ilustrasi


Detik-detik menjelang pergantian akhir tahun 2015, seolah harus kejar setoran, Tim Densus 88 kembali menangkap seorang remaja umur belasan tahun di tempat kerjanya.

Adalah seorang pemuda bernama Rizky Ramadhan (18 tahun). Pemuda yang akrab dipanggil Rizky pada pukul 08.30 Wita Kamis pagi (31/12/2015) dijemput oleh Edo, kawan seprofesinya. Mereka hendak menuju ke rumah bos tempat kerja mereka di dekat Kompleks Kampus Hidayatullah Poso.

Rizky bersama sekitar 4 orang kawannya bekerja sebagai tim sapu bersih yang bertugas memangkas pohon di sekitar area instalasi kabel listrik di wilayah Kabupaten Poso.

“Pagi itu dia baru bangun karena habis sholat subuh dia tidur lagi. Saya juga tidak paksa dia kerja karena abinya juga belum suruh kerja,” ungkap Erni, ibu kos tempat Rizky bekerja.

Saat itu, Rizky terlambat berangkat ke tempat kerja dan teman-temannya sudah menunggu. Sehingga dijemputlah Rizky di rumahnya.

“Seperti biasa Rizky lambat datang, sementara teman-temannya sudah siap berangkat. Makanya saya suruh jemput dia,” tambah Erni.

Ketika kawan-kawan Rizky telah berkumpul, tiba-tiba muncul tiga buah mobil sejenis Avanza parkir di depan rumah Rizky. Sekonyong-konyong, belasan orang bertopeng dan berpakaian preman dilengkapi senjata mengepung lokasi rumah tersebut.

Beberapa orang langsung menodongkan senjata kepada Rizky. Sontak, Rizky dijatuhkan ke lantai.

“Saya kasihan lihat Rizky mas, dia itu anak-anak taunya apa? Hanya badannya memang tinggi besar. Dibuat seperti itu saya langsung teriak secara spontan sama itu Densus saya bilang: Hei jangan begitu pak, apa-apaan ini. Jangan dipukuli dia pak, dia ini masih anak-anak. Kalau memang dia salah tolong buktikan dulu apa salahnya, Baru habis itu dia dibimbing pak. Jangan main pukul karena anak ini dibawah umur,” ungkap Erni.

Setelah mendengar teriakan Erni, tim Densus 88 segera menunjukkan semacam surat dan mengatakan Rizky tidak akan dipukul.

By: suaranews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.243 kali, 1 untuk hari ini)