Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin

Bogor (SI Online) – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin mengajak Syafii Maarif untuk mengkaji bersama terkait perbedaan pendapat diantara keduanya tentang masalah penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

“Saya ajak ketemu saja dengan Buya Syafii, saya mengistilahkan kepada beliau ngaji, kita ngaji bareng. Alqurannya ada, tafsirnya ada, haditsnya ada, ya kita diskusikan bersama tentang pernyataan Ahok itu,” kata Kyai Didin saat mengisi kajian Subuh di Masjid Al-Hijri II, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Selasa (8/11/16).

Saat ini keduanya saling balas argumen terkait kasus penistaan agama oleh Ahok. Sebabnya tidak lain tulisan Syafii Maarif yang tidak memihak kepada keputusan dan aspirasi umat Islam dari berbagai kalangan, yaitu menuntut penegakan hukum kepada penista agama.

Kyai Didin berada dalam posisi mendukung dan membersamai keluarnya sikap keagamaan MUI, sementara Syafii Maarif justru menganggap putusan MUI yang menghasilkan Aksi Damai Bela Islam itu tidaklah cermat, kurang teliti, subjektif dan tidak adil terhadap Ahok, yang menurutnya kasus Ahok tidak ada penghinaan terhadap agama Islam.

Sikap Syafii Maarif tersebut menimbulkan pertanyaan dari jamaah, kenapa ia lebih sering tersinggung dengan keputusan dan tindakan kaum Muslimin, ketimbang tindakan non Muslim?

“Ya itu yang saya heran, kita heran kan, kenapa beliau begitu luar biasa membelanya. Alasannya sih katanya supaya kita adil terhadap non Muslim, adil sama non Muslim tapi tidak adil terhadap kaum Muslimin.” jawab Kyai Didin.

rep: muawin – red: adhila

Sumber: suara-islam.com/Selasa, 08/11/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 21.788 kali, 1 untuk hari ini)