Denah lahan RS Sumber Waras.


Rimanews – Pencairan Dana Pembelian RS Sumber Waras tanpa disertai dokumen pendukung yang lengkap. Bahkan, ada sejumlah dokumen pendukung dimanipulasi dengan modus backdate.

Waktu penerbitan Surat Pernyataan Tanggung Jawab dari Kadinkes Dien Emawati atas pelaksanaan pengadaan tanah yang ditulis tanggal 15 Desember dan Surat Penetapan Harga Pembelian Tanah YKSW Nomor 4532 Tahun 2014 tertanggal 11 Desember ternyata dimanipulasi.

Baca Juga: KPK: Kami Akan Umumkan Jika Sumber Waras Ada Indikasi Korupsi

Berdasarkan data properties softcopy file, kedua dokumen itu menunjukkan baru disiapkan pada 22 Desember 2014, atau seminggu lebih dari tanggal yang dituliskan. Fakta ini diakui pula Dien saat menjalani pemeriksaan BPK. “Penandatanganan kedua dokumen tersebut dilakukan setelah tanggal penadatanganan akta pelepasan Hak, 17 Desember 2014,” ujar Kadinkes.

Bendahara Pengeluaran Dinkes DKI Bunyamin mengakui SPM pencairan duit pembelian Sumber Waras tetap diajukan, meskipun sejumlah dokumen kelengkapan belum terpenuhi pada 15 Desember. Bahkan, syarat dokumen seperti SK Gubernur Nomor 2136 tahun 2014 tentang Penetapan Lokasi yang tanggal terbitnya sudah dimanipulasi turut disertakan sebagai syarat penerbitan SPM.

Dokumen lain yang dimanipulasi adalah Daftar Nominatif yang diberi tanggal 12 Desember ternyata baru selesai diproses 22 Desember, mengacu pada temuan data properties softcopy file.

Baca Juga: BPK Tak Khawatir Digugat Ahok

Artinya, semua berkas itu secara administratif baru lengkap seminggu melewati batas waktu penyampaian SPM yang diatur dalam Instruksi Gubernur Nomor 152 Tahun 2014, yang menetapkan semua berkas paling lambat harus masuk sebelum 15 Desember 2014 pukul 24.00.

Ahok pun menerbitkan Isntruksi Gubernur Nomor 167 Tahun 2014 tentang Perubahan Batas Waktu Penyampaian SPM Tahun Anggaran 2014, yang isinya khusus SPM pengdaan tanah untuk kepentingan umum diperpanjang sampai 29 Desember 2014 pukul 18.00. Anehnya, Instruksi Gubernur ini berlaku pada tanggal ditetapkan 22 Desember, yang kebetulan bertepatan dengan kelengkapan penyerahan berkas SPM Sumber Waras.

Akhirnya, pada 31 Desember 2014 terbit tiga cek yang ditandangani Kadinkes dan dilakukan transfer pada hari itu juga, dengan rincian Yayasan Rumah Sakit Sumber Waras di nomor rekening 111-11-07533-x Rp717.905.072.500 (Rp717,9 miliar); Pajak Penghasilan Rp37.784.477.500 (Rp37,7 miliar) ke rekening Setoran Sementara Pajak Penghasilan PPh PAsal 21 ke rek Bank DKI 101.92.11.002xx; dan setoran tuna ke kas daerah Rp44.310.450.000 (Rp44 miliar) untuk sisa UP dari Rp800 miliar yang tidak digunakan.

Sumber: nasional.rimanews.com/ 21 APR 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.073 kali, 1 untuk hari ini)