Rupanya screenshoot itu bermula dari sini:

Jefri Nofendi menambahkan 2 foto baru27 September pukul 19:05 ·

baiklah , saya Jefri Nofendi dengan ini menyatakan bahwa :

Wallahi , yang membangun masjid MIAH adalah orang orang munafik , dan saya siap di adzab yang besar secepatnya di dunia dan akhirat apabila tuduhan dan perkataan saya salah atau tidak benar ! “

***

Redaksi NM mendapat kiriman screenshoot itu, dan tampaknya telah beredar di medsos.

Sumpah berisi tuduhan itu tanpa tedeng aling-aling: “Wallahi , yang membangun masjid MIAH adalah orang orang munafik ,…”

Masjid yang dimaksud adalah Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di Bogor.

Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di Bogor berdiri sejak tahun 2001/ foto dok ist/kprn

Tuduhan itu dengan sumpah ‘Wallahi, , yang membangun masjid MIAH adalah orang orang munafik’,…

Itu menunjukkan betapa seriusnya tuduhan. Padahal, orang-orang munafik itu menurut Al-Qur’an tingkah polahnya telah dijelaskan:

{الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ} [التوبة: 67]

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma´ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik [At Tawbah67]

Pertanyaannya, mereka yang dituduh munafik ituapakah sudah terbukti bahwa ‘mereka menyuruh membuat yang munkar’?.

Munkar yang paling puncak adalah kemusyrikan. Apakah mereka yang membangun masjid MIAH itu pernah ramai-ramai menyuruh berbuat kemusyrikan, misalnya larung laut, labuh sesajen ke laut dengan mepersembahkan kepala kerbau kepda setan-setan laut, misalnya? Atau pernahkah mereka menyuruh berbuat kemunkaran misalnya adat jahiliyah yang telah dilarang, meratapi mayat dengan memukul-mukul diri bahkan menyiksa diri, yang jelas itu kemunkaran yang sangat dilarang dalam Islam?

Juga tingkah munafik itu  melarang berbuat yang ma´ruf.

Ma’ruf yang paling puncak adalah tauhid, mengesakan Allah Ta’ala.  Pernahkah orang-orang yang membangun Masjid MIAH yang dituduh munafik itu membubarkan pengajian tauhid, yang mengajarkan keimanan dengan mentauhidkan Allah Ta’ala?

Atau pernahkah mereka itu melarang orang berbuat ma’ruf apapun, misalnya menyantuni anak yatim, bersedekah dan sebagainya. tahu-tahu mereka larang?

Apabila tuduhan itu tidak terbukti, maka apa resikonya?

Allah Ta’ala berfirman:

{وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا} [الأحزاب: 58]

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata [Al Ahzab58]

Menuduh munafik itu berarti mengkafirkan

Setiap orang munafik itu pastilah ia kafir, namun tidak setiap orang kafir itu munafik (menyembunyikan kekafirannya). Jadi tuduhan munafik otomatis merupakan tuduhan mengkafirkan.

Berikut ini mari kita simak penjelasan singkatnya, tulisan seorang ustadz.

Perbedaan syirik, kufur, dan nifaq

Perbedaan ketiganya itu dapat diketahui dari makna masing-masing pelakunya, yaitu:

  1. Musyrik adalah orang yang memalingkan sesuatu yang menjadi kekhususan Allah (Rububiyyah, Uluhiyyah dan Al-Asma` wash Shifat) kepada selain Allah. Namun, karena kebanyakan syirik yang terjadi adalah syirik dalam Uluhiyyah, maka kata musyrik sering dimaksudkan untuk orang yang memalingkan peribadatan kepada selain Allah.
  2. Kafir adalah orang yang terdapat pada dirinya sesuatu yang membatalkan keimanan, baik berupa i’tiqad (keyakinan), ucapan, maupun perbuatan, dengan demikian seseorang bisa berstatus kafir dengan melakukan syirik ataupun tanpa syirik,  seperti mengingkari kewajiban shalat lima waktu, mengingkari keharaman zina, membenci Allah, membenci Al-Qur’an, dan berpaling dari agama Allah dengan tidak mempelajari Islam dan tidak mengamalkannya.
    Demikian pula, kufur pun mencakup kufur lahiriyah maupun kufur batin. Kufur batin diistilahkan dengan munafik, yaitu orang yang nampak beriman pada sisi lahirnya saja.
  3. Munafik adalah orang yang menampakan keislaman dan menyembunyikan kekafiran.

Hubungan antara syirik, kufur, dan nifaq

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa:

  1. Makna kufur itu paling luas, karena mencakup syirik dan nifaq.
  2. Setiap orang musyrik itu pastilah ia kafir, namun tidak setiap orang kafir itu musyrik.
  3.  Setiap orang munafik itu pastilah ia kafir, namun tidak setiap orang kafir itu munafik (menyembunyikan kekafirannya).

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah/ Artikel Muslim.or.id

***

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan bahaya mengkafirkan seorang muslim, beliau bersabda :

وَلَعْنُ الْمُؤْمِنِ كَقَتْلِهِ وَمَنْ رَمَى مُؤْمِنًا بِكُفْرٍ فَهُوَ كَقَتْلِهِ.

“Dan melaknat seorang mukmin sama dengan membunuhnya, dan menuduh seorang mukmin dengan kekafiran adalah sama dengan membunuhnya.” (HR Bukhari).

أَيُّمَا رَجُلٍ قَالَ لِأَخِيْهِ : يَا كَافِرَ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ.

“Siapa saja yang berkata kepada saudaranya,” Hai Kafir”. Maka akan terkena salah satunya jika yang vonisnya itu benar, dan jika tidak maka akan kembali kepada (orang yang mengucapkan)nya.” (HR Bukari dan Muslim).

لاَ يَرْمِى رَجُلٌ رَجُلاً بِالْفُسُوْقِ وَلاَ يَرْمِيْهِ بِالْكُفْرِ إِلاَّ ارْتَدَّتْ عَلَيْهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ.

“Tidaklah seseorang memvonis orang lain sebagai fasiq atau kafir maka akan kembali kepadanya jika yang divonis tidak demikian.” (HR Bukhari)./ aslibumiayu.net

Siap diazab yang besar

Lanjutan tuduhan, bunyinya: “…dan saya siap di adzab yang besar secepatnya di dunia dan akhirat apabila tuduhan dan perkataan saya salah atau tidak benar ! “

Makna Azab yang besar

Kalau sampai tuduhan itu tidak benar, maka berbalik kepada penuduhnya, dan dia menyatakan  : “…dan saya siap di adzab yang besar secepatnya di dunia dan akhirat apabila tuduhan dan perkataan saya salah atau tidak benar ! “

Azab yang besar itu kalau kaitannya dengan munafik, maka maknanya adalah kekal di neraka.

{ وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ} [التوبة: 101]

Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar [At Tawbah101]

الوجيز للواحدي (ص: 479)

{ثم يردون إلى عذاب عظيم} وهو الخلود في النَّار

“kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar” yaitu kekal di neraka (tafsir Al-Wajiz oleh Al-Wahidi halaman 479/ maktabah syamilah).

(nahimunkar.org).

(Dibaca 3.493 kali, 1 untuk hari ini)