Dua orang tewas ketika pertempuran meletus semalam di kota Tripoli Libanon antara anggota minoritas Syiah Alawi yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad dan anggota mayoritas Sunni, menurut saksi mata dan pejabat keamanan, Minggu ini (13/5).

Granat roket dan senapan otomatis digunakan dalam pertempuran di daerah kantong Alawi dan sekitar lingkungan Sunni di kota pelabuhan, 70 km (44 mil) sebelah utara Beirut.

“Bentrokan memuncak saat subuh. Suara tembakan masih menggema di kota,” kata seorang pejabat keamanan Libanon mengatakan.

Pertempuran itu menggarisbawahi bagaimana ketegangan sektarian di Suriah bisa berimbas ke negara tetangga Libanon.

Sekelompok minoritas Syiah Alawi terkonsentrasi di Tripoli Libanon, yang merupakan kota Sunni konservatif, di mana banyak warga Sunni yang sudah marah karena tindakan keras Assad terhadap pemberontakan 14-bulan melawan 42 tahun kekuasaan keluarganya yang didukung Syiah Alawi.

Mayoritas Sunni Suriah berada di garis depan dalam pemberontakan melawan Assad, yang merupakan pengikut dari salah satu sekte sesat Syi’ah.

Tentara Suriah mundur dari Libanon di bawah tekanan internasional pada tahun 2005 setelah 29 tahun kehadirannya, tetapi Assad mempertahankan pengaruh besar di negara kecil tersebut melalui sekutu utamanya, kelompok gerilyawan Syiah Hizbullah.(fq/reu) eramuslim, Minggu, 13/05/2012 15:51 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 510 kali, 1 untuk hari ini)