KIBLAT.NET — Tak tahan keyakinan tauhidnya diusik, Imam Bukhori (20) terpaksa menikam Wahyu Kristianto hingga tewas. Wahyu adalah teman kos Imam, yang sering mengajak debat masalah agama.

Wahyu menantang Imam untuk dapat menunjukkan keberadaan Tuhan. Hal itu diulang berkali-kali sehingga Imam tersinggung.

Dikutip dari detik.com, tragedi penusukan itu bermula saat keduanya nongrong di warung Sukodadi hingga larut malam pada 4 Februari 2014 silam. Setelah keduanya kembali ke kos mereka di Jalan Dua Toru Rt. 06/004, Ngagameting, Alok Timur, Sikka, keduanya melanjutkan perdebatan hingga menjelang Subuh.

Saat Wahyu duduk di kamarnya, Imam mengeluarkan pisau yang telah disiapkan dan disembunyikan di kamar mandi. Imam langsung menusuk Wahyu berkali-kali hingga tewas. Imam sempat kabur, namun jejaknya segera terendus. Menjelang siang, Imam dibekuk polisi.

Atas perbuatannya, Imam pun diadili dengan pasal pembunuhan berencana. Jaksa menuntut Imam untuk dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Siapa sangka, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Maumere menjatuhkan hukuman lebih tinggi dari tuntutan jaksa.

“Menjatuhkan hukuman selama 18 tahun penjara,” putus majelis PN Maumere sebagaimana dilansir website MA, Minggu (14/9/2014).

Duduk sebagai ketua majelis Budi Aryono dengan anggota I Nyoman Dipa Rudiana dan I Made Wiguna. Dalam vonis yang diketok pada 19 Agustus 2014 itu, Imam terbukti melakukan pembunuhan berencana.

“Perbuatan terdakwa menghilangkan nyawa orang lain dan menimbulkan penderitaan bagi keluarga korban,” ucap majelis secara bulat.

Sementara itu dari Jakarta, anggota TPM (Tim Pengacara Muslim) Farid Ghozali, SH. mempertanyakan putusan hakim tersebut. “Seharusnya majelis hakim mempertimbangkan hal yang meringankan terdakwa,” katanya saat dihubungi kiblat.net.

“Adanya pembunuhan tersebut bukan semata niat jahat pelaku. Kalau majelis hakim bisa menemukan adanya penghinaan atau penistaan terhadap Islam (agama yang dianut Imam—Red) ya seharusnya bisa jadi hal yang meringankan,” imbuh Farid.

Reporter : Ali

Editor: Hamdan

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.143 kali, 1 untuk hari ini)