Bukan lelaki dan bukan perempuan saja, rata-rata begitu tertangkap, para koruptor mendadak seakan alim dan khusyu’ dalam beragama. Ada yang langsung berjilbab, ada pula yang puasa Senin Kamis bahkan puasa Nabi Daud (selang-seling, sehari puasa sehari tidak).

Ini tergolong fenomena baru. Kalau gejala yang sudah lama, biasanya orang baru mendekat-dekat ke masjid ketika sudah pension. Tadinya ketika masih menjabat, belum tentu  nginjik  (sudi menginjakkan kakinya di) masjid, walaupun dekat.

Apakah yang begitu mau disalahkan pula?

Ya tidak… masa’ ada gejala insaf malah disalahkan? Kan ini hanya sekadar mengungkap gejala. Boleh juga kan?

Inilah beritanya.

***

Fenomena Koruptor Mendadak Agamis Pasca Terseret Kasus Hukum

JAKARTA – Berubahnya sikap para tersangka kasus korupsi menjadi lebih agamis diapresiasi oleh Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Indonesia (UI) Achyar Salmi. Menurutnya sikap demikian merupakan bentuk pendekatan diri kepada Tuhan.

“Ya kalau menurut saya bersyukurlah orang seperti itu, mendekatkan diri kepada Tuhannya sesuai agamanya, paling tidak mendekatkan ke Tuhannya, itu tanda mereka memasrahkan diri menerima keadaan apa adanya, kalau mereka bermasalah hukum menurut saya jauh lebih bagus dia pasrah menerima dan mengadu ke Tuhanya,” ujar Achyar saat berbincang dengan okezone, Senin (5/3/2012).
Namun, Achyar tak memungkiri sikap berubah para tersangka tersebut merupakan bentuk pencitraan dihadapan publik dan majelis hakim agar mendapat simpati dan keringanan hukuman. “Banyak kemungkinan antara lain seperti itu,” tuturnya.

Seharusnya, sambung Achyar sikap demikian ada sejak para pejabat dan politikus tersebut belum terseret kasus hukum. “Kita berharap terutama para pejabat yang potensial korupsi kalau dari awal mendekatkan diri ke Tuhanya, pasti tidak ada korupsi. Kadang orang yang lagi berkuasa lupa sama Tuhannya sehingga melakukan perbuatan tindak pidana,” katanya.

Fenomena seperti ini, menurutnya, menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan pejabat lainnya. terkait benar atau tidaknya mereka bersikap agamis secara mendadak dalam rangka mendekatkan diri ke Tuhannya, masyarakat kini sudah cerdas dalam menilai.

“Masyarakat pintar, mana orang-orang yang benar-benar memasrahkan diri, mengadukan nasib ke Tuhan. Dan si pelaku sendiri yang tahu. Dalamnya laut bisa diduga, dalamnya hati siapa yang tahu,” ucap Achyar.

Seperti diketahui, fenomena mendadak agamis terlihat dari para tersangka korupsi pasca ditetapkan tersangka dan ditahan oleh aparat penegak hukum. Hal itu seperti yang dilakukan oleh Dhana Widyatmika, pegawai pajak golongan IIIc yang memiliki harta puluhan miliar direkeningnya kerap melakukan Puasa Daud selama dalam tahanan dan meminta dibawakan buku doa.

Hal yang juga terjadi pada tersangka kasus suap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Nunun Nurbaeti. Dalam persidangan kemarin Nunun enggan mengajukan eksepsi karena meniru Nabi Yusuf. Jauh sebelum Nunun dan Dhana, Gayus Tambunan sudah melakukan. Gayus kerap berpuasa Senin-Kamis dalam tahanan. Begitu juga dengan mantan Putri Indonesia 2001 yang ditetapkan tersangka oleh KPK, Angelina Sondakh. Dalam tiap kesempatan wawancara dan di akun twitter-nya, Angie selalu melontarkan kalimat-kalimat agamis. (sus)

(ahm) Susi Fatimah – Okezone Selasa, 6 Maret 2012 08:49 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 701 kali, 1 untuk hari ini)