Al-Wala’ wal-Bara’ Loyalitas dan Antiloyalitas Dalam Islam. Penulis : Muhammad bin Sa’id Al-Qahthani.

Nasib Ummat Islam Indonesia, baru saja penyebar kesesatan ditugasi untuk membantu menyelesaikan masalah agama di Indonesia, ternyata justru langsung 9 buku Islam dilarang dijual di toko-toko buku.

Di antara buku yang dilarang itu adalah terjemahan kitab Al-wala’ wal bara’ fil Islam tulisan Syaikh Muhammad bin Sa’id Al-Qahthani. Padahal justru Ummat Islam ini (lebih-lebih di saat keyakinan sudah campur aduk seperti sekarang ini) mestinya dibimbing untuk meluruskan keimanannya dengan cara memiliki ilmu tentang wala’ dan bara’. Yaitu kepada siapa harus setia (loyal) dan kepada siapa tidak boleh loyal. Karena ketika tidak jelas wala’ dan bara’nya, maka akan bisa rusak imannya. Namun rupanya justru pihak penyesat tidak rela dengan ajaran yang termasuk sangat penting dalam Islam itu, sehingga yang terjadi adalah langkah-langkah yang menghalangi ke arah benarnya keimanan.

Kenapa demikian?

Kenyataan lah yang menjawabnya, yakni lisaanul haal afshahu min lisaanil maqaal, kenyataan yang ada lebih jelas dibanding kata-kata.

Inilah beritanya:

***

Inilah 9 Judul Buku Dilarang Beredar di Toko Buku

KARIMUN – Pengelola dan pengunjung sejumlah toko-toko buku di Tanjungbalai Karimun, Rabu (19/10/2011) sekitar pukul 14:30 WIB dibuat kaget dengan kedatangan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, Hanjaya Candra SH beserta beberapa orang anggotanya. Hanjaya dan orang-orangnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait peredaran 9 judul buku terlarang di toko-toko buku tersebut.

Sidak tersebut diantaranya dilakukan di Toko Buku Salemba depan kantor Imigrasi, Kolong, TB Bintaro samping Swalayan Indo A Yani, Jack Agency depan BNI, TB Al Kautsar Pasar Sri Karimun.

Hanjaya Candra SH, Kasi Intel Kejari Tanjungbalai Karimun kepada wartawan mengatakan ada 9 judul buku yang dicekal peredarannya di Indonesia termasuk di Kabupaten Karimun oleh Jaksa Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung RI. Hal itu dikarenakan isi buku tersebut dinilai beraliran kerasa dan menyimpang dari ajaran agama tertentu. Selain itu, buku tersebut dikhawatirkan akan cendrung menciptakan bentuk-bentuk pemikiran terorisme bagi pembacanya.

“Ke sembilan judul buku tersebut dikhawatirkan membuat pembacanya terprovokasi mengikuti teori-teori yang dipaparkan,” kata Hanjaya Candra usai sidak.

Daftar Buku Dalam Pengawasan Kejari:

  1. Tafsir Fi Zhilalil Quran Jilid 2 Serangan Sayyid Qutbh, Diterjemahkan oleh As’ad Yasin-Muahotob Hamzah, Terbitan Gema Insani Depok-Jakarta 2001.
  2. Loyalitas dan Anti Loyalitas dalam Islam karangan Muhammad bin Sa’id Al Qathani diterjemahkan oleh Salahudin bin Abu Sayid terbitan PT Era Adi Citra Intermedia-Solo 2009.
  3. Ikrar Perjuangan Islam karangan DR Najih Ibrahim diterjemahkan oleh Abu Ayub Ansyori terbitan Pustaka Al Alaq dan Al Qowam-Solo 2009
  4. Khilafah Islamiyah-Suatu Realita bukan Khayalan karangan Prof DR Syeikh Yusuf Al Qaradawi diterjemahkan oleh Ahmad Nuryadi, terbitan PT Fikahati Aneka-Jakarta 2000.
  5. Kado Istimewa untuk Sang Mujahid karangan Syakh Dr Abdullah Azman, diterjemahkan oleh Abdul Fattan Al Bourie, terbitan PT Pustaka Al Alaq-Solo 2008.
  6. Catatan dari Penjara – Untuk Mengamalkan dan Menegakan Dinul Islam karangan Abu Bakar Ba’asyir, terbitan Mushaf, Depol Jawa Barat, 2008.
  7. Bagaimana Membangun Kembali Negara Khilafah karangan Syabab Hizbut Thahtir Inggris, diterjemahkan oleh M Ramdhan Adi, terbitan Pustaka Thariqul Izzan, Bogor 2008.
  8. Syariat Islam-Solusi Universal karangan Prof Wahbah Az Zuhali, diterjemahkan oleh Ridwan Yahya LC, terbitan Pustaka Nuwaitu, Jakarta Timur 2004.
  9. Visi Politik Gerakan Jihad karangan Hazim Al Madani dan Abu Mus’ab As Suri, diterjemahkan oleh Luqman Hakim Lc dan Umarul Faruq Lc, terbitan Jazera, Solo 2010.

Editor: Prawira Maulana  |  Sumber: Tribun Batam

Tribunnews.com – Kamis, 20 Oktober 2011 04:34 WIB

Laporan Rachta Yahya, wartawan Tribunnewsbatam.com

TRIBUNNEWSBATAM.COM,

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.422 kali, 1 untuk hari ini)