SOLO, suaramerdeka.com – Belasan anggota polisi di lingkungan Polresta Surakarta diduga mengonsumsi jenis psikotropika maupun jenis obat lain yang masuk golongan obat terlarang. Hal itu berdasar tes urine yang telah dilakukan, pada Selasa (21/10).
Berdasar informasi dari sejumlah sumber menyebutkan jumlah anggota yang positif berdasar tes urine berbeda-beda. Ada yang menyebut 16 hingga 17 anggota yang berasal dari berbagai kesatuan dan ada yang berdinas di polsek setelah dilakukan tes urine diduga positif.
Sumber yang menyampaikan data tersebut enggan menyebut nama dengan berbagai pertimbangan. “Ada sekitar 16 anggota dari beberapa kesatuan yang menjalani tes urine dinyatakan positif,” kata seorang perwira yang tidak bersedia disebut pangkat dan jabatannya.
Namun untuk mendapat kepastian jumlah personel yang positif mengonsumsi narkoba atau obat lain yang masuk golongan terlarang, belum mendapat konfirmasi secara resmi.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iriansyah saat dikonfirmasi, masalah tersebut bisa ditanyakan ke Kasat Narkoba.
“Saya belum lakukan tes, tadi pagi (Senin-red), saya hanya memberikan arahan kepada anggota yang kinerjanya kurang agar menjadikan perhatian,” jelas Kapolresta melalui pesan singkatnya, Senin (27/10) sore.
Berdasar pantauan Suara Merdeka, Senin kemarin, sejumlah anggota bersama istrinya yang tergabung dalam ibu-ibu bhayangkari dikumpulkan di Aula Polresta Surakarta. Di Aula tersebut, kata Kapolresta, tidak ada tes urine. “Saya hanya memberikan pengarahan kepada anggota yang kinerjanya kurang agar menjadi perhatian untuk menjalankan tugas yang lebih baik,” paparnya.
Perwira Menengah dengan pangkat melati tiga itu tetap tidak menjelaskan anggota yang dinyatakan positif berdasar tes urine. Dia hanya menandaskan jika ada anggota yang terlibat dalam kasus narkoba, tentu akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, seluruh anggota dari berbagai kesatuan maupun anggota yang berdinas di beberapa Polsek, Selasa (21/10), mendadak menjalani tes urine. Pelaksanaan tes urine tersebut dilaksanakan serentak dan dijalani anggota Polri lainnya yang berada di berbagai daerah.
Hasil tes urine, disebut-sebut ada 16 hingga 17 anggota Polresta Surakarta positif mengandung obat terlarang atau obat lain yang masuk golongan ilegal untuk dikonsumsi.
Terkait masalah ini, Kasat Narkoba Kompol Kristiyono membantah kalau ada anggota yang menjalani tes urine dinyatakan positif mengandung narkoba. “Kami tegaskan tidak ada yang positif mengonsumsi narkoba,” paparnya saat dikonfirmasi Senin petang.
(Sri Hartanto/CN41/SMNetwork) 27 Oktober 2014 17:20 WIB

(Dibaca 1.273 kali, 1 untuk hari ini)