.

Calon wakil presiden Hatta Rajasa memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait laporan tim advokasi kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla yang melaporkan dugaan curi start kampanye pasangan nomor urut 1 itu.

Menurut Ketua Bawaslu, Muhammad, cawapres Hatta Rajasa sudah mengklarifikasi mengenai laporan itu. Dia menjawab 21 pertanyaan dari Bawaslu. Meski begitu, Muhammad belum bisa mengambil keputusan atas klarifikasi Hatta. Bawaslu katanya, harus melakukan musyawarah terlebih dahulu.

“Tidak bisa langsung kami tanggapi, siang ini kita akan menggelar rapat dulu,” kata Muhammad di Bawaslu, Jakarta 5 Juni 2014.

Sementera itu, mengenai ketidakhadiran pasangan urut nomor 2, Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang telah dikirim surat panggilan kedua, Bawaslu kata Muhammad akan mengirimkan surat ketiga atau yang terakhir kalinya.

“Kita sudah rapat semalam kita harus mengundang lagi Pak Joko Widodo, akan ada panggilan ketiga atau panggilan terakhir. Setelah itu kita akan menentukan sikap,” katanya.

Mengenai sanksinya sendiri, Muhammad tidak mau menanggapi lebih jauh. Bawaslu akan merespon surat panggilan yang dikirim untuk pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

“Kalau masuk kasus pidana bisa didiskualifikasi pada calon capres, itu tingkatan yang paling tinggi,” katanya. Sumber: vivanews/ suaranews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.678 kali, 1 untuk hari ini)