Kasus tragis terjadi pada 2 April 2016 lalu di Lembak, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. 14 remaja belasan tahun itu sedang pesta minuman keras (miras) jenis tuak sebanyak 14 liter. Dalam kondisi pengaruh miras, mereka lalu mencegat Yuyun (siswi SMP) yang sedang jalan kaki, pulang dari sekolah. Gadis bau kencur itu lalu dibekap dan diseret ke semak-semak kebun karet yang berada tak jauh dari lokasi.

Korban tak bisa meronta karena kalah tenaga. Ia lalu dijatuhkan ke tanah dan dipreteli pakaiannya. Satu per satu 14 pelaku menggilirnya hingga bocah malang itu tewas. Meski sudah jadi mayat, sebagian dari para pelaku kembali melakukan perbuatan keji itu./ batamnews.co.id (grup medansatu.com), Rabu (4/5/2016)

 ***

Begitu Dahsyat Bahaya Miras, Tak Ada Alasan untuk Bolehkan Beredar

Begitu dahsyatnya pengaruh miras terhadap diri seseorang (seperti kasus-kasus sangat merisaukan masyarakat), maka tidak ada alasan untuk membiarkan berbagai miras beredar. Korban miras jauh lebih besar dari korban terorisme. Oleh karena itu, sudah sepantasnya operasi pemberantasan miras dilakukan secara lebih seru sebagaimana operasi melawan terorisme. Bukan malah sebaliknya, ada gejala untuk melindungi peredarannya.

Seharusnya, kalau ada tanda-tanda menenggak miras atau mengedarkan, memproduksi, menyimpan, menjajakan dan membantu pengadaannya; maka perlu ditangkap, sebagaimana menguber teroris.

Miras bukan sekadar merusak raga, otak, jiwa pelakunya belaka, tetapi merusak orang-orang yang dijadikan korbannya. Entah itu perkosaan, pembunuhan, ataupun pencurian dan kejahatan lainnya.

Dalam Islam minuman keras atau khamr itu telah dinyatakan sebagai induk kekejian.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan dengan tegas:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- « الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ وَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَلاَةً أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَإِنْ مَاتَ وَهِىَ فِى بَطْنِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً ». وَاللَّفْظُ لأَبِى عُمَرَ الْقَاضِى.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Khamr itu adalah induk keburukan (ummul khobaits) dan barangsiapa meminumnya maka Allah tidak menerima sholatnya 40 hari. Maka apabila ia mati sedang khamr itu ada di dalam perutnya maka ia mati dalam keadaan bangkai jahiliyah. (HR At-Thabrani, Ad-Daraquthni dan lainnya, dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ hadits nomor 3344).

Allah Ta’ala telah melarang keras khamr dengan firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (90) إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ [المائدة/90، 91]

(90) Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (91)Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS Al-Maaidah: 90, 91).

Secara terinci, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dilaknatnya orang-orang yang berkaitan dengan khamr:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- :« لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَ إِلَيْهِ ». زَادَ جَعْفَرٌ فِى رِوَايَتِهِ :« وَآكِلَ ثَمَنِهَا ». حديث ابن عمر : أخرجه أبو داود (3/326 ، رقم 3674) ، والحاكم (4/160 ، رقم 7228) وقال : صحيح الإسناد . والبيهقى (6/12 ، رقم 10828) .

Dari Ibnu Umar, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah melaknat khamr (minuman keras) , peminumnya, penuangnya (pengedarnya), penjualnya, pembelinya, pemerasnya (pemroses membuatnya), orang yang minta diperaskannya (minta dibuatkannya), pembawanya, dan orang yang dibawakan kepadanya.” Ja’far dalam riwayatnya menambahkan: “dan pemakan harganya.” (Hadits Ibnu Umar dikeluarkan oleh Abu Dawud no. 3674 –dishahihkan oleh Al-Albani–, Al-Hakim no. 7228, ia berkata sanadnya shahih, dan Al-Baihaqi no. 10828, lafal ini bagi Al-Baihaqi).

Lebih dari itu, peminum miras diancam haram masuk surga. Dalam hadits:

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمْ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخُبْثَ

Dari Salim bin Abdillah bin Umar bahwa dia mendengar (bapak)nya berkata, telah menceritakan kepadaku  Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka: pecandu khamer, anak yang durhaka kepada orang tua, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian.” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani  dalam Shahih al-Jami’ nomor 3052, dalam Al-Jami’ As-Shaghir wa ziyadatuh nomor  5363)

Lebih lengkapnya ada di artikel Antara Dahsyatnya Bahaya Miras dan Nekatnya Manusia dalam Menentang Allah https://www.nahimunkar.org/antara-dahsyatnya-bahaya-miras-dan-nekatnya-manusia-dalam-menentang-allah/

(nahimunkar.com)

***

Siswi SMP Ini Terus Digilir 14 Pelaku Meski Telah Tewas. Ini Fakta Rekonstruksi…

rekonstruksi-yuyun-bengkulu-medansatu

MEDANSATU.COM, Bengkulu – Fakta yang terungkap saat rekonstruksi pembunuhan siswi Kelas I SMP, Yuyun (14), membuat warga geram.

Pasalnya, meski gadis ABG itu telah tewas, 14 remaja pelakunya masih terus menggilirnya. Luar biasa sadis! Melebihi binatang…

Seperti yang dilansir batamnews.co.id (grup medansatu.com), Rabu (4/5/2016), kasus tragis ini terjadi pada 2 April 2016 lalu di Lembak, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Saat itu 14 remaja belasan tahun itu sedang pesta minuman keras (miras) jenis tuak sebanyak 14 liter.

siswi-smp-perkosa-bengkulu-medansatu

Evakuasi jasad korban oleh petugas. (medansatu.com/harianrakyatbengkulu)

Dalam kondisi pengaruh miras, mereka lalu mencegat Yuyun yang sedang jalan kaki, pulang dari sekolah. Gadis bau kencur itu lalu dibekap dan diseret ke semak-semak kebun karet yang berada tak jauh dari lokasi.

Korban tak bisa meronta karena kalah tenaga. Ia lalu dijatuhkan ke tanah dan dipreteli pakaiannya. Satu per satu 14 pelaku menggilirnya hingga bocah malang itu tewas. Meski sudah jadi mayat, sebagian dari para pelaku kembali melakukan perbuatan keji itu.

Dalam rekonstruksi yang digelar Polres Rejang Lebong, kemarin, peristiwa yang membuat pilu warga itu diungkap dengan jelas, adegan per adegan.

Sebelum melakukan aksi bejatnya, para remaja itu menonton film bokep dari HP sambil menenggak tuak. “Para tersangka yang awalnya De, Fe, Al dan Su membeli tuak dan meminumnya di rumah De. Tak lama kemudian muncul 8 tersangka lain bersama 2 pelaku yang kini masih diburon,” kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Dirmanto.

Menonton film bokep sambil minum tuak, membuat birahi 14 pelaku pun meninggi. Saat itulah korban melintas. Mereka langsung menghadang, lalu membekap dan menyeretnya ke semak-semak. Agar tak bisa memberontak, tangan korban diikat.

Perbuatan sadis itu pun dilakukan. Rata-rata pelaku mengulangi perbuatan terkutuk itu, 3-4 kali, meski saat itu Yuyun telah tewas. Lalu pelaku De, membuang tubuh korban ke jurang di kebun karet itu dengan cara digelindingkan dengan kaki.

Untuk menghilangkan jejak, para pelaku menutupi jasad korban dengan daun pakis. “Para pelaku saling menyangkal keterangan temannya, dan saling menuding temannya yang lain yang memulai perbuatan sadis ini,” ujar AKBP Dirmanto.

Diberitakan sebelumnya, Dirmanto mengatakan, para pelaku ditangkap berawal dari operasi penangkapan yang dipimpin Kapolsek Padang Ulak Tanding didampingi penjabat Kades Kasie Kasubun, Aji Kelas.

Pada Jumat (8/4/2016), polisi berhasil membekuk tiga tersangka, yakni Dedi Indra Muda alias Edit (19), Tomi Wijaya (19) alias Tobi, dan D alias J (17), yang semuanya warga Dusun IV, Desa Kasie Kasubun.

Dari keterangan tiga tersangka ini, petugas lalu menangkap pelaku lainnya, pada Sabtu (9/4/2016) sembilan pelaku lainnya berhasil ditangkap, yakni Suket (19), Bobi (20), Faisal alias Pis (19), Zainal (23), Febriansyah Saputra (18), Sulaimansyah (18), A (17).

Sedangkan tersangka S (16) dan EG (16) ini masih berstatus pelajar dan kakak kelas korban di SMPN 5 Padang Ulak Tanding. Para pelaku berasal dari Dusun V Desa Kasie Kasubun, dan rata-rata sudah putus sekolah.

“Dari kesembilan tersangka hasil pengembangan ini, diketahui dua orang masih berstatus pelajar dan merupakan kakak kelas korban. Ironisnya, para pelaku yang ditangkap ini sebelumnya ikut melakukan pencarian terhadap korban, kemudian ikut menggali kubur, dan proses persedekahan di rumah korban,” ujarnya.

Disebutkannya, kasus ini bermula saat empat tersangka mengumpulkan uang sebesar Rp 40 ribu. Uang itu lalu dibelikan tuak, mereka pun minum minuman keras (miras) itu ramai-ramai. Dalam kondisi pengaruh miras, para pelaku menunggu korban pulang sekolah.

Saat korban melintas, para pelaku menghadangnya. Korban lalu dibekap dan diseret ke kebun. Di kebun itu tersangka diikat, lalu digilir oleh para pelaku.

“Sangat keji, meski korban telah tewas, para pelaku kembali kembali menggilirnya, sehingga masing-masing pelaku melakukannya dua sampai tiga kali,” tandasnya.(msc)*/medansatu.com/haohotel.info

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.989 kali, 1 untuk hari ini)