Api obor Asian Games 2018 yang diambil dari India dan Merapen, Jawa Tengah, disatukan di Candi Prambanan, Rabu (18/072/2018) malam dalam acara Torch Relay Concert. (KOMPAS.com / Wijaya Kusuma)


Gempa Lombok runtuhkan ribuan bangunan, hingga Senin (6/8/20180, dilaporkan ada 91 orang meninggal dunia dan 209 orang mengalami luka-luka, dan ribuan rumah rusak dan ribuan warga mengungsi./ Antara

***

Jadi ingat postingan di sebuah fp dan komentar dari Lombok

Na’udzubillah… Api Pesta Olahraga, Simbol Kemusyrikan Dinyalakan dan Diusung ke Mana-Mana…

 

NAHIMUNKAR.ORG Berita Islam & Aliran Sesat

Diterbitkan oleh Abu Mahmudah · 26 Juli pukul 00.44 ·

Komentar

Netizen …:Top of Form

NNtizen  Katanya kita wajib memberantas kemusyrikan… lha kok sama2 diam seperti orong-orong kepidak… padahal obor api pesta olahraga simbul kemusyrikan diarak dibawa-bawa ke mana-mana, disambut dan sebagainya berlama-lama dengan menghamburkan banyak harta… mengerahkan umat Islam dimana-mana… kenapa pada diam saja? Mana bukti nyata bahwa da’wah yang terpenting katanya memberantas kemusyrikan yang selama ini terdengar digembar-gemborkan? apa karena takut ini itu berkaitan dengan dunia? atau pura-pura tidak tahu?

Bottom of Form

Haris : Kemaren ke Daerah Ana .
di Ampenan Lombok Barat .
Kebetulan Ana dr Lombok.
Yg Aneh Nya Polis Ikut Ikutan Kawal .
Dan Masyarakat Ikut Ikutan Ngawal dan Menyaksikaksikan

Netizen…: lha gubernurnya kan Tuan Guru (TGB), apakah beliau tidak memberitahukan bahwa itu menirukan danmelestarikn kemusyrikan, membahayakan bagi keyakinan umat Islam?

Haris: Netizen YA tau sendiri TGB gk mauu tau klo masalah ini.
maklum pejabat.
meskipun guburnur nya ber ilmu gk bakalan uruuss klo masalah ini.…Lihat Lainnya

Netizen…: itu mental org yg ilmunya tinggi tentang Islam atau mental jenis lain ya?

***

Dialog singkat itu menunjukkan, sampai pejabat yang tahu betul tentang ilmu-ilmu Islam pun tidak ambil peduli dalam nahi munkar (mencegah kemunkaran), hingga kemunkaran paling besar sekalipun, yaitu kemusyrikan, menyekutukan Allah dengan lainnya, syirik akbar yang menjadikan pelakunya musyrik, keluar dari Islam atau batal Islamnya, haram masuk surga dan tempatnya di neraka kekal.

Firman Allah :

إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ [ المائدة / 72]

“Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka.”Qs Al-Maidah : 72

Sabda Nabi –shallallahu alaihi wa sallam- :

” مَنْ لَقِيَ اللَّهَ لا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَقِيهُ يُشْرِكُ بِهِ دَخَلَ النَّارَ ” أخرجه مسلم

“Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah tanpa pernah menyekutukan sesuatu denganNya, maka ia akan masuk surga. Dan barangsiapa yang berjumpa dengan Allah sementara dirinya menyekutukan sesuatu denganNya, maka ia masuk neraka”. HR Muslim. 

Menurut hadis riwayat Ubnu Mas’ud –radhiyallahu anhu- :

” مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُو مِنْ دُوْنِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ ” أخرجه البخاري

“Barangsiapa meninggal dunia sedangkan dia memohon kepada selain Allah sebagai tandingan, masuklah ia ke neraka”. HR Bukhari.

Allah ta’ala berfirman:

ﻗُﻞْ ﺇِﻥَّ ﺻَﻠَﺎﺗِﻲ ﻭَﻧُﺴُﻜِﻲ ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻱَ ﻭَﻣَﻤَﺎﺗِﻲ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ

“Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam” [QS Al-An’aam : 162].

ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺧَﺮَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻓَﺘَﺨْﻄَﻔُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻴْﺮُ ﺃَﻭْ ﺗَﻬْﻮِﻱﺑِﻪِ ﺍﻟﺮِّﻳﺢُ ﻓِﻲ ﻣَﻜَﺎﻥٍ ﺳَﺤِﻴﻖٍ

Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh” [QS. Al-Hajj : 31].

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺃَﻥْ ﻳُﺸْﺮَﻙَ ﺑِﻪِ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻣَﺎ ﺩُﻭﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَﻣَﻦْﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪِ ﺍﻓْﺘَﺮَﻯ ﺇِﺛْﻤًﺎ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka.sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” [QS. An-Nisaa’ : 48].

(nahimunkar.org)

(Dibaca 907 kali, 1 untuk hari ini)