Bencana Akibat Dosa, 31.000 Orang Jakarta Mengungsi, Rumahnya Terendam Banjir

 

Bencana Akibat Dosa

Keyakinan umat Islam itu dilandasi dalil yakni ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika dalam ayat maupun hadits menegaskan adanya bencana itu akibat dosa manusia, maka Umat Islam tinggal sami’na wa atha’na, walau ada yang marah-marah dan menganggap bodoh keyakinan Umat Islam yang berlandaskan dalil itu.

Berikut Ini di antara penjelasannya.

Maksiat dan Dosa Penyebab Bencana


{ وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ} [هود: 117]


Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan [Hud117]

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan,

“Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.”

Hal ini selaras dengan perkataan Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu,

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, 74)

Itulah ayat Allah Ta’ala dan perkataan seorang khalifah dari KhulaaurRasyidin yang dijelaskan oleh seorang ulama terkemuka. Oleh karena itu, umat Islam pada umumnya, dan da’i pada khususnya, tidak usah menggubris marahnya siapapun yang bertentangan dengan ayat tersebut.


Silakan simak baik-baik berikut ini.

***

Banjir di Jakarta: 31.000 Orang Mengungsi, Rumahnya Terendam Banjir


Banjir Jakarta di awal tahun 2020. ANTARA/ Dokumen

 


Banjir yang melanda Ibu Kota Jakarta awal tahun 2020 melumpuhkan berbagai area yang menjadi pusat aktivitas warga. Aktivitas di pangkalan taksi Blue Bird, Kramat Jati, Jakarta Timur juga terdampak. Mobil taksi yang di sana nampak terendam hingga tak bisa digunakan. Hanya atap mobil yang terlihat./ vivanews.com

 


DOKUMENTASI BNPB

Tampilan banjir Jakarta dari helikopter yang mengangkut Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat mereka meninjau kondisi banjir terkini pada Rabu (1/1/2020). 

 

Lebih dari 31.000 warga di Jakarta mengungsi karena rumahnya terendam banjir.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, ada 31.232 warga yang mengungsi di 269 lokasi pengungsian.

“Data tersebut data pukul 19.00, tanggal 1 Januari 2020. Saat ini masih update data,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta M Ridwan saat dikonfirmasi, Kamis (2/1/2020).

Selain itu, BPBD DKI Jakarta juga masih memperbarui data lokasi yang terendam banjir hingga Kamis pagi ini.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, 31.323 pengungsi berasal dari 158 kelurahan yang terendam banjir. Berikut pengungsi per Rabu (1/1/2020), pukul 19.00 WIB:

1. Jakarta Pusat: 310 pengungsi di 2 lokasi pengungsian, berasal dari 22 kelurahan

2. Jakarta Utara: 1.515 pengungsi 23 lokasi pengungsian, berasal dari 13 kelurahan

3. Jakarta Barat: 10.586 pengungsi di 97 lokasi pengungsian, berasal dari 30 kelurahan.

4. Jakarta Timur: 13.516 pengungsi di 99 lokasi pengungsian, berasal dari 65 kelurahan.

5. Jakarta Selatan: 5.305 pengungsi di 48 lokasi pengungsian, berasal dari 28 kelurahan.

 

 

jogja.tribunnews.com, Kamis, 2 Januari 2020 08:40

 

***

 

Penyebab Banjir Jakarta 2020 dan Daftar Jumlah Korban Meninggal

Oleh: Alexander Haryanto – 2 Januari 2020


Banjir merendam kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri di Jakarta, Kamis (2/1/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj.

Baca selengkapnya di artikel “Penyebab Banjir Jakarta 2020 dan Daftar Jumlah Korban Meninggal”, https://tirto.id/ep9p

Menteri PUPR menjelaskan penyebab banjir di Jakarta tahun 2020 ini.

tirto.id – Banjir yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) telah menyebabkan 16 korban jiwa dan lebih dari 31.000 orang mengungsi. Banjir kali ini tergolong parah karena berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lantas apa penyebabnya? 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, penyebab utama banjir tersebut karena curah hujan yang mencapai 377 mm. Curah hujan tersebut cukup tinggi dan panjang dari biasanya. 

Sebenarnya, kata Basuki, dampak dari curah hujan yang cukup tinggi itu bisa ditanggulangi asalkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan programnya dengan cepat yaitu melakukan normalisasi sungai Ciliwung. Sebab, kata dia, saat ini Anies baru melakukan normalisasi sepanjang 16 kilometer (km) dari total 33 km, demikian seperti dilansir Antara

Di sisi lain, Basuki bilang, daerah di sekitar sungai yang sudah dinormalisasi tidak terkena banjir sama sekali. Sementara wilayah yang banjir itu adalah wilayah yang belum dinormalisasi. 

Penyebab lain dari banjir se-Jabodetabek ini, kata Basuki adalah tertundanya pembangunan dua bendungan kering, yakni bendungan Ciawi dan bendungan Sukamahi. 


Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan persoalan banjir di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor dan berbagai daerah lainnya ini disebabkan oleh kerusakan ekosistem dan ekologi. 

“Karena ada yang disebabkan oleh kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana, banyak hal,” kata Jokowi seperti dilansir Antara

Untuk itu, Jokowi bilang, perlu untuk membangun kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota guna menyelesaikan persoalan ini. 

Jumlah Korban Banjir 

Berdasarkan data terakhir Kamis, 2 Januari 2020, jumlah korban meninggal akibat banjir Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) telah mencapai 16 korban jiwa. Hal itu disampaikan oleh Kapusdatinkom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo. 

“Sampai saat ini data yang berhasil BNPB kumpulkan terdapat 16 orang meninggal akibat banjir,” kata Agus seperti dilansir Antara

Dengan rincian, DKI Jakarta 8 orang, Kota Bekasi 1 orang, Kota Depok 3 orang, Kota Bogor 1 orang, Kabupaten Bogor 1 orang, Kota Tangerang 1 orang, dan Tangerang Selatan 1 orang. Berikut daftarnya:

1. Jakarta

  • M Ali (82) dari Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
  • Siti Hawa (72) dari Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
  • Willi Surahman dari Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (korban mengalami hipotermia)
  • Sutarmi (73) dari Kramat Jati, Jaktim (tersengat listrik)
  • Agus (19) Duren Sawit, Jaktim (tenggelam)
  • Sanusi dari Duren Sawit, Jaktim (masih dalam proses pencarian)
  • Arfiqo Alif (16) dari Kemayoran, Jakarta Pusat (Kesetrum listrik)
  • Yuda Irawan (29) dari Pal Merah, Jakbar (tenggelam)


2. Kota Bekasi 

  • Andika Pradika (14 ) dari Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi (tenggelam saat bermain di selokan).


3. Kota Depok

  • Amelia Susanti (27), Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)
  • Lusinah (68) Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)
  • Nizam Saputra (8), Kecamatan Cinere, Kota Depok (korban tertimbun tanah longsor)
  • Bogor yakni Kusmiyati (30), dari Tanah Sereal Kota Bogor (rumah korban tertimpa tanah longsor).


4. Kabupaten Bogor 

  • Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai, Kabupaten Bogor (korban terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul).


5. Tangerang Kota 

  • Jamilah (55th), dari Batu Ceper, Tangkot (tersengat listrik).

6. Tangerang Selatan

  • Teguh Taufik (36 th), Perumahan Ciputat Baru (tersengat listrik).


Sumber: Antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH
https://tirto.id/

 


(nahimunkar.org)

(Dibaca 487 kali, 1 untuk hari ini)