UM`AT, 09 RAMADHAN 1436H / JUNE 26, 2015

Pria Syiah

JAKARTA (Panjimas.com) – Kepolisian dari Polda Metro Jaya mendeportasi pria Syi’ah asal Iraq yang sebelumnya diiizinkan tinggal di Indonesia. Sebab, pria Syi’ah ini melakukan pelanggaran hukum karena telah melecehkan dua wanita di Apartemen Kalibata City.

Dari informasi yang disampaikan polisi, pelaku bernama Hussein Hashim. Dia masuk ke Indonesia dengan izin tinggal sebagai pengungsi atas rekomendasi dari lembaga PBB yang mengurusi para pengungsi, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Salah seorang korban berinisial E menceritakan sosok Hussein Hashim dalam blognya. Dia menceritakan dengan detail dan terbuka soal peristiwa bejat yang dilakukan pria Syi’ah Iraq tersebut dan juga menampilkan foto pelaku lengkap dengan latar belakangnya.

Ada empat foto yang diposting oleh E. Pertama adalah identitas lengkapnya Hussein sebagai pengungsi UNHCR. Dia bernama lengkap Hussein Hashim Hussein Zalzala. Dia lahir pada 2 September 1977 dan mulai masuk ke Indonesia pada tanggal 24 Maret 2015.

Selanjutnya, ada foto saat dia ditangkap usai kabur, lalu diinterogasi oleh petugas keamanan Apartemen Kalibata City. Setelah itu, ada foto ketika pria Syi’ah Iraq itu duduk di Polda Metro Jaya. Ketika di Polda Metro Jaya, E bercerita pelaku sempat minta maaf.

Pria Syiah01

“Pelaku mendatangi saya kemudian  bersimpuh serta mengatakan, “Madam, this Ramadhan, Allah give you Rahmatan lil alamin.. please forgive me.. “ .. aku melihat sebentar ke pelaku dan kemudian berdiri keluar,” cerita E pada Jum’at (26/6/2015) seperti dilansir detikcom.

Dari laporan kepolisian, diketahui ada dua wanita yang menjadi korban Hussein di Kalibata City. Kejadian pertama terjadi pada Senin (22/6/2015) malam, dan korbannya adalah seorang mahasiswi dan memakai jilbab. Hussein mencoba melakukan perilaku bejatnya dengan memeluk dan mencium korban di dalam lift.

Peristiwa kedua terjadi pada Rabu (24/6/2015) malam dan menimpa E. Bokong dia dipegang oleh pria Syi’ah Iraq tersebut. E kemudian melapor ke satpam dan pria Syi’ah Iraq itu diamankan. Pria Syi’ah Iraq itu sempat kabur namun dikejar dan tertangkap. Pihak keamanan membawa pelaku ke Polda Metro Jaya malam itu juga. Pihak keamanan menghadirkan korban pertama dan kedua yang kemudian membuat laporan.

Sementara itu, aparat Polda Metro Jaya sempat menahan tersangka selama 1×24 jam, hingga kemudian menyerahkan pria Syi’ah Iraq itu ke Imigrasi untuk mengusir paksa. “Kami meminta deportasi tadi malam, kami serahkan ke Imigrasi,” tegas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti.

Menurut Krishna, deportasi adalah hukuman terberat bagi seseorang yang berstatus pengungsi seperti Hussein. “Pendeportasian lebih berat. Sementara kasus pelecehan memerlukan proses pemeriksaan agak panjang, kalau tidak cukup bukti tidak ditahan. Jadi kami kirim ke Imigrasi untuk dideportasi,” tambahnya.[GA]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 21.363 kali, 1 untuk hari ini)