IBF01

Ilustrasi IBF 2014/kbltnet

Jakarta – Sejak kemarin siang, (07/03 2015), puluhan pemuda yang mengatasnamakan diri Komunitas Anti Syiah (KASIH) tampak bertebaran di event Islamic Book Fair 2015 Jakarta.

Mereka datang bukan tanpa sebab. Menurut Aziz, koordinator aksi damai KASIH yang kami jumpai di lapangan, aksi ini merupakan bentuk solidaritas kaum Muslimin atas tindakan arogan kelompok Syiah yang mulai berani bertindak anarkistis di Indonesia.

“Aksi damai ini murni dari kami, komunitas yang terbentuk dari sosial media atas keprihatinan kepada Kaum Muslimin yang semakin hari semakin dizalimi oleh tindakan arogan dan anarkis yang dilakukan Kaum Syiah, khususnya di Indonesia, dan puncaknya kemarin penyerangan Syiah di Az-Zikra masjidnya Ustadz Arifin Ilham,” jelas Azis.

Dalam aksinya di IBF 2015 Jakarta siang tadi, KASIH juga membagikan buku panduan “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” terbitan MUI (Majelis Ulama Indonesia) secara gratis. Pembagian buku tersebut juga merupakan sosialiasi kepada umat Islam akan kesesatan dan bahaya Syiah, khususnya di Indonesia.

Selain mengadakan sosialisasi dan membagi buku secara gratis, KASIH juga masyarakat luas untuk bergabung dan mendukung komunitas yang terdiri dari anak-anak muda yang konsen untuk menyingkap syubhat dan kesesatan yang senantiasa dilancarkan oleh kaum Syiah.

“Anda bisa like dan follow fanpage KASIH dengan nama Komunitas Anti Syiah – KASIH, atau twitter di @kasih_ahlulbait, dan juga instagram pada akun kami @kasihkomunitasantisyiah,” tambah Azis.

Respon dari para pengunjung Islamic Book Fair terkait aksi KASIH ini sangat beragam. Sebagian besar para pengunjung mendukung KASIH untuk terus berjuang. Tapi ada juga yang memang tidak tahu sama sekali apa itu Syiah.

Seperti diceritakan Azis, salah seorang pengunjung ingin lebih dalam mengetahui aliran Syiah.

“Saya sering sih denger syiah itu sesat, tapi belum terlalu dalem masalah ini, malah baru tau kalau MUI nerbitin buku khusus tentang kesesatan syiah, coba dong mas diterangkan secara global kenapa syiah bisa sesat,” kata seorang pengunjung.

Pengunjung lainnya malah ada yang menanyakan apakah aksi semacam KASIH sudah ada di daerah-daerah lain di luar Jakarta .” Mas, di daerah sudah ada belum ya KASIH ini? Saya kebetulan tinggal di Jogja dan sangat tertarik dengan cara penyampaian KASIH dalam aksi
maupun dalam broadcast bergambarnya yang ada di medsos (media sosial),” kata salah seorang pengunjung lainnya.

Dukungan kepada KASIH juga membuat para pengunjung memberikan motivasi kepada mereka. Terutama, setelah beberapa hari sebelumnya KASIH berhasil menyerahkan kaos anti Syiah kepada Gubernur Ahmad Heryawan.

“Mas, ini kaosnya yang dipake pak Aher kemarin ya yang rame di medsos? Rame tuh mas,Aher di-bully sama orang-orang syiah di medsos, tapi ga masalah mas, terus berjuang saya dukung,” tutur pengunjung IBF2015 lainnya.

Reporter: Umair

Editor: Fajar Shadiq/ KIBLAT.NET

(nahimunkar.com)

***

Aksi Kampanye #YukKickSyiah di Panggung IBF 2014

12 bulan lalu

KIBLAT.NET, Jakarta – Aksi para pemuda yang mengenakan kaos yang menyebarkan pesan tentang kecintaan terhadap ahlul bait dan sahabat Nabi Saw. dan kesesatan Syiah terus berlanjut hingga di penghujung hari terakhir pameran buku Islam, Islamic Book Fair 2014.

Sejumlah pemuda terlihat mengenakan kaos bertuliskan kesesatan syiah. Bahkan, di antara mereka tanpa malu-malu maju ke depan panggung saat ditanya sejumlah quiz oleh panitia IBF 2014.

Salah seorang pemakai kaos tersebut, Rizal yang mengaku dari Madura menyatakan bahwa pemakaian kaos tersebut merupakan kampanye untuk menjelaskan bahaya syiah kepada kaum muslimin yang memadati Istora Senayan, Jakarta.

“Kita aksi tapi bukan demo, kita mengajak orang supaya melek terhadap bahaya dan kesesatan syiah,” ujar Rizal saat diwawancarai reporter Kiblat.net di panggung utama IBF 2014.

Tujuannya, mereka ingin menyampaikan bahwa syiah bukan ajaran Islam. Selama ini, ajaran syiah bersembunyi di balik kecintaan pada Ahlulbait.

“Kita ingin menyampaikan bahwa syiah itu sesat, gitu aja. Syiah sesat dalam segala hal, tentang i’tiqodnya terhadap sahabat Nabi Saw, pencaciannya terhadap sahabat, tentang Al-Quran,” tambahnya.

Sebagai putra Madura, ia juga menunjukkan kekhawatirannya terhadap massifnya dakwah syiah di kalangan ahlusunnah di Sampang Madura. Gencarnya aktivitas syiah di Madura berujung pada terpicunya bentrokan di Sampang beberapa waktu yang lalu.

“Kita sangat miris sekali karena di tempat yang banyak kyai, banyak ulama, ternyata syiah berkembang tanpa kita sadari, hingga mereka berani melakukan secara terang-terangan mengajarkan paham syiah kepada orang di situ,” tegas Rizal.

Ia berharap, umat semakin tahu akan perbedaan antara sunni dan syiah semakin jelas. Sehingga kaum muslimin di Indonesia, pada khususnya, mengetahui kesesatan aqidah syiah.

“Kalo Islam ya Islam, kalo syiah ya syiah, mereka (syiah, red) bukan Islam,” tutup Rizal.

Sementara itu, di tempat terpisah, koordinator acara kampanye kaos bahaya syiah, Zulfian menegaskan bahwa sekira 200 kaos anti-syiah telah habis diserbu para peminat yang sangat antusias mengikuti kampanye ini.

“Ada 200 kaos yang telah kami siapkan untuk mensukseskan acara ini,” tegas Zulfian kepada Kiblat.net.

Ia mengatakan, kampanye anti-syiah ini merupakan program bertajuk #YukKickSyiah (#YKS) yang dimotori oleh beberapa pegiat twitter dan mendapat dukungan dari masyarakat. [sdqfajar]

IBF02

Aksi pemuda yang tergabung dalam kampanye #YukKickSyiah di panggung IBF 2014

(nahimunkar.com)

(Dibaca 540 kali, 1 untuk hari ini)