Berawal dari Fantasi Seks, Pria Asal Sragen Jual Istri Lewat Media Social

 


JUAL ISTRI : Tersangka AEM (28) berdiri disamping kiri Kapolres Tuban saat dilakukan pres rilis di halaman Mapolres Tuban. (duta.co/syaiful adam)

 

TUBAN |– Berawal dari fantasi seks, seorang pria asal Kabupaten Sragen Jawa Tengah, terpaksa diamankan petugas Kepolisian Satreskrim Polres Tuban lantaran nekad menjual istrinya sendiri  melalui media social Twitter.

Saat dimintai keterangan oleh petugas tersangka berinisial AEM (28) mengaku rela menjual istrinya berinisial SS (23) lewat akun twitter pasutri solo, karena berfantasi melakukan seks foursome.

Akibat perbuatannya tersebut tersangka dikenakan pasal 27 ayat 1 Jo pasal 45 ayat 1 UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP

“Tersangka kita kenai pasal undang-undang ITE dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun kurungan,” pungkas Kapolres.(sad)

duta.co, 21 Maret 2020

 

***

Kemaksiatan merajalela timbulkan wabah penyakit menyebar

Dalam riwayat dari Ibnu Umar ada pesan, “Wabah penyakit itu di antaranya disebabkan kemaksiatan yang merajalela” (HR Ibnu Majah).

Abdullah bin Umar radhiyallah anhuma menyampaikan sabda Rasulullah,


لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا

“Tidaklah fahisyah (perbuatan keji) tersebar pada suatu kaum kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada kaum sebelum mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 4019. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibn Majah no. 3262), red NM].

 

Dalam riwayat lain disebutkan dengan redaksi demikian:



شعب الإيمان (5/ 22)
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بها إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ


“Kemaksiatan tidak akan tampak di suatu masyarakat sama sekali, sampai mereka sudah terang-terangan melakukan kemaksiatan itu, maka menimpa mereka wabah penyakit dan kelaparan yang tidak pernah terjadi sebelumnya” (HR Baihaqi).

***

Kemaksiatan yang sudah luar biasa sampai menjual istri untuk dizinai ramai-ramai itu sudah berlangsung berkali-kali dan berpindah-pindah tempat, lalu pelakunya tertangkap di kala Indonesia sedang menghadapi musibah wabah corona yang merupakan pandemic tingkat dunia.

Itu baru yang tertangkap. Belum yang lain-lainnya.

Apakah kemaksiatan sebagai penyebab utama timbulnya wabah penyakit itu diabaikan begitu saja merajalela, tidak diperingatkan tentang bahayanya, sedang masjid-masjid dan langgar-langgar serta mushalla-mushalla untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala justru dijadikan sasaran, masyarakat Islam ditakut-takuti agar tidak mendatangi?

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 534 kali, 1 untuk hari ini)