Setelah Pemerintah Kota Solo menutup Kafe Kedunglumbu pada Senin, 5 Maret 2012 di Balai Tawangarum Balaikota Surakarta, Selasa Malam, 27 Maret 2012 bertempat di Kelurahan Kedunglumbu Kecamatan Pasar Kliwon Solo pihak pengusaha mencoba ”Bersilaturahmi “ kepada Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat dengan dimediasi oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). Silaturahmi ini dimaksudkan untuk meminta Restu mendirikan Karoke.

Hadir Pengusaha Karoke yaitu Anto dan Yahya. Anto menjelaskan bahwa Ia bermaksud mendirikan Bisnis Terintegrasi dengan menyediakan Restoran, Bisnis Online, serta Karoke. Ia juga menjamin tidak ada Miras, Narkoba, Judi dan Prostitusi. Harapannya bahwa sambil menjalankan Bisnis Online Para pengguna tempat ini bisa berlama-lama berkaroke dibilik-bilik yang sudah disiapkan, juga tersedia layar monitor untuk melihat perkembangan bisnisnya.

Namun Justru Para Kyai marah-marah. KH Ali Basmul dari Al Irsyad menentang keras keberadaan Karoke tersebut dikarenakan para Biduan ini tidak ada tujuan lain untuk bermaksiat. Kemaksiatan ini disamping Dosa juga menyebabkan tidak barokah di Kawasan Pasar Kliwon.

KH Haidar mengatakan bahwa keberadaan Karoke di Kedunglumbu merupakan Upaya pengrusakan Global terhadap umat Islam, mengingat banyak masjid, Sekolah dan Pondok Pesaantren di kawasan ini. Dikawatirkan para Santri mampir dan rusaklah moralnya.

HM Sungkar tokoh Masyarakat di Pasar Kliwon mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh pengusaha Karoke adalah Bohong. Karena dalam Sidaknya 2 kali selalu ditemukan berbagai macam MIRAS.

KH Ahmad Dahlam dari MUI Kota Surakarta juga mengingatkan bahwa sejak awal Pendirian Karoke menyalahi prosedur hukum yang ada. IMB untuk Kantor ternyata untuk Cafe, Bangunan yang semestinya 3 lantai justru dibangun 4 Lantai. Disamping itu mengingatkan bahwa jangan sampai ada pihak-pihak yang menodai Pasar Kiwon dengan segala bentuk kemaksiatan, karena umat Islam akan melawan sampai titik darah penghabisan karena hal itu merupakan perintah agama.

Dan Masih banyak Protes dari Elemen lainnya yang turut hadir semisal dari FPI, LUIS, MTA, Muhammadiyah, serta dari Karang taruna, Ketua Rt dan Ketua RW.

Dalam hal ini Dinas Tata Kota Surakarta A. Yani terkesan tidak tegas dalam menyikapi pelanggaran IMB, yang semestinya di bongkar namun hanya ditegur. Camat Pasar Kliwon juga kurang tegas, sedangkan Lurah kedung Lumbu tidak hadir. Dalam acara ini dijaga ketat dari aparat Polisi maupun TNI. (LUIS)

Redaktur: Pizaro

ERAMUSLIM > BERITA NASIONAL

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/berdirinya-karaoke-bermaksiat-picu-kemarahan-alim-ulama-pasar-kliwon-solo.htm
Publikasi: Rabu, 28/03/2012 10:35 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 347 kali, 1 untuk hari ini)