Beredar Undangan dari Pihak Istana Untuk ‘Lumpuhkan’ Mahasiswa

Ditengarai ajakan ini untuk menggembosi gerakan mahasiswa.

Inilah beritanya.

***

Ultimatum Presiden Jokowi, KAMMI Tak Tergoda Rayuan Istana

Written by  detaksumutPublished in NasionalSaturday, 18 April 2015 07:32

Detaksumut -Rayuan pihak istana tak digubris oleh Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI). Organisasi mahasiswa ini tetap akan demo besar-besaran 20 Mei 2015.

Seperti diungkapkan Andriyana, Ketua Umum (PP KAMMI) pihaknya membenarkan adanya undangan dari Wantimpres sebagai nara sumber diskusi di istana pekan depan. Namun dia belum tentu hadir.

“Undangan Wantimpres tidak akan menganggu agenda aksi  bulan Mei mendatang. Kalaupun nanti ada semacam arahan penggembosan terhadap gerakan kami, itu tidak mungkin bisa,” paparnya di Jakarta, Jumat malam (17/4/2015).

Kepada TeropongSenayan Adriyana menjelaskan, PP KAMMI sudah komitmen dan konsisten dengan perjuangan-perjuangan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat bangsa dan negara. Sehingga tak mudah tergoda rayuan penguasa.

“Sikap kita jelas, yaitu mengultimatum Presiden Jokowi. Jadi meskipun kita diajak ketemu Wantimpres atau siapapun sikap itu tidak akan berubah,” tegas Adriyana. Rencana aksi demo besar-besaran bukti sikap tegas itu.

Sebelumnya pihak BEM UI juga membenarkan undangan ini. Hanya saja Ketua BEM UI Andi Aulia Rahman mensyaratkan usai pertemuan atau diskusi dilakukan jumpa pers sehingga apa yang terjadi dalam ruang pertemuan bisa diketahui oleh masyarakat luas.

Undangan pihak istana kepada pimpinan gerakan mahasiswa sebagai nara sumber diskusi masalah kebangsaan pada 21 April 2015 juga dibenarkan Sekjen PB HMI. Hanya saja pihak PB HMI juga belum memastikan akan hadir memenuhi undangan itu.

Kemarin, TeropongSenayan memberitakan ihwal beredarnya surat mengatasnamakan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengundang para Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ditengarai ajakan ini untuk menggembosi gerakan mahasiswa.

Surat berkop Kementerian Sekretariat Negara unit kerja Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden tertanggal 14 April 2015. Surat ditandatangani oleh Sekretaris Wantimpres bernama Subiantoro. Surat berstempel Kementerian Sekretaris Negara.(ris)

Read 8 timesLast modified on Saturday, 18 April 2015 07:36

– See more at: http://detaksumut.com/index.php/en/news/nasional/item/3635-ultimatum-presiden-jokowi-kammi-tak-tergoda-rayuan-istana#sthash.QywofabL.dpuf

Beredar Undangan dari Pihak Istana Untuk ‘Lumpuhkan’ Mahasiswa

Ditengarai ajakan ini untuk menggembosi gerakan mahasiswa.

Menjelang aksi demo mahasiswa besar-besaran bulan Mei, beredar surat dari pihak Istana mengatasnamakan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengundang para Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ditengarai ajakan ini untuk menggembosi gerakan mahasiswa.

Surat berkop Kementerian Sekretariat Negara unit kerja Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden tertanggal 14 April 2015. Surat ditandatangani oleh Sekretaris Wantimpres bernama Subiantoro. Surat berstempel Kementerian Sekneg.

Surat itu berisi undangan kepada para Ketua BEM serta pimpinan Ormas Mahasiswa dan Pemuda untuk menjadi nara sumber diskusi terbatas bertajuk “Dialog Mencari Solusi Permasalahan Bangsa”.

Acara diskusi, sebagaimana terterta dalam surat, dilakukan pada Selasa (21 April 2015) pukul 12.00 hingga 16.00 ruang Rapat Besar lantai II, Kantor Dewan Pertimbangan Presiden, jalan Veteran III nomor 2, Jakarta Pusat.

Pada lampiran tercantum nama-nama Ketua BEM yang diundang sebagai nara sumber. Mereka antara lain adalah dari UI, ITB, IPB, Unibraw, UGM, Unhas, Universitas Muhamadiyah Makassar, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta USU. Selain itu juga mengundang KAMMI, Ketua GMNI, Ketua GMKI, Ketua PMKRI, PB HMI serta PMII.

pkspiyungan.org, Sabtu, 18 April 2015

***

Ketua BEM UI Benarkan Ada Undangan Istana

Jumat, 17 April 2015 – 15:01:54

Oleh Ahmad Hatim Benarfa, TEROPONGSENAYAN

Sumber foto : Eko Hilman

Andi Aulia Rahman

 KAMMI

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Andi Aulia Rahman membenarkan adanya undangan dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Tidak hanya dirinya yang mendapat undangan tetapi juga sejumlah BEM‎ dari berbagai kampus di Indonesia.

“Saya belum tahu maksud dan agenda besarnya dari undangan Wantimpres tersebut. Saya diagendakan menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan dari para utusan BEM dengan pihak istana tersebut,” kata Andi saat di hubungi TeropongSenayan di Jakarta, Jumat (17/04/2015).

Andi mengatakan, melalui undangan ini kemungkinan pihak Wantimpres berusaha memfasilitasi utusan mahasiswa untuk dapat memberikan masukan kepada Presiden Joko Widodo secara langsung. “Tapi saya belum tahu sama sekali. Jadi baru tahu ada undangan saja agendanya belum,” tambahnya.

Saat ini dia juga tengah berkomunikasi dengan sejumlah BEM lain yang turut diundang ke istana Selasa (21/04/2015). “Jadi kita mempersiapkan apa saja materi untuk menjadi masukan bagi presiden nantinya. Yang jelas kita tetap fokus pada isu-isu kerakyatan,” jelasnya.

‎Andi mengatakan sejauh ini belum ada kordinasi lanjutan dari pihak istana dengan sejumlah BEM yang diundang. Andi menegaskan dirinya akan terbuka terhadap publik terkait apa yang menjadi poin pembahasan dalam pertemuan BEM dengan pihak istanan nantinya.

“Kita akan meminta dilakukan konferensi pers pasca pertemuan,” tutupnya.(ss)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 734 kali, 1 untuk hari ini)