BEDA sikap, tanggapan, pernyataan dari Anggota Dewan Pengarah Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Mahfud MD, terkait dua peristiwa kerusuhan.

(1) Saat kerusuhan Pilpres, 21-22 Mei 2019

Mahfud MD tampak tegas. Minta aparat menangkap. Mengungkap dalang. Usut tuntas. Bla bla bla.

Padahal tidak ada gedung yang dibakar massa. Bahkan jatuh korban nyawa tak berdosa, termasuk anak-anak/remaja. Puluhan luka.

(2) Kerusuhan Papua 19-20 Agustus 2019

Sementara terhadap kerusuhan di Papua, yang sampai membakar gedung DPRD, merusak dan melumpuhkan bandara, membakar bendera merah putih, mengibarkan bendera Bintang Kejora, menuntut Papua Merdeka… mengancam kedaulatan NKRI.

Apa sikap dan tanggapan Mahfud MD? Tegas? No way!

Mahfud MD meminta aparat persuasif, sabar, meminta semua pihak menahan diri.

Simak Videonya, 2 Sikap Beda MMD:

Video

https://youtu.be/wy0stTTFM68

 

video

https://youtu.be/1cgCEICUgFg

 

Video lengkap:

MMD – Kerusuhan Papua: https://www.youtube.com/watch?v=IHcrP2ky1ho

MMD – Kerusuhan 21-22 Mei: https://www.youtube.com/watch?v=wa71kP4saVE

 

portal-islam.id, 23 Agustus 2019

 

***

Sikap Mudahanah

 

Mudahanah, berlunak-lunak terhadap orang kafir dengan mengorbankan unsur agamanya (Islam). Akibatnya orang kafir senang dengan pelaku mudahin (penjilat) itu.

Misal, orang kafir diperkirakan tidak suka disebut kafir, lalu gerombolan mudahin (penjilat) rapat secara nasional untuk tidak menggunakan sebutan kafir terhadap orang kafir. Dalihnya, karena menyakiti mereka. Karena mereka juga sesama warganegara, maka sebutan kafir itu agar diganti dengan muwathinun (yang artinya warga negara).

 

Itulah contoh tingkah menjilat (mudahanah) yang dimurkai Allah dan diancam azab yang kekal.

Allah Ta’ala berfirman:


تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ} [المائدة: – 80]


Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. “ (Al-Maidah : 78 s.d. 80)

 

 

Orang Terkemuka yang Bahaya

 

Yang sangat perlu kita khawatirkan adalah banyaknya pemuka yang bersikap mudahanah demi kepentingan dunianya. Itu bukan sekadar kerusakan mereka saja lantaran telah « menjual » agamnya, namun akan memperkuat barisan pengusung kebatilan yang merusak agama.

 

Dahsyatnya dukungan terhadap kebatilan yang merusak agama oleh para mudahin (penjilat) itu akan memuncak ketika orang-orang model mereka itu justru yang dipercaya, yang diamanati.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wanti-wanti dengan peringatan beliau yang dapat kita baca dalam hadits.

وَرَدَ فِي حَدِيث سَمُرَة عِنْدَ الطَّبَرَانِيِّ , وَحَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة ”  ( فتح الباري).

 

Telah datang dalam Hadits Samurah menurut At-Thabrani, dan Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. (Hadits dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Ya’la, Al-Bazzar, dan sanadnya jayyid/ baik).

Dan hadits seperti itu oleh Ibnu Majah dari Hadits Abi Hurairah, di dalamnya ada:

” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “

Nabi saw ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84 ).

Betapapun, masa kini telah ada gejala masalah yang sangat dahsyat buruknya itu. Coba kita lihat di sekitar kita. Betapa banyak orang-orang yang tidak layak bicara agama, baik karena lakonnya (tingkah lakunya) maupun ilmunya yang tidak berdekatan dengan agama, namun mereka berbicara berbusa-busa tentang Islam lewat media massa yang disaksikan atau didengar jutaan orang.

Betapa banyaknya pula orang-orang yang telah dikenal sebagai pendukung kebatilan namun diberi ruangan untuk menyebarkan kebatilan dan kesesatannya kepada Ummat Islam.

 

Demikianlah keadaannya, arus perusakan Islam makin kuat, dan celakanya, bermunculan pula para mudahin (penjilat) terhadap perusakan-perusakan agama itu. Seolah stock lama masih ada, sedang stock baru bermunculan; semuanya demi kepentingan dunia dan hawa nafsu mereka dengan mengorbankan agama.

Hanya Allah lah Yang Maha dimintai tolong. Semoga Allah menyelamatkan umat Islam dari segala keburukan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.207 kali, 1 untuk hari ini)