Ade Armando pendukung fanatik Jokowi menulis opini untuk membela Jokowi yang menurutnya diserang gegara minum sambil berdiri dan pakai tangan kiri, Ade malah menyalahkan hadits tentang adab makan minum.

Minum Pakai Tangan Kiri Itu Cara Syetan

Jahilnya sebagian banyak masyarakat terhadap agamanya (Islam) akibat kondisi pendidikan dan lingkungan yang tidak kondusif untuk belajar Islam secara benar. Itu masih ditambah dengan gencarnya serangan aneka program yang melalaikan masyarakat dari agamanya. Contoh kecil, misalnya iklan di televisi, di tv kereta eksekutif dan media lainnya,memperagakan minum teh botol untuk buka puasa Ramadhan, pakai tangan kiri sambil berdiri, maka ternyata di masyarakat menjadi umum orang minum pakai tangan kiri. Bahkan dalam acara-acara buka puasa bersama pun banyak kita temui orang-orang yang minum dengan tangan kiri. Baru-baru ini, yang heboh adalah Presiden Jokowi minum dengan tangan kiri sambil berdiri, dalam acara buka puasa bersama tahun ini (Ramadhan 1436H/ 2015).

 Dengan adanya iklan dan semacamnya bahkan acara buka puasa yang cara minumnya pakai tangan kiri itu akibatnya masyarakat tidak tahu bahwa minum pakai tangan kiri itu cara syetan, sedang cara Islam adalah pakai tangan kanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

{ إذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ , وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ ; فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ , وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ } . رَوَاهُ مُسْلِمٌ 3764, وَأَبُو دَاوُد , وَابْنُ مَاجَهْ

Apabila seseorang dari kalian makan maka hendaknya ia makan dengan tangan kanannya, dan apabila ia minum hendaknya ia minum dengan tangan kanannya, karena sesungguhnya syetan itu makan dengan tangan kirinya, dan ia minum dengan tangan kirinya. (HR Muslim nomor 3764, Abu Daud, dan Ibnu Majah).

Syetan itu makan dan minum pakai tangan kiri. Maka orang yang makan atau minum pakai tangan kiri itu meniru cara makan dan minum syetan atau menyerupai syetan, bahkan syetan ikut bergabung dalam makan dan minumnya. Karena ada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

{ مَنْ أَكَلَ بِشِمَالِهِ أَكَلَ مَعَهُ الشَّيْطَانُ وَمَنْ شَرِبَ بِشِمَالِهِ شَرِبَ مَعَهُ الشَّيْطَانُ }( رَوَى أَحْمَدُ عَنْ عَائِشَةَ مَرْفُوعًا ” تحفة الأحوذي شرح حديث 1721)

Barangsiapa makan dengan tangan kirinya maka syetan makan bersamanya, dan barangsiapa minum dengan tangan kirinya maka syetan minum bersamanya. (HR Ahmad, dari ‘Aisyah, marfu’ dengan sanad hasan, Tuhfatul Ahwadzi syarah Hadits At-Tirmidzi nomor 1721).

وقد جاء عن حفصة رضي الله عنها زَوْج النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَجْعَلُ يَمِينَهُ لِطَعَامِهِ وَشَرَابِهِ وَثِيَابِهِ وَيَجْعَلُ شِمَالَهُ لِمَا سِوَى ذَلِكَ . ” رواه أبو داود رقم 30

Riwayat dari Hafshah ra isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menjadikan kanannya untuk makannya, minumnya, dan pakaiannya, dan menjadikan kirinya untuk hal-hal selain itu. (HR Abu Daud nomor 30).

Imam Nawawi rahimahullah berkata: Ini adalah kaidah yang terus menerus dalam syara’/ agama, yaitu apa-apa yang termasuk bab terhormat dan mulia seperti memakai baju, celana, slop, masuk masjid, bersiwak, bercelak, memotong kuku, memotong kumis, menyisir rambut, mencabuti bulu ketiak, mencukur kepala, salam dari sholat, membasuh anggota badan dalam bersuci (dari hadas), keluar dari kakus, makan, minum, berjabat tangan, menyalami hajar aswad dan sebagainya, dan hal-hal yang semakna adalah disukai pakai (tangan/ kaki) kanan padanya.

Adapun hal-hal yang sebaliknya, seperti masuk kakus/ wc, keluar dari masjid, ngupil (ataupun buang ingus) dan istinjak/ cebok, melepas baju, celana, slop, dan yang serupa dengannya, maka disukai pakai (tangan/ kaki) kiri padanya. Hal itu semua karena mulianya dan terhormatnya kanan, wallahu a’lam. (An-Nawawi, Syarah Shahih Muslim juz 3 halaman 160).

Anehnya, berita heboh tentang Presiden Jokowi minum pakai tangan kiri sambil berdiri dalam acara buka puasa bersama itu dibela oleh pendukungnya, bahkan sampai menghujat hadits Nabi saw. Inilah bukti dari bengalnya manusia.

***

Jokowi Minum Tangan Kiri, Ade Armando: Hadits Tidak Perlu Diikuti Karena Irrasional!

Armando

Menanggapi kritikan ke presiden Jokowi yang menggunakan tangan kiri saat minum, ahli komunikasi Universitas Indonesia Dr Ade Armando memberikan pembelaan kepada tokoh pujaannya itu.

Dalam artikel yang ditulis di situs miliknya, Madina Online, pendukung fanatik Jokowi ini menulis opini untuk membela Jokowi yang menurutnya diserang gegara minum sambil berdiri dan pakai tangan kiri, Ade malah menyalahkan hadits tentang adab makan minum.

Menurutnya, salah satu hadis yang diriwayatkan Muslim misalnya menunjukkan Nabi Muhammad pernah mengatakan: “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil bediri. Apabila dia lupa, maka hendaknya dia muntahkan.” Dalam hadits lain, Nabi kabarnya pernah berkata: “Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika kalian minum maka minumlah dengan tangan kanannya, karena setan makan dan minum  dengan tangan kirinya.”

“Hadis semacam ini tak perlu diikuti karena alasan rasional: tidak masuk di akal! Apa urusannya Allah melarang orang makan sambil berdiri atau pakai tangan kiri? Membayangkan bahwa ada setan yang makan dengan tangan kiri juga sama absurdnya.  Dan kalau setan memang makan dengan tangan kiri apakah dengan begitu bila manusia makan dengan tangan kiri itu berarti mengikuti setan. Lalu kelakuan setan apa lagi yang tidak boleh ditiru?” ungkapnya retoris.

Ia menambahkan, “Rangkaian pertanyaan semacam itu menjadi mengemuka karena pelarangan tentang perilaku sederhana semacam itu memang nampak tidak masuk di akal. Beragama menjadi nampak sangat rumit dan sangat tidak rasional.”

Minum Syetan

“Hadis soal cara makan dan minum yang benar adalah contoh  rujukan yang nampak sangat tidak masuk di akal. Mungkin adalah benar makan sambil duduk adalah lebih sehat daripada makan berdiri, namun tentu saja terasa tidak masuk di akal bila makan berdiri dianggap sebagai tindakan yang akan membawa umat Islam ke dalam neraka.”

“Begitu juga dengan penggunaan tangan kiri. Mungkin saja mayoritas masyarakat di dunia memang menggunakan tangan kanan untuk makan, menulis atau berjabat tangan; tapi sangat tidak masuk di akal, bila tangan kiri – yang juga diciptakan Allah – adalah bagian tubuh yang tidak boleh digunakan untuk kegiatan terhormat. Ini adalah soal kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil. Itu saja.” (fimadani)/ pkspiyungan.org, Senin, 22 Juni 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.184 kali, 1 untuk hari ini)