Bareskrim Polri (Foto: Ilustrasi)


JAKARTA – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan saksi terkait dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Tadi udah ada delapan orang yang kita periksa. Dari delapan, kita coba analisa, bandingkan keterangan dengan keterangan, persesuaian untuk memberikan satu gambaran situasinya seperti apa, ceritanya gimana,” kata Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto, di Gedung Bhayangkari Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2016).

Ari menjelaskan, dari hasil pemeriksaan saksi tersebut akan dibandingkan dengan hasil video saat Ahok melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu dan melakukan dugaan penistaan agama.

“Kita bandingkan hasil video yang kita ambil dari dinas (Pemprov DKI). Kita putar, sementara (video) masih diperiksa forensik untuk diambil secara teknis,” katanya.

Selanjutnya, hasil pemeriksaan forensik terhadap video tersebut akan diperlihatkan kepada ahli bahasa Indonesia untuk ditafsir. Selain itu juga akan dimintai keterangan dari ahli pidana apakah ada unsur pidananya atau tidak.

“Jadi, sekarang baru sampai analisa dari keterangan-keterangan (saksi). Minggu ini pasti ada langkah lanjut pemeriksaan saksi lain. Jadi masih lidik (status laporan),” katanya.

Adapun delapan orang yang diperiksa tersebut antara lain mereka yang ada di tempat kejadian saat Ahok melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. “Orang yang ada di tempat kejadian, dari dinas, orang sekitar, masyarakat biasa. Kita minta keterangan perwakilan,” ungkapnya.

Sekadar informasi, Ahok dilaporkan atas delapan laporan polisi terkait dugaan penistaan agama karena menggunakan kata-kata “dibodohi” dan “dibohongi” Surat Al Maidah Ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Empat laporan di Bareskrim Polri, tiga laporan di Polda Metro Jaya, dan satu laporan di Polda Sumsel. Semua laporan dijadikan satu dan ditangani Bareskrim Polri. (Ari)

Sumber: okezone.comRabu, 19 Oktober 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.459 kali, 1 untuk hari ini)