densus 88


Jakarta – Meninggalnya Siyono saat proses pemeriksaan Detasemen Khusus Antiteror Densus 88 tak hanya mengundang komentar para pengamat. Reaksi keras juga datang dari para pengguna sosial media.

Densus 88 menangkap Siyono warga Dukuh Brengkungan Desa Pogung Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten saat tengah berzikir usai melakukan shalat Maghrib, Selasa (08/03). Saat disergap pasukan detasemen berlambang burung hantu sebagai terduga teroris, pria 34 tahun itu dalam kondisi sehat.

Mabes Polri dalam keterangannya menyatakan bahwa Siyono melakukan perlawanan kepada petugas Densus 88 saat dalam perjalanan. Dia kemudian lemas akibat kelelahan dan segera dilarikan ke rumah sakit. Bapak empat anak itu akhirnya pulang ke rumah dalam kondisi tak lagi bernyawa.

Pemberitaan tentang kematian Siyono saat berada di bawah pengamanan Densus 88 segera muncul di media massa. Beragam komentar pun muncul dari para netizen di dunia maya.

Di Facebook, akun Muhammad Suyadi mempertanyakan siapa teroris sebenarnya setelah kejadian yang menimpa Siyono. “#Siyono #SangImamMasjid dituduh teroris. Ditangkap sehat, pulang jadi mayat. Sungguh… siapakah yang layak disebut TERORIS,” tulis akun tersebut.

“Bingung saya memahami apa yang sebenarnya terjadi dengan berita semacam ini. Siyono pasti hebat sekali bisa melawan petugas petugas hingga mati kecapekan. Menariknya urusan terus selesai. Jenazah sudah dimakamkan jam 3 tadi pagi,” tulis akun Bango Samparan.

Power tend corrupt, absolute power corrupt. Hak menahan tersangka 7/24 tanpa ba bi bu itu sungguh sebuah absolut power yang luar biasa istimewa,” imbuhnya.

densus88

Ucapan doa juga muncul di Facebook menyertai kepergian Siyono. “Semoga iman dan Islamnya diterima Allah dan menjadi ahli surga karena fitnah pasukan dajjal. Amin,” tulis akun Mahluk Asing.

Status netizen beraroma kemarahan pun menanggapi tindakan yang dilakukan Densus 88 yang berujung kematian Siyono. “Di dunia ini Anda bisa saja menang wahai penjahat, dan teroris sebenarnya #Densus88. Lihat di akhirat, di mahkamah kealidan Allah Subhanahu wata’ala, Anda akan merasakan siksa yang jauh lebih berat #Densus88,” tulis akun Muflih Nashrulloh.

Kicauan tentang Siyono juga bermunculan di Twitter. Desakan pemeriksaan terhadap kematian bapak empat anak itu pun disuarakan dengan istilah sindiran. “Salep 88 polisi katro ini bebas membunuh dan memfitnah, jika tidak diperiksa, jangan sampai rakyat main hakim,” kicau @fachim sambil menyertakan link berita kematian Siyono.

Reporter: Imam S, Editor: M. Rudy/kiblat.net

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.705 kali, 1 untuk hari ini)