Beginikah Adabmu terhadap ‘Aisyah Rodhialloohu ‘Anhaa, Wahai Gus Baha

  • Dari mana sumber ucapanmu hai ‘sang pakar tafsir’ dan konon Katanya penghafal ribuan hadits atas tuduhan beracunmu itu ?
  • Alangkah miskinnya dirimu jika berpendapat demikian !
  • Sanjungan Quraish Shihab terhadap Gus Baha’, selangit. Ada apa?
  • Data Diri dan Biografi Gus Baha
  • Siapa Quraish Shihab yang menyanjung Gus Baha setinggi langit itu?

     

    Silakan simak berikut ini.

    ***



 

Bismillah

Silsilah Manhaj

By: Berik Said

BEGINIKAH ADABMU TERHADAP ‘AISYAH rodhialloohu ‘anhaa WAHAI GUS BAHA ‘SANG PAKAR TAFSIR’?

Kau berani katakan ‘ORANG YANG INGKAR MI’RAJ’ ADALAH SITI ‘AISYAH rodhialloohu ‘anhaa ?

Tak pernahkah dirimu tahu apa yang dikatakan oleh Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam

أَىُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ « عَائِشَةُ » . فَقُلْتُ مِنَ الرِّجَالِ فَقَالَ « أَبُوهَا

“Siapa orang yang paling engkau cintai?”

Beliau menjawab, “Aisyah”.

Ditanya lagi, “Kalau dari laki-laki?”

Beliau menjawab, “Ayahnya (yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq).”

(HSR. Bukhori, [3662] dan Muslim, [2384])

 

Bukankah kau tahu bahwa diantara sebab utama Abu Bakar rodhialloohu ‘anhu -ayahanda dari ‘Aisyah rodhialloohu ‘anhaa- digelari AS SHIDDIQ (Sang Pembenar) DIKARENAKAN BELIAU ORANG YANG MENGIMANI TOTAL TANPA RESERVE PERISTIWA ISRO-MI’ROJNYA NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam DISAAT ORANG KAFIR MENGOLOK-OLOKKAN DAN MENGINGKARI KERAS DAN BAHKAN MAKIN BERSEMANGAN MENUDUH NABI KITA shollalloohu ‘alayhi wa sallam SEBAGAI ORANG GILA DAN SEBAGAINYA DENGAN SEBAB KISAH MI’ROJNYA BELIAU shollalloohu ‘alayhi wa sallam INI ?

Lantas BAGAIMANA KAU TEGA MENUDUH ANAKNYA ABU BAKAR ASH SHIDDIQ rodhialloohu ‘anhu SEBAGAI BARISAN PENGINGKAR KISAH INI BERSAMAAAN JUSTRU NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam MENYATAKAN ABU BAKAR DAN AISYAH rodhialloohu ‘anhumaa SEBAGAI ORANG YANG PALING DICINTAI BELIAU ?

Di mana akal sehatmu wahai ‘SANG PAKAR TAFSIR’ ?

Apakah engkau juga belum mendengar bahwa saat Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam memberikan pilihan kepada para istrinya rodhialloohu ‘anhunna -tentu termasuk di dalamnya ‘Aisyah rodhialloohu ‘anha- : Apakah hendak tetap memilih hidup bersama dengan beliau walau hidup dengan serba kekurangan harta di dunia ini ataukah ingin diceraikan saja dengan cara yang baik (lihat ini dalam QS al Ahzaab:28-29), saat itu ‘Aisyah rodhialloohu ‘anhaa diminta jangan menjawab buru-buru sampai meminta pendapat orang tua beliau dahulu –yakni Abu Bakar as Shiddiq rodhialloohu ‘anhu-, maka justru ‘Aisyah rodhialloohu ‘anhaa tanpa piker panjang lagi diantaranya menjawabnya dengan berkata

فَفِى أَىِّ هَذَا أَسْتَأْمِرُ أَبَوَىَّ فَإِنِّى أُرِيدُ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الآخِرَةَ

“Apakah dalam masalah ini saya harus meminta izin orang tua, karena saya menginginkan Allah, Rasul-Nya dan negeri akhirat?”(HSR. Bukhori, [4786] dan Muslim [1475])

Lantas bagaimana kau katakan orang yang memiliki aqidah semacam ini -yakni AISYAH rodhialloohu ‘anhaa- ADALAH PENGINGKAR MI’ROJ NABI shollalloohu ‘alayhi wa sallam ?

Dari mana sumber ucapanmu hai ‘sang pakar tafsir’ dan konon Katanya penghafal ribuan hadits atas tuduhan beracunmu itu ?

Kau ini hendak bermain-main dengan kehormatan dan keagungan istri Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam wabil khusus ‘Aisyah rodhialloohu ‘anhaa ?! atau bagaimana ?!

Lalu apakah hadits di bawah ini termasuk hadits yang tidak kau hafal ?

Singkatnya, Saat Ummu Salamah rodhialloohu ‘anhaa melakukan suatu perkataan yang dinilai oleh Nabi shollalloohu ‘alaihi wa sallam bisa melukai perasaan ‘Aisyah rodhialloohu ‘anhaa, segera Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam menegur Ummu Salamah rodhialloohu ‘anhaa dengan berkata

يَا أُمَّ سَلَمَةَ لاَ تُؤْذِينِى فِى عَائِشَةَ ، فَإِنَّهُ وَاللَّهِ مَا نَزَلَ عَلَىَّ الْوَحْىُ وَأَنَا فِى لِحَافِ امْرَأَةٍ مِنْكُنَّ غَيْرِهَا

‘Wahai Ummu Salamah, jangan engkau menyakiti aku lantaran ‘Aisyah, karena sesungguhnya DEMI ALLAH TAK PERNAH TURUN KEPADAKU WAHYU SEDANG AKU BERADA DISELIMUT SEORANG ISTRIKU DIANTARA KAMU, SELAIN DIA (‘AISYAH rodhialloohu ‘anhaa) ! (HSR. Bukhori [3775])

Hai ‘yang dianggap pakar tafsir dan hadits’, KAU MENYANGKA MI’ROJNYA NABI ITU BUKAN WAHYU DAN TIDAK DIKETAHUI ‘AISYAH rodhialloohu ‘anhaa SEHINGGA KAU TUDUH ‘AISYAH rodhialloohu ‘anhaa MASUK BARISAN PENGINGKAR MI’ROJNYA BELIAU shollalloohu ‘alayhi wa sallam ?

Bagaimana kau TAK HAFAL HADITS YANG MUNGKIN ANAK TK MINIMAL TAHU HADITS INI WALAU MUNGKIN TAK HAFAL SEPERTI DIRIMU !!

BIsa jadi kau menyangka apa yang disandarkan kepada ‘Aisyah atau Mu’awiyah rodhialloohu ‘anhumaa bahwa keduanya berpendapat bahwa Mi’rojnya Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam adalah ruhnya, lalu kau berpendapat Aisyah dan Mu’awiyah rodhialloohu ‘anhuma mengingkari peristiwa Mi’roj ?

Atau kalau ada yang menyandarkan kisah bahwa ‘Aisyah rodhialloohu ‘anha berpendapat Mi’rojnya Nabi shollalloohu alayhi wa sallam itu dalam mimpi saja –dan sebenernya tidak demikian pendapat Aisyah rodhialloohu anhaa– lalu kau katakan Aisyah rodhialloihu anhaa mengingkari mi’rojnya Nabi shollalloohu alayhi wa sallam ?!

Atau kalau dikatakan Aisyah rodhialloohu anhaa adalah diantara shahabat yang berkeyakinan bahwa Nabi shollalloohu alayhi wa sallam tidak pernah melihat langsung Tuhannya dengan mata kepalanya sendiri berarti Aisyah rodhialloohu anhaa mengingkari kisah mi’rojnya Nabi shollalloohu alayhi wa sallam ?

Alangkah miskinnya dirimu jika berpendapat demikian !

Intinya perkataanmu bahwa ‘Aisyah rodhialloohu ‘anha mengingkari Mi’rojnya Nabi shollalloohu ‘alayhi wa sallam secara mutlak maka ini adalah DUSTA YANG BESAR !

Walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin, wa shollalloohu ‘alaa Muhammadin



Nell Hawadaa Chan

 menambahkan foto baru ke album: ɪʟɪʜ² ɢʀ ɴɢᴀᴊɪ — merasa marah bersama 

Syiffa Aulia Dewi

 dan 

9 lainnya

 di

صباح الخير Good Morning

.

t2Spos1 coinojsoreadamg  · Al Khor, Qatar  · 

***

Alangkah miskinnya dirimu jika berpendapat demikian !

Nell Hawadaa Chan

AL-FIRQAH AN-NAJIAH (Jalan Golongan yang Selamat)

t2Spos1 coinojsoreadamg  ·

***

Sanjungan Quraish Shihab terhadap Gus Baha’, selangit. Ada apa?

Silakan simak ini.

***

Data Diri dan Biografi Gus Baha

sumber gambar : santrinow.com

Data Diri
N ama  : Gus Baha
Nama Lengkap : KH. Bahauddin Nursalim
Nama Bapak : Kiai Nursalim
Tempat/tanggal Lahir : 15 Maret 1977 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah
Alamat : Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah.

Profil dan Biografi Gus Baha\
Masa Kecil Gus Baha
Gus Baha kecil mulai menempuh gemblengan ilmu dan hafalan Al-Qur’andi bawah asuhan ayahnya sendiri. Saat usianya yang masih sangat belia , beliau sudah menghafalkan Al-Qur’an beserta Qiro’ahnya dengan lisensi yang ketat dari ayah beliau . karakteristik bacaan dari murid-murid Mbah Arwani memang menerapkan ketaatan dalam tajwid danmakhrojil huruf.

Menginjak usia remaja , Kiai Nursalim menitipkan Gus Baha untuk mondok dan berkhidmah kepada Syaikhina KH. Maimeon Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar Karangmangu , Sarang , Rembang , Sekitar 10 km arah timur Narukan.Di Al-Anwar inilah beliau terlihat sangat menonjol dalam fan-fan ilmu Syari’at seperti Fiqih, Hadits dan juga Tafsir.

Semenjak beliau kecil hingga meneruskan menjalankan pesantren warisan sang ayah sekarang, Gus Baha hanya mengenyam pendidikan dari dua pesantren , yaitu Pesantren milik ayahnya sendiri di desa Narukan dan Pondok Pesantren Karangmangu.

Sealin di pesantren Gus Baha juga mengabdi pada Lembaga Tafsir Al-Qur’an Universitas Islam Indonesia ( UII ) Yogyakarta dan di minta untuk mengasuh Pengajian Tafsir Al-Qur’an di Bojonegoro , Jawa Timur . Di Yogyakarta , Gus Baha mengajar pada akhir minggu , sedangkan di Bojonegoro beliau mengajar di Minggu kedua setiap bulannya.

Di Universitas Islam Indonesia ( UII ) Beliau adalah ketua Tim Lajnah Mushaf UII. Timnya terdiri atas para Profesor, Doktor dan para ahli-ahli Al-Qur’an dari Seluruh penjuru di Indonesia Seperti Prof. Dr. Quaraisy Syihab , Prof. Zaini Dahlan , Prof. Shohib dan juga para anggota Dewan Tafsir Nasional yang lain.

Gus Baha pernah di tawari gelar Doctor Honoris Causa dari UII , namun beliau tidak berkenaan . di dalam jagat Tafsir Al-Qur’an di Indonesia beliau termasuk dalam pendatang baru dan merupakan satu-satunya dari jajaran Dewan Tafsir Nasional yang berlatar belakang pendidikan Non Formal dan Non Gelar.

Walaupun demikian , kealiman dan juga penguasaan keilmuan beliau sangatlah di akui oleh para ahli tafsir nasional, hingga pada suatu kesempatan yang pernah di ungkapkan oleh Prof. Quaraisy yang menyatakan bahwa kedudukan beliau di Dewan Tafsir Nasional selain sebagai Mufassir , juga sebagai Mufassir Faqih karena penguasaan ilmu beliau pada ayat-ayat ahkam yang terkandung di dalam Al-Qur’an.

Setiap kali lajnah ‘ menggarap’ tafsir dan Mushaf Al-Qur’an , posisi Gus Baha selalu dalam dua ke ahlian, yaitu sebagai mufassir seperti anggota lajnah yang lain dan sekaligus sebagai Faqihul Qur’an yang mempunyai tugas khusus mengurai kandungan fiqh dalam ayat-ayat Al-Qur’an.

http://rajinitupangkalpandai.blogspot.com/
ANAK RAJINNOVEMBER 09, 2019

 

***

Siapa Quraish Shihab yang menyanjung Gus Baha setinggi langit itu?

Silakan simak ini.

***

Quraish Shihab Bukan Mufasir Al Quran!


Posted on 19 Juli 2014

by Nahimunkar.org


Pati, Ahad (15/12/2013) di masjid Al-Islam di kota Pati Jawa Tengah, saat kajian rutin kitab hadits Jamius Shohih Bukhari bersama beliau Ust Mustaqim,LC yang lebih terkenal dalam dunia media Sang Singa Tauhid dari Pantura  atau Mantan Santri Tambak Beras Jombang ini kembali membuat tercengang para jama’ahnya.

Setelah menerangkan beberapa Hadits yang dibaca saat kajian sore itu, tibalah saat tanya jawab, maka sontak ada jama’ah yang menanyakan persoalan pada beliau.

“Ust sampai hari ini saya terheran-heran, mengapa orang sekelas Quraish Shihab yang mengarang tafsir Al Misbah dan mendapatkan pujian dari banyak kalangan kok mengatakan bahwa jilbab itu adalah produk budaya bukan sebuah kewajiban, sebenarnya beliau ini mufasir atau apa Ust?” demikian pertanyaan yang di sampaikan.

Tanpa panjang lebar, Ust yang lama belajar di negeri piramid Mesir ini menjawab dengan tegas “ooo perlu jamaah ketahui bahwa Quraish Shihab itu bukan seorang Mufasir, dia cuma seorang lulusan S3 di Mesir yang mempelajari tentang tafsir Al quran, jadi kita harus bisa membedakan orang yang sedang belajar dengan ahli itu beda”.

Kemudian beliau menceritakan kejadian menarik bersangkutan dengan Quraish Shihab waktu di Mesir, kata Ust yang kini tinggal di Pati ini “saya masih ingat tahun 1997 saat itu kami mahasiswa yang belajar di al Azhar Mesir dikumpulkan untuk mendengarkan presentasinya bersangkutan dengan jilbab. Setelah panjang lebar dia menerangkan, akhirnya dia mengatakan “saya tidak menemukan satu ayat pun dalam tafsir imam qurthubi yang berjumlah hampir 3 jilid itu, tentang diperintahkannya wanita berjilbab, akan tetapi imam al Qurtubi mengatakan bahwa itu adalah produk budaya” dengan sangat sungguh-sungguh ust yang sekarang lebih memilih jualan di pasar  itu menceritakan.

kemudian beliau melanjutkan “setelah itu tiba-tiba ada wanita bercadar berdiri dimana dia adalah seorang mahasiswi al Azhar yang berasal dari Kalimantan mengatakan “maaf bapak, saya telah membaca tafsir imam al Qurtubi hingga lima kali khatam, akan tetapi saya tidak pernah menemukan kalimat bahwa jilbab itu adalah hasil produk budaya, di halaman berapakah kalimat itu berada? wahh langsung saja mixnya di berikan MC lalu ke belakang” demikian akhir kisahnya.

Beliau Ust Mustaqim,Lc juga mengatakan sangat beda antara orang yang belajar dalam bidang al Quran meskipun dia seorang profesor dengan seorang Mufasir, karena seorang Mufasir pasti akan menyelaraskan amal dan ilmunya, sedangkan Quraish Shihab membiarkan anaknya telanjang tanpa jilbab.

Semoga umat Islam Indonesia tidak terkecoh kepada para Ulama atau Asatidz yang bertitle tinggi tapi liberal dibandingkan para penyeru tauhid yang lurus. (KSL)

Sumber Berita: www.islamlagi.com/  Senin, 16 Desember 2013 – 14:22:06 WIB

 

(nahimunkar.org) 


 

(Dibaca 3.614 kali, 1 untuk hari ini)