Beredar Foto Jokowi dan Moeldoko Bareng Abu Janda cs, Tokoh Papua: Ternyata Buzzer Binaan Itu Nyata!


Beredar foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dikelilingi dengan beberapa orang di Istana Bogor, Jawa Barat. Terlihat wajah yang tidak asing yaitu Deni Siregar, Permadi Arya atau dikenal dengan Abu Janda, Eko Kuntadhi, Akhmad Sahal dll. Foto tersebut diunggah oleh @EnggalPMT.

 

“Susunan Kabinet Kolam Butek. Dibiayai oleh APBN dengan judul siluman,” cuit @enggalPMT dalam akun twitternya dikutip merdeka.com, Ahad (13/2).

 

Para warganet pun turut berkomentar. Beberapa dari mereka kaget dan menduga bahwa Jokowi berfoto bersama buzzer.

 

“Oh jadi ini semua buzzer yang dibayar negara,” cuit salah satu warganet.

 

Pasalnya terlihat dari foto tersebut terdapat Abu Janda yang dikenal sebagai pegiat media sosial bahkan sebagai buzzer selama masa kampanye pemilihan presiden 2019.

 

“Ternyata buzzer binaan pemerintah itu nyata”, ujar tokoh Papua Christ Wamea.

Ternyata buzzer binaan pemerintah itu nyata. pic.twitter.com/24inXyUaCn

— Christ Wamea (@PutraWadapi) February 13, 2021

Saat dikonfirmasi soal foto yang beredar, Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Negara Bey Machmudin mengatakan foto yang beredar merupakan dokumentasi lama.

 

“Bukan periode ini yang pasti. Sebelum Oktober 2019,” singkatnya.

 

Saat ditanya apakah orang-orang sekeliling Jokowi dan Moeldoko merupakan buzzer Istana. Ia hanya menjawab singkat.

 

“Saya tanya yang foto dulu ya,” singkatnya. []

@geloranews

13 Februari 2021

***

Ketua MUI: Buzzer Hukumnya Sama Seperti Memakan Bangkai Saudaranya

Posted on 12 Februari 2021

by Nahimunkar.org



Ketua MUI: Buzzer Hukumnya Sama Seperti Memakan Bangkai Saudaranya


  • Fatwa MUI Tentang Media Sosial, Apa Saja yang Haram?
    Screen video ytb/ twtr


Jakarta – Ketua Komisi Dakwah MUI KH Buzzer Hukumnya Sama Seperti Memakan Bangkai Saudaranyamemperingatkan para buzzer di media sosial yang menebar informasi menyesatkan atau hoaks, ghibah, fitnah, namimah atau adu domba, dan keburukan lainnya, itu diharamkan.


Buzzer yang selalu bikin resah semacam ini, termasuk keberadaan buzzer bayaran atau buzzerrp sama halnya seperti memakan bangkai bangkai saudaranya.


“Hukumnya sama dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati,” kata Kiai Cholil di Twitternya, dikutip Jumat(12/2).


Keberadaan buzzer bayaran atau buzzerrp yang semakin marak di masa kepemimpinan Presiden Jokowi terbukti menimbulkan keresahan. Keberadaan buzzer tersebut juga memecah belah keutuhan bangsa dan melahirkan sikap radikalisme.


KH Cholil Nafis mengatakan, MUI sudah mengeluarkan Fatwa Nomor 24/2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial. Tetapi buzzer makin merajalela.


“Fatwa itu untuk menjawab keresahan masyarakat yang meminta kepastian, sekaligus ini bagian dari menjaga umat agar tetap lurus, tak tersesat, agar tidak seenaknya melakukan ghibah (menggunjing),” katanya.

https://www.nahimunkar.org/ketua-mui-buzzer-hukumnya-sama-seperti-memakan-bangkai-saudaranya/?

(nahimunkar.org)

(Dibaca 461 kali, 1 untuk hari ini)