Kalau masih ada pejabat yang clometan seperti Ahok yang bilang miras itu dibutuhkan, maka baca kebejatan anak-anak pelajar yang pesta miras ini.

***

Pesta Miras dan Seks, Sembilan Pelajar Brangsong Digaruk Polisi

Miras yang diamankan aparat Polsek Kaliwungu Kendal Jawa Tengah saat penggrebekan belasan pelajar yang tengah pesta miras di Hutan Darupono

KETERLALUAN memang kelakuan sembilan pelajar SMP dan SMA di Kendal ini. Meski masih duduk di kelas satu SMP namun mereka sudah menenggak miras oplosan.

Kesembilan pelajar, satu di antaranya perempuan, diamankan Polsek Kaliwungu saat pesta miras di sebuah hutan kawasan Darupono Kaliwungu, Senin (14/12) siang.

Dua pelajar SMA yang amankan adalah AM dan NSK. Sedangkan tujuh pelajar SMP yakni PK, KW, RBS, DP, SLH, PA dan AS. Semua pelaku masih satu yayasan sekolah swasta di Kecamatan Brangsong. Pelajar ini ditangkap warga yang melihatnya sedang pesta minuman keras. Satu pelajar perempuan juga ikut diamankan dan dalam keadaan mabuk.

Saat penangkapan oleh warga, jumlah pelajar yang ikut pesta miras oplosan berjumlah belasan dan sebagian melarikan diri. Diduga pelajar yang masih mengenakan seragam ini diduga hendak pesta seks usai menenggak minuman keras oplosan.

Polisi mengamankan dua liter minuman keras oplosan dan empat sepeda motor, menurut keterangan pelajar putri yang diamankan, awalnya rombongan pelajar ini jalan-jalan ke Gua Kiskendo Singorojo Kendal.

“Saat hendak kembali ke Kaliwungu bertemu kelompok pelajar lain dan diajak pesta miras di sebuah hutan kawasan Darupono,” kata melati (nama samaran)

Dikatakan, setidaknya ada tujuh pelajar perempuan dan belasan pelajar laki-laki ikut dalam pesta miras tersebut namun sebagian berhasil kabur saat digerebek warga sekitar hutan.

“Saya dipaksa meminum oplosan oleh teman-temannya hingga rasanya pusing.  Teman teman saya yang perempuannya juga dipaksa meminum oplosan tapi berhasil kabur bersama teman laki-laki,” imbuhnya saat dimintai keterangan polisi.

Sementara itu Kapolsek Kaliwungu, AKP Satya Adi Nugraha mengatakan sembilan pelajar yang diamankan ini selanjutnya didata dan polisi memanggil orangtua serta guru yang bersangkutan “Pelajar ini diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali,” jelasnya.

Pelajar yang diamankan kemudian diberi arahan sekaligus memabuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, pihaknya memanggil pihak sekolah dan orang tua siswa.

“Mereka ini kan masih pelajar, jadi kami beri arahan supaya tidak mengulangi lagi. Sekaligus tahu bahaya miras terutama oplosan,” lanjutnya.

Dari kasus ini, pihaknya mengaku akan memperketat peredaran miras di wilayah hukumnya.

“Kami akan melakukan patroli secara intensif. Meskipun sejauh ini, miras sebenarnya berasal dari luar Kaliwungu,” imbuhnya. (MJ-01) 14/12/2015

***

Ahok Sebut Tidak Bahaya Konsumsi Miras, Ini Bantahan Telak Ketua GeNAM

Posted on Apr 15th, 2015

by nahimunkar.com

Ahok-0001

ALHIKMAH.CO,– Ketua Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) Fahira Idris mengecam keras pendapat Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama atau Ahok yang menganggap tidak ada salah dan bahayanya masyarakat mengonsumsi minuman keras (miras).

“Salahnya bir banyak, bahkan sangat banyak,” tukas Fahira, di Jakarta (07/04/2015).

“Apa dasar dia bilang mengosumsi bir tidak masalah? Tunjukkan pada saya bila ada penelitian yang menyimpulkan meminum bir tidak berbahaya,” lanjutnya terheran-heran.

Fahira mengatakan, anggapan bahwa jika bir dikonsumsi dalam dosis wajar akan dapat bermanfaat bagi kesehatan adalah mitos belaka. Faktanya, lanjut Fahira, bir sama berbahayanya dengan anggur (wine) atau vodka, karena mengandung banyak komposit berbahaya yang diproses dari hasil fermentasi.

Komposit yang beracun (biasanya fermentasi limbah) ini, jelas Fahira, meliputi Aldehida, minyak Fusel, Metanol, Eter dan sebagainya. Aldehid, lanjut Fahira, adalah bahan kimia yang diproduksi oleh mikroorganisme yang jika dikonsumsi mengganggu sistem tubuh seseorang. Sedangkan minyak Fusel itu campuran Propil, Isopropil, dan Alkohol rantai lurus dan bercabang dan seringnya beracun. Minyak Fusel ini jika dikomsumsi membuat tidak enak badan seperti mabuk setelah diminum. Sementara Eter adalah zat yang mudah terbakar makanya sering digunakan untuk penambah bahan bakar dan juga dipakai sebagai obat bius medis.

“Itulah zat-zat yang dibilang Ahok tidak berbahaya? Silahkan nilai sendiri,” lanjut Fahira.

Wakil Ketua Komite III DPD-RI ini juga berpendapat yang paling bahaya dari bir adalah efek ketergantungan yang membuat kecanduan. Menurutnya, orang yang sudah kecanduan pasti mengalami gangguan psikologis yang berat sampai anosognosia atau membuat orang lepas kontrol.

“Apa yang saya sampaikan ini ilmiah dan hasil penelitian, bukan asal ngomong seperti Gubernur Jakarta yang pemberani itu,” sindir Wakil Ketua Komite III DPD yang salah satu lingkup tugasnya bidang kesehatan juga.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.437 kali, 1 untuk hari ini)