pelacak untuk memaksimalkan penyisiran.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan juga telah menggerebek kampus Unas terkait peredaran narkoba, 13-14 Agustus lalu. Dalam penggerebekan itu, polisi berhasil menyita 5 kilogram paket ganja, alat hisap sabu, serta sejumlah senjata tajam dan bom molotov.

Terkait penemuan tersebut, polisi tengah memburu 4 orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di dalam kampus. (Gbrak News on Rabu, 20 Agustus 2014 | 08.38)

***

Ulama yang pertama kali mengeluarkan fatwa haram ganja adalam Imam Al Muzani, murid Imam Asy Syafi’i. Beliau mengeluarkan fatwa haram atas ganja dikarenakan banyaknya konsumsi ganja di Iraq yang saat itu banyak membuat orang kehilangan kesadarannya.
Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitabnya, Fathul Bari, mengatakan, “Hukumnya haram berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang berbunyi: ‘Setiap yang memabukkan hukumnya haram.’”
Dalam Az Zawajir `an Iqtiraf Al Kabair beliau juga mengutip ijma’ kaum Muslimin tentang haramnya ganja dengan dengan berkata, “Barangsiapa yang menghalalkannya, niscaya dia telah kafir.”

Imam Adz Dzahabi dalam Al Kabair mengatakan, “Candu yang diolah dari daun rami atau daun ganja hukumnya haram sebagaimana minuman keras. Pemakainya berhak mendapatkan hukuman sebagaimana peminum khomer, dan dia lebih busuk daripada minuman keras.”

Berikut fatwa-fatwa ulama lainnya seputar keharaman ganja.
1. Fatwa dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata ketika menjawab pertanyaan hukum ganja yang diajukan kepadanya, ”Penggunaan ganja kering hukumnya haram, baik memabukkan ataupun tidak. Adapun yang memabukkan, hukumnya haram berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. barangsiapa yang menggunakannya dengan anggapan barang itu halal, maka dia harus di minta bertobat. Bila dia menolak untuk bertaubat, maka dia boleh dihukum mati sebagai orang murtad. Tidak perlu disholatkan jenazahnya dan tidak dikuburkan di pemakaman kaum muslimin. dalam tempat lain, beliau berjata : Ganja lebih layak diharamkan daripada minuman keras karena bahaya yang ditimbulkan akibat penggunakannya lebih besar daripada minuman keras. (litab Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 34/210).
2. Fatwa Al-Hafidz Adz-Dzahabi
Al-Hafidz Adz-Dzahabi berkata : candu yang diolah dari daun rami atau daun ganja hukumnya haram sebagaimana minuman keras. Pemakainya berhak mendapatkan hukuman sebagaimana peminum khomer, dan dia lebih busuk daripada minuman keras. (kitab Al-Kabair 36/ 224 karya Adz-Dzahabi).
3. Fatwa Ibnu Hajar Al-Asqalani
Ibnu Hajar Al-Asqalani menukil ijma`(kesepakatan alim ulama)tentang haramnya ganja dengan dengan berkata : barangsiapa yang menghalalkannya, niscaya dia telah kafir. (kitab Az- Zawajir `an Iqtiraf al-abair 1/213). Dan dalam kitab Fathul bari, beliau berkata : Hukumnya haram berdasarkan hadist Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi : setiap yang memabukkan hukumnya haram.
4. Fatwa Ibnul Qoyyim
Ibnul Qoyyim berkata : Sesungguhnya setiap yang membabukkan masuk ke dalam kategori khomer, baik berupa cairan maupun padat, yang diperas maupun yang dimasak. Termasuk di dalamnya yang dikonsumsi orang-orang fasik dan pendosa, yaitu ganja (dan yang sejenis itu, pent), seluruhnya termasuk khomer yang diharamkan secara jelas berdasarkan hadist shohih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam yang tiada cacat pada sannadnya, setiap yang memabukkan hukumnya haram.”…. sekalipun ganja tidak termasuk dalam sabda Nabi Shallahu alaihi wasakkam, tetapi dia tetap haram berdasarkan qias(analogi)yang menyamaratakan seluruh perkara yang memabukkan karena illat.(alasan hukum)yang sama.(lihat kitab Zaadul Ma`ad fi Hadyi ` ibaad, 5/ 747, dan kitab Al-Mukh adirat Al-Aqiqir an-Nafsiyah, hal : 18-20).
5. Fatwa Imam Al-Bahutti
Imam Al-Bahutti berkata : tidak diperbolekan mengkonsumsikan ganja yang memabukkan.(kitab Kasysyaf al-Qanna 5/102, karya Al-Bahutti
6. Fatwa Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh
Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh menukil ucapan Ibnu Hajar Al-Haitsami mengenai kesepakatan empat imam madzhab sebagai berikut : dari keterangan di atas jelaslah bahwa ganja hukumnya haram menurut empat imam madzhab. Ulama syafi`iyah, Malikiiah dan Hanabilah mengharamkannya berdasarkan dalil-dalil secara eksplisit. Sementara hanafiyahmengharamkannya berdasarkan dalil-dalil secara implisit. (kitab kumpulan fatwa dan Risalah Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Syaikh 12/102).

(BR/nahimunkar.com)

(Dibaca 490 kali, 1 untuk hari ini)