.

Posted by John MuhammadSunday, January 26th, 2014 – 04:28 pm

SOLO (KompasIslam.Com) – Sebagian masyarakat dan kaum muslimin serta pimpinan lembaga dan elemen Islam di Solo Raya pada khususnya, dan juga para tokoh Islam Indonesia menilai, batalnya acara Forum Klarifikasi keSyi’ahan ustadz Mudzakkir pada Sabtu (26/1/2014) pagi di masjid Al Huda Desa Ngruki Kecamatan Cemani Kabupaten Sukoharjo Jateng karena adanya salah komunikasi dan salah pengertian.

Ada pula yang menganggap bahwa ketidakhadiran pengasuh Ma’had Al-Islam Gumuk Solo itu karena tidak berani tampil secara terbuka dihadapan para ulama Indonesia yang dihadirkan panitia untuk menjelaskan issue Syi’ah yang melekat pada dirinya, meskipun panitia sudah menjamin bahwa acara Forum Klarifikasi issue Syi’ah itu akan diadakan ditempat tertutup dan netral, serta dihadiri oleh peserta yang terbatas.

Namun, bagi Pemerhati Gerakan Islam ustadz DR H Amir Mahmud, M.Ag S.Sos.I, ketidakhadiran dan pembatalan sepihak dari ustadz Mudzakkir yang dikabarkan sudah berulang kali pergi ke Iran yang merupakan negara Syi’ah itu, bukanlah suatu hal yang tanpa disengaja dan terjadi begitu saja.

“Saya lihat batalnya acara tersebut bukan dikarenakan miss communication (salah pengertian -red). Tetapi memang, unsur taqiyyah berada didalamnya, atau disamping itu memang mereka (pihak Gumuk –red) tidak menginginkan acara itu untuk diadakan. Sebab jangan lupa bahwa salah satu aqidah Syi’ah itu taqiyyah,” jelasnya kepada KompasIslam.Com, Minggu (26/1/2014).

…Saya lihat batalnya acara tersebut bukan dikarenakan miss communication (salah komunikasi -red). Tetapi memang, unsur taqiyyah berada didalamnya, atau disamping itu memang mereka (pihak Gumuk –red) tidak menginginkan acara itu untuk diadakan. Sebab jangan lupa bahwa salah satu aqidah Syi’ah itu taqiyyah…

Pria yang juga dosen Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini menambahkan, memang didalam Al Qur’an disebutkan jika ada seseorang yang mengabarkan suatu berita, wajib bagi orang yang mendengarnya untuk meminta klarifikasi dan penjelasan kabar tersebut.

Terkait dengan tuduhan Syi’ah yang dialamatkan kepada ustadz Mudzakkir, upaya klarifikasi itu tidak harus dilakukan oleh orang yang menuduh. Pihak ketiga yang berkeinginan untuk mengakhiri desas-desus issue Syi’ah tersebut juga punya peran penting untuk meminta penjelasan. Dalam hal ini, panitia Forum Klarifikasi issue Syi’ah yang dipelopori oleh takmir Masjid Al Huda Ngruki sudah menjalankan fungsinya dengan baik.

“Apalagi masalahnya adalah tuduhan sesat. Secara teori komunikasi, bahwa siapapun orangnya jika terkait kepada pengklaiman, apalagi dituduh sebagai bagian dari kelompok sesat, sudah semestinya ada tabayun atau klarifikasi dalam rangka meminta penjelasan kebenaran. Hal itu bisa datangnya dari orang yang tertuduh, maupun orang lain sebagai inisiatornya. Jadi pihak tertuduh jangan hanya diam saja,” tandasnya.

Seperti diberitakan www.kompasislam.com sebelumnya, DR Amir Mahmud mengatakan jika fakta keSyi’ahan ustadz Mudzakkir sudah ada dan jelas. Namun untuk mengakhiri desas-desus issue Syi’ah itu, sejumlah tokoh Solo Raya pada Sabtu (26/1/2014) pagi jam 09.00 WIB berencana mengadakan forum tabayyun dengan tema Forum Klarifikasi Issue Syi’ah “Mengangkat Syubhat Menenangkan Umat”.

…Apalagi masalahnya adalah tuduhan sesat. Secara teori komunikasi, bahwa siapapun orangnya jika terkait kepada pengklaiman, apalagi dituduh sebagai bagian dari kelompok sesat, sudah semestinya ada tabayun atau klarifikasi dalam rangka meminta penjelasan kebenaran. Jadi pihak tertuduh jangan hanya diam saja…

Dalam forum yang dipelopori oleh takmir Masjid Al Huda Ngruki Solo tersebut, rencananya panitia akan menghadirkan kedua belah pihak, yaitu pihak yang dituduh Syi’ah yakni ustadz Mudzakkir, dan kedua pihak yang menuduh yang diantaranya adalah ustadz Said Ahmad Sungkar selaku Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Pekalongan Jateng.

Selain itu, forum tersebut juga akan dihadiri beberapa pihak yang akan menjadi tokoh kunci dan saksi. Pihak yang diundang panitia antara lain Prof Dr dr Zaenal Arifin Adnan Ketua MUI Surakarta, Dr Mu’inuddinillah Basri, Ketua DSKS, ustadz Rosyid Ridho Ba’asyir pengasuh Ma’had ‘Ali Darul Wahyain Magetan Jatim.

Kemudian, ada pula ustadz Badru Tamam pengajar di PPTQ ‘Isy Karima Karanganyar, ustadz Tengku Azhar pengajar di Ma’had ‘Aly An-Nur Sukoharjo, ustadz Abdul Rochim Ba’asyir pengajar Ponpes Al Mukmin Solo, ustadz Farid Ahmad Okbah, ustadz Anung Al Hamat dari Jakarta, KH Athian ‘Ali Da’I dari Bandung, ustadz Aris Munandar Al-Fatah Ketua DDII Jateng dan ustadz Hartono Ahmad Jaiz pemerhati aliran sesat.

Namun, karena sehari sebelumnya ustadz Mudzakkir membatalkan kedatangannya dengan sepihak ke acara itu dengan berbagai macam alasan, akhirnya forum klarifikasi tersebut batal digelar. Padahal para ustadz yang berasal dari luar kota Solo sudah pada hadir di kota Bengawan sejak Sabtu pagi, dan ada pula yang sudah hadir sejak Jum’at malam. [Khalid]

– See more at: http://www.kompasislam.com/2014/01/26/batalnya-forum-klarifikasi-issue-syiah-ustadz-mudzakkir-karena-ada-unsur-taqiyyah/#sthash.9TWqN8V8.dpuf

 ***

Fakta Syi’ah Jelas Ada, Forum Klarifikasi keSyi’ahan Ustadz Mudzakkir Membuang Tenaga

SOLO (KompasIslam.Com) – Batalnya acara Forum Klarifikasi keSyi’ahan ustadz Mudzakkir pada Sabtu (26/1/2014) pagi di masjid Al Huda Desa Ngruki Kecamatan Cemani Kabupaten Sukoharjo Jateng yang dipelopori oleh takmir masjid Al Huda membuat mayoritas kaum muslimin Indonesia merasa kecewa.

Tak hanya kaum muslimim, sejumlah pimpinan lembaga dan elemen Islam di Solo Raya pada khususnya, dan para tokoh Islam Indonesia juga merasakan hal yang sama. Salah satu tokoh yang mengungkapkan rasa kecewanya adalah ustadz DR H Amir Mahmud, M.Ag. S.Sos.I.

Pemerhati Gerakan Islam itu juga menyatakan jika Forum Klarifikasi issue Syi’ah yang melekat pada diri pengasuh Ma’had Al-Islam Gumuk Solo tersebut hanya membuang-buang waktu dan tenaga kaum muslimin. Sebab, data dan fakta keSyi’ahan ustadz Mudzakkir sudah ada, dan sangat jelas sekali.

“Jadi terlalu membuang energi umat Islam jika hanya untuk seorang ustadz Mudzakkir di Solo dengan data fakta dan linknya sudah ada dan jelas sekali keSyi’ahannya,” kata pria yang juga dosen Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini, kepada KompasIslam.Com, Minggu (26/1/2014).

DR Amir menjelaskan, pernyataannya tersebut bukan bermaksud mengerdilkan usaha yang telah dirintis panitia dalam rangka mengadakan acara yang bertujuan untuk “Mengangkat Syubhat Menenangkan Umat”, terkait sosok “kontroversial” ustadz Mudzakkir apakah Syi’ah atau bukan Syi’ah.

“Saya pribadi menilai, sangatlah terlalu dibesar-besarkan untuk diadakan acara seperti itu setelah sekian tahun, bahkan puluhan tahun, issue dan data keSyi’ahan ustadz Mudzakkir itu sudah muncul kepermukaan dan diketahui oleh masyarakat luas,” jelasnya.

…Jadi terlalu membuang energi umat Islam jika hanya untuk seorang ustadz Mudzakkir di Solo dengan data fakta dan linknya sudah ada dan jelas sekali keSyi’ahannya…

“Sekarang ini, kaum muslimin harusnya bisa bersikap tegas ketika ada bukti dari salah seorang ustadz dari sekian banyak ustadz yang memberikan kesaksiannya, seperti ustadz Said Sungkar yang mengatakan bahwa ustadz Mudzakkir pernah berbai’at kepada Khumaini ketika bicara langsung dihadapannya,” jelasnya.

Seperti diketahui bersama, sejumlah tokoh Solo Raya dan takmir masjid Al Huda Ngruki pada Sabtu (26/1/2014) pagi sekitar pukul 09.00 WIB berencana mengadakan forum tabayyun tentang issue keSyi’ahan ustadz Mudzakkir dengan tema Forum Klarifikasi Issue Syi’ah “Mengangkat Syubhat Menenangkan Umat”.

Dalam forum tersebut, rencananya panitia akan menghadirkan kedua belah pihak, satu pihak yang dituduh Syi’ah yakni ustadz Mudzakkir, dan kedua pihak yang menuduh yang diantaranya adalah ustadz Said Ahmad Sungkar selaku Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Pekalongan Jateng.

Selain itu, forum tersebut juga akan dihadiri beberapa pihak yang akan menjadi tokoh kunci dan saksi. Pihak yang diundang panitia antara lain Prof Dr dr Zaenal Arifin Adnan Ketua MUI Surakarta, Dr Mu’inuddinillah Basri Ketua DSKS, ustadz Rosyid Ridho Ba’asyir pengasuh Ma’had ‘Ali Darul Wahyain Magetan Jatim.

Kemudian, ada pula ustadz Badru Tamam pengajar di PPTQ ‘Isy Karima Karanganyar, ustadz Tengku Azhar pengajar di Ma’had ‘Aly An-Nur Sukoharjo, ustadz Abdul Rochim Ba’asyir pengajar Ponpes Al Mukmin Solo, ustadz Farid Ahmad Okbah, ustadz Anung Al Hamat dari Jakarta, KH Athian ‘Ali Da’I dari Bandung, ustadz Aris Munandar Al-Fatah Ketua DDII Jateng dan ustadz Hartono Ahmad Jaiz pemerhati aliran sesat.

Namun, karena sehari sebelumnya ustadz Mudzakkir membatalkan kedatangannya dengan sepihak ke acara itu dengan berbagai macam alasan, akhirnya forum klarifikasi tersebut batal digelar. Padahal para ustadz yang berasal dari luar kota Solo sudah pada hadir di kota Bengawan sejak Sabtu pagi, dan ada pula yang sudah hadir sejak Jum’at malam. [Khalid] Sunday, January 26th, 2014 – 02:41 pm

– See more at: http://www.kompasislam.com/2014/01/26/fakta-syiah-jelas-ada-forum-klarifikasi-kesyiahan-ustadz-mudzakkir-membuang-tenaga/#sthash.49NlVBsq.dpuf

***

Tokoh Islam Harus Sampaikan Kekafiran Syi’ah & Baro’ Terhadap Tokoh Syi’ah

Posted by John MuhammadDalam Negeri, Sunday, January 26th, 2014 – 09:22 pm

SOLO (KompasIslam.Com) – Batalnya acara Forum Klarifikasi keSyi’ahan ustadz Mudzakkir pada Sabtu (26/1/2014) pagi di masjid Al Huda Desa Ngruki Kecamatan Cemani Kabupaten Sukoharjo Jateng yang dipelopori takmir masjid Al Huda masih menyisakan sejumlah tanda tanya bagi masyarakat dan umat Islam.

Salah satu pertanyaan yang muncul dari umat dan masyarakat awam yang masuk ke redaksi KompasIslam.Com adalah, apakah pengasuh Ma’had Al-Islam Gumuk Solo tersebut betul-betul bagian dari kelompok sesat dan kafir Syi’ah atau merupakan tokoh umat Islam Ahlu Sunnah, baik berdasarkan bukti yang nampak secara lisan maupun perbuatan?

Pasalnya, sosok ustadz Mudzakkir yang dikabarkan sudah berulang kali pergi ke Iran yang merupakan negara Syi’ah itu, hingga saat ini masih menjadi misteri dan kontroversi. Disamping itu, ada pula pertanyaan lain yang muncul adalah, jika ustadz Mudzakkir merupakan tokoh Syi’ah, lalu apa yang harus diperbuat oleh umat dan masyarakat?

Menjawab pertanyaan tersebut, ustadz DR H Amir Mahmud, M.Ag S.Sos.I menjelaskan jika sikap yang harus diambil oleh masyarakat dan umat Islam serta para tokoh Islam adalah Baro’ atau berlepas diri terhadap tokoh yang sudah jelas keSyi’ahannya, serta menjelaskan kekafiran kelompok Syi’ah kepada masyarakat.

…Cara yang terbaik menurut kami adalah, sikap yang harus dilakukan oleh umat dan para tokoh minimal Baro’ terhadap tokoh yang jelas Syi’ahnya…

“Kemarin saya sudah berbicara dan berdiskusi dengan ustadz Mu’in (Dr Mu’inudinillah Basri Ketua DSKS Solo –red) terkait permasalahan itu (kontroversi keSyi’ahan ustadz Mudzakkir –red). Cara yang terbaik menurut kami adalah, sikap yang harus dilakukan oleh umat dan para tokoh minimal Baro’ terhadap tokoh yang jelas Syi’ahnya,” kata DR Amir kepada KompasIslam.Com, Minggu (26/1/2014).

DR Amir yang merupakan kolega DR Mu’in karena sama-sama mengajar di Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini menambahkan, selain berlepas diri dari para tokoh seperti ustadz Mudzakkir, umat dan para tokoh Islam yang faham tentang seluk beluk Syi’ah harus secara intens menyampaikan kekafiran Syi’ah kepada masyarakat luas.

“Adakan kampanye sehat dengan mengadakan sejumlah kajian tentang kekafirannya Syi’ah diberbagai event. Selain itu, sebarkan juga sejumlah brosur tentang kekafiran Syi’ah ke berbagai media sebagai bukti tanggung jawab penegakan syariat Islam. Namun jangan lupa untuk selalu bebenah diri dan senantiasa berusaha menegakkan syariat Islam,” jelas pemerhati gerakan Islam itu.

Seperti diberitakan www.kompasislam.com sebelumnya, DR Amir Mahmud mengatakan jika fakta keSyi’ahan ustadz Mudzakkir sudah ada dan jelas. Namun untuk mengakhiri desas-desus issue Syi’ah itu, sejumlah tokoh Solo Raya pada Sabtu (26/1/2014) pagi jam 09.00 WIB berencana mengadakan forum tabayyun dengan tema Forum Klarifikasi Issue Syi’ah “Mengangkat Syubhat Menenangkan Umat”.

…Adakan kampanye sehat dengan mengadakan sejumlah kajian tentang kekafirannya Syi’ah diberbagai event. Selain itu, sebarkan juga sejumlah brosur tentang kekafiran Syi’ah ke berbagai media sebagai bukti tanggung jawab penegakan syariat Islam…

Dalam forum yang dipelopori oleh takmir Masjid Al Huda Ngruki Solo tersebut, rencananya panitia akan menghadirkan kedua belah pihak, yaitu pihak yang dituduh Syi’ah yakni ustadz Mudzakkir, dan kedua pihak yang menuduh yang diantaranya adalah ustadz Said Ahmad Sungkar selaku Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Pekalongan Jateng.

Selain itu, forum tersebut juga akan dihadiri beberapa pihak yang akan menjadi tokoh kunci dan saksi. Pihak yang diundang panitia antara lain Prof Dr dr Zaenal Arifin Adnan Ketua MUI Surakarta, DR Mu’inudinillah Basri Ketua DSKS, ustadz Rosyid Ridho Ba’asyir pengasuh Ma’had ‘Ali Darul Wahyain Magetan Jatim.

Kemudian, ada pula ustadz Badru Tamam pengajar di PPTQ ‘Isy Karima Karanganyar, ustadz Tengku Azhar pengajar di Ma’had ‘Aly An-Nur Sukoharjo, ustadz Abdul Rochim Ba’asyir pengajar Ponpes Al Mukmin Solo, ustadz Farid Ahmad Okbah, ustadz Anung Al Hamat dari Jakarta, KH Athian ‘Ali Da’I dari Bandung, ustadz Aris Munandar Al-Fatah Ketua DDII Jateng dan ustadz Hartono Ahmad Jaiz pemerhati aliran sesat.

Namun, karena sehari sebelumnya ustadz Mudzakkir membatalkan kedatangannya dengan sepihak ke acara itu dengan berbagai macam alasan, akhirnya forum klarifikasi tersebut batal digelar. Padahal para ustadz yang berasal dari luar kota Solo sudah pada hadir di kota Bengawan sejak Sabtu pagi, dan ada pula yang sudah hadir sejak Jum’at malam. [Khalid]

– See more at: http://www.kompasislam.com/2014/01/26/tokoh-islam-harus-sampaikan-kekafiran-syiah-baro-terhadap-tokoh-syiah/#sthash.WHXIjLR3.dpuf

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.401 kali, 1 untuk hari ini)