Beredar di Twitter Begini

 



 


Joko Widodo

@jokowi

 

Terima kasih. Ini kehormatan bukan untuk saya semata-mata, tapi untuk Indonesia.



 

9.39 AM · 5 Des 2019·Twitter for Android

Di antara balasannya ada yang begini:


 


 


Arie Alwie

@alwie191

 

·

22j

Membalas

@jokowi

See….dunia sudah mengakui Indonesia, sementara rakyat kita sebagian masih sibuk menghina kepala negara kita..Miris!!!

11

15

151



 


ranah.muara

@dffajwhr

 

·

21j

Bung Karno pernah mengatakan : “Seburuk buruknya pemimpin, ialah dicintai oleh dunia dan dibenci oleh rakyat nya sendiri. Sebaik-baiknya pemimpin adalah dicintai rakyat nya sendiri walaupun di benci oleh dunia”.

 

Demikianlah.

***


Dalam hadits disebutkan,

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ وَهَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) sifat pelit yang ditaati (2) hawa nafsu yang diikuti, kekaguman seseorang pada dirinya sendiri” (HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath, 5/328. Dihasankan Al Albani dalam Shahiihul Jami’ no. 3045 ).

 

9 – إن أحبّ الناسِ إلى اللهِ يومَ القيامةِ ، وأقربهم منهُ مجلِسا إمامٌ عادلٌ ، وإن أبغضَ الناسِ إلى اللهِ يومَ القيامةِ وأشدّهم عذابا إمامُ جائرٌ

الراويأبو سعيد الخدري | المحدثالبغوي | المصدرشرح السنة

الصفحة أو الرقم: 5/314 | خلاصة حكم المحدثحسن غريب

Dorar.net

Sesungguhnya manusia yang paling dicintai Allah di hari qiyamat dan paling dekat dengaNya tempat duduknya adalah imam (pemimpin) yang adil. Dan sesungguhnya manusia yang paling Allah murkai di hari qiyamat dan paling keras siksanya adalah imam (pemimpin) jair (zalim, aniaya, menyeleweng). (HR Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, derajat hadits hasan gharib./ dorar.net)

***

***

Pendukung Pemimpin Bohong Lagi Zalim Bukan Golongannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

 
 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari Imaratis Sufahaa’ (pemerintahan orang-orang yang bodoh)”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu pemerintahan orang-orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin (kekuasaan) sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

(nahimunkar.org)

(Dibaca 446 kali, 1 untuk hari ini)