Shara Ever Fadilah bersama Daeng Rizal Sawil.

20 Juli pukul 16.16

KALAU SEMUA RUGI KOK NGOTOT
2 PERIODE KANG JOK ???
#2019GANTIPRESIDEN

via fb Shara Ever Fadilah

***

via fb Sohangga Mursi

***

Fadjroel Ditaruh di BUMN Adhi Karya Langsung Rugi Terus, Kini Ngabalin Ditaruh di Angkasa Pura, Itulah Nasib BUMN

by Nahimunkar.com, 20 Juli 2018

Ngabalin Jadi Komisaris AP 2, DPR: BUMN Jadi Sapi Perah

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai BUMN menjadi sapi perah dengan diangkatnya orang bukan ahli bidangnya Ali Mochtar Ngabalin menjadi Komisaris Angkasa Pura 2.

“Sehingga akhirnya BUMN itu menjadi sapi perahan saja. Dan jadi tempat penampungan bagi tim sukses, atau bekas tim sukses,” kata Fadli,” Kamis (19/7).

Lebih lanjut Fadli mengatakan, seharusnya BUMN diisi banyak profesional di bidangnya. Sebab, menempatkan orang yang tak tepat di BUMN akan membuat perusahaan pelat merah menjadi amburadul.

“Hasilnya seperti begini. BUMN amburadul karena orang-orangnya bukan profesional. Saya kira ini harus dikoreksi,” jelasnya.

Baca juga:  Digerebek Warga, Anggota Wakil Rakyat dari Hanura Tidur di Rumah Janda

Sebelumnya Ngabalin mengatakan, jabatan di BUMN pengelola bandara itu merupakan bentuk kepercayaan terhadap dirinya.

“Tentu saya merasa berterima kasih, merasa bersyukur kepada Allah, kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pemerintah dalam hal ini Ibu Menteri BUMN memberikan kepercayaan kepada saya,” katanya melalui sambungan telepon.

Sumber:  suaranasional.com / Ibnu Maksum

***

Fadjroel Rachman Preskom, Penyebab Utama PT Adhi Karya Terus Merugi

PT Adhi Karya yang menempatkan Fadjroel Rachman (Preskom) sebagai Presiden Komisaris menyebabkan perusahaan negara ini terus merugi.

“Fadjroel Rachman enggak ngerti apa-apa jadi Preskom. Perusahaan rugi terus, kerja utamanya cuma jadi buzzer pembela Presiden Jokowi,” kata Ekonom senior,

Rizal Ramli, Selasa (17/7). Rizal menilai Fadjroel telah merusak citra aktivis politik.

“Saya enggak keberatan kalau pendukung Jokowi ditaruh komisaris, asal jangan jadi Preskom. Preskom itu harus yang mengerti strategi dan punya leadership yang baik,” kata Rizal.

Bagi Rizal, pimpinan BUMN harus bisa mendorong perusahaannya menghasilkan keuntungan. Mereka haruslah orang-orang yang mengerti masalah dan punya nyali.

“Kalau mengerti masalah tapi enggak punya nyali sama saja bohong. Tapi, punya nyali enggak mengerti masalah jadinya preman,” jelas Rizal.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, Jumat (17/2/2017), laba bersih Adhi Karya tercatat sebesar Rp313,45 miliar pada 2016, lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp463,68 miliar.

Menurut analis Mandiri Sekuritas Gerry Harlan, perolehan laba bersih ini memiliki porsi 108 persen dari prediksi Mandiri Sekuritas dan 89 persen dari prediksi konsensus.

Laba bersih tersebut tergerus disebabkan tumbuhnya beban pokok pendapatan hingga 18,23 persen dari Rp8,41 triliun menjadi Rp9,94 triliun. Hal itu juga diikuti oleh peningkatan jumlah beban usaha menjadi Rp455,97 miliar atau naik 15,29 persen dari Rp395,49 miliar.

Sumber: suaranasional.com / Ibnu Maksum

(nahimunkar.org)

(Dibaca 929 kali, 1 untuk hari ini)