Jangan berbangga dulu dengan kemajuan yang ada di negara Jepang, Eropa, Amerika dan lainnya. Anda harus akui bahwa kehidupan moral mereka pun jauh lebih buruk.

Penyakit kelamin semacam sipilis, gonorhae bahkan HIV di negeri maju yang kita banggakan itu ternyata bukan hanya melanda para pelacur saja, tetapi sudah menjadi penyakit semua orang termasuk anak-anak. Kita tidak bisa bayangkan kalau murid SD sudah terjangkit penyakit kelamin.

Dan sebagai bagian dari warga negara maju, Anda harus ikhlas kalau malam ini isteri Anda harus tidur dengan atasannya, besok malam dengan bawahannya, besoknya lagi tidur dengan sopir perusahaan, besoknya lagi ditiduri oleh pengantar pizza.

Di negeri maju yang kita banggakan itu, orang tua bila dianggap sudah tidak berguna lagi, maka tempatnya cuma satu: panti jompo.

***

TANYA: Ada yang mengatakan bahwa judi, minuman keras dan seks bebas akan merusak sebuah masyarakat. Tapi yang saya lihat Jepang melakukan semua kemaksiatan tersebut, tapi negaranya tetap maju. Saya jadi berpikir, sebenarnya apa sih yang membuat masyarakat jadi baik?

JAWAB: Dikutip dari rumahfiqih.com, barangkali yang sedang Anda rasakan ini sama dengan yang dirasakan oleh ulama Mesir di masa lalu. Beliau adalah Muhammad Abduh.

Beliau sempat pergi dan melihat-lihat Eropa, meski pun beliau berasal dari Mesir. Di Eropa, beliau cukup terkesima melihat kehidupan yang teratur, birokrasi yang profesional, kebersihan yang terpelihara di mana-mana, penghargaan terhadap waktu dan seterusnya. Semua sangat kontradiktif dengan yang beliau dapati di negerinya sendiri, Mesir.

Jadi memang ada benarnya apa yang sekarang ini terlintas di benak Anda. Mungkin di Jepang ada Islam tapi minim umat Islam. Islam yang dimaksud adalah kebersihan, ketertiban, profesionalisme, efisiennya birokrasi, kemajuan teknologi dan seterusnya.

Sedangkan di Indonesia, umat Islam jumlahnya ada 200 juta lebih, tapi penerapan ajaran Islam dalam bentuk kebersihan, keindahan, kerapihan, profesionalisme dan seterusnya, mungkin masih belum ada apa-apanya dibandingkan yang sudah berjalan di Jepang.

Implementasi Syariah Islam di Negeri Islam

Harus kita akui bahwa nyaris di semua negeri Islam, syariat Islam yang sudah dijalankan masih terlalu sedikit. Jangan dulu bicara hukum potong tangan, qishash, merajam pezina, atau mencambuk peminum khamar, bahkan sekadar shalat 5 waktu sekalipun, rasanya kok masih sedikit yang melakukannya.

Bukankah kendaraan di jalan raya masih tetap berseliweran saat khatib sudah naik mimbar Jum’at? Apakah mereka yang di dalam mobil itu tidak pada shalat Jum’at?

Dan ingat, negeri kita ini masih termasuk negeri yang tertinggi dalam prestasi korupsinya. Sebab dilakukan secara berjamaah mulai dari struktur pemerintahan terendah sampai yang tertinggi. Anda bisa bayangkan, kalau seorang menteri agama yang harusnya mengurus kebajikan dan amal shaleh, selesai jadi menteri malah masuk penjara untuk urusan yang sangat memalukan: korupsi.

Jadi jangan dulu berharap terlalu besar kepada Indonesia dalam masalah hasil penerapan Islam, walau pun secara kebetulan penduduknya mengaku beragama Islam. Sebab Islam yang mereka maksud ternyata tidak lebih dari sekadar formalitas. Adapun urusan implementasi, rasanya masih banyak yang belum dilaksanakan sepenuhnya. Baik secara individu apalagi komunitas.

Tapi sebaliknya, Anda pun jangan berbangga dulu dengan kemajuan yang ada di negara Jepang, Eropa, Amerika dan lainnya.

Namun Anda harus akui bahwa kehidupan moral mereka pun jauh lebih buruk. Bayangkan, zina mereka lakukan sudah bukan lagi dengan lawan jenis tetapi dengan sesama jenis. Bahkan dilegalkan menjadi keluarga, di mana ayah dan ibunya sama-sama laki-laki.

Penyakit kelamin semacam spilis, gonorhae bahkan HIV di negeri maju yang kita banggakan itu ternyata bukan hanya melanda para pelacur saja, tetapi sudah menjadi penyakit semua orang termasuk anak-anak. Kita tidak bisa bayangkan kalau murid SD sudah terjangkit penyakit kelamin.

Orangtua Anda selama masih hidup di Indonesia, insyaAllah masih akan kita ajak tinggal di rumah kita, di rumah salah satu anak beliau. Sementara di negeri maju yang kita banggakan itu, orang tua bila dianggap sudah tidak berguna lagi, maka tempatnya cuma satu: panti jompo.

Dan Anda kalau terus-terusan tinggal di Jepang, setelah pensiun dan tidak berguna lagi dalam beberapa tahun lagi, siap-siap dijebloskan ke panti jompo.

Dan sebagai bagian dari warga negara maju, Anda harus ikhlas kalau malam ini isteri Anda harus tidur dengan atasannya, besok malam dengan bawahannya, besoknya lagi tidur dengan sopir perusahaan, besoknya lagi ditiduri oleh pengantar pizza. Sebab Anda pun harus melakukannya juga dengan bawahan Anda, atau dengan isteri tetangga, atau dengan rekan bisnis.

Seks bebas yang mengakibatkan penyakit kelamin sudah dianggap biasa, bahkan merupakan keharusan. Kita sebagai rakyat Indonesia yang masih normal, rasanya bulu roma ikut bangun mendengarnya.

Jadi kalau ditimbang-timbang, sebenarnya kemajuan Eropa, Amerika, Jepang dan negeri maju lainnya, tidak terlalu memesona juga. Apalagi di sana kita tidak bisa makan gado-gado lontong, cuma makan roti dan keju yang tanpa rasa itu. Biar bagaimana pun, sop kaki sapi Tenabang tetap lebih nikmat rasanya. []

Sumber: Islampos.com, Posted on  July 12, 2016

***

Perempuan Muslimah Adalah Yang Paling Bersih Di Muka Bumi Ini.

Kagumi ayat Quran tentang ‘iddah, pemimpin Yahudi masuk Islam

by nahimunkar.com, Sep 2nd, 2012

  • Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College  setelah mengadakan penelitian-penelitian, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam.
  • Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial.
  • Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini.

Peneliti genetika yang juga pemimpin yahudi di Albert Einstein College

Peneliti genetika yang juga pemimpin yahudi di Albert Einstein College maasuk Islam, kagumi ayat Al-Qur’an tentang ‘iddah (masa tunggu bagi perempuan yang cerai atau ditinggal mati suami).

AMERIKA – Robert Guilhem, pakar genetika dan pemimpin yahudi di Albert Einstein College menyatakan dengan tegas soal keislamannya. Dia masuk Islam setelah kagum dengan ayat-ayat Al-Quran tentang masa iddah wanita muslimah selama tiga bulan. Massa iddah merupakan massa tunggu perempuan selama tiga bulan, selama proses dicerai suaminya.

Seperti dikutip dari societyberty.com, hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan, massa iddah wanita sesuai dengan ayat-ayat yang tercantum di Alquran. Hasil studi itu menyimpulkan hubungan intim suami istri menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik khususnya pada perempuan.

Dia mengatakan jika pasangan suami istri (pasutri) tidak bersetubuh, maka tanda itu secara perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Gelhem menambahkan, tanda tersebut akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan berlalu. Karena itu, perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik khusus laki-laki lainnya setelah tiga bulan.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Muslim Afrika di Amerika. Dalam studinya, ia menemukan setiap wanita di sana hanya mengandung sidik khusus dari pasangan mereka saja.

Penelitian serupa dilakukannya di perkampungan nonmuslim Amerika. Hasil penelitian membuktikan wanita di sana yang hamil memiliki jejak sidik dua hingga tiga laki-laki. Ini berarti, wanita-wanita non-muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahannya yang sah.

Sang pakar juga melakukan penelitian kepada istrinya sendiri. Hasilnya menunjukkan istrinya ternyata memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya.

Setelah penelitian-penelitian tersebut, dia akhirnya memutuskan untuk masuk Islam. Ia meyakini hanya Islam lah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin bahwa perempuan muslimah adalah yang paling bersih di muka bumi ini. REPUBLIKA.CO.ID, Gara-Gara Iddah, Pemimpin Yahudi Masuk Islam, Jum, 31 Agu 2012

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.465 kali, 3 untuk hari ini)