Beredar Ucapan Nylekit soal Dicopotnya Ari Dirut Garuda

 

Ari Dirut Garuda, dialah yang dulu mengadakan ritual kemusyrikan pecah kendi saat pemberangkatan haji di Solo 1440H/ 2019.

Lhah, ibadah haji itu Mentauhidkan (Mengesakan) Allah Ta’ala, kok malah diupacarai dengan ritual kemusyrikan pecah kendi, yang itu merupakan larangan paling keras dalam Islam, dosa paling besar, dan kalau pelakunya meninggal dan belum bertobat, maka haram masuk surga, dan tempatnya di neraka, kekal, menurut Islam.

Inilah ucapan nylekit yang beredar berkaitan dengan dipecatnya Ari dari jabatan Dirut Garuda.

 

***


Rudi Valinka @kurawa

Terima kasih mas @erickthohir dari keluarga besar garuda yang selama ini diam tertindas dengan kebijakan direksi lama. Buat pegawai lainnya yang selama ini menikmati hasil “jilatan” mohon segera sadar dan insyaf yah pic.twitter.com/tC4ehR68Uh

  
 

06/12/2019 09:50:06 WIB



  
 

06/12/2019 15:03:25 WIB

 

chirpstory.com

 

***

 

Mengenai ritual kemusyrikan pecah kendi dalam pemberangkatan haji 1440H/ 2019 di Solo/ Boyolali, silakan simak di sini: https://www.nahimunkar.org/ingat-dirut-garuda-yang-dipecat-dulu-dia-lakukan-ritual-syirik-pecah-kendi-saat-pemberangkatan-haji-1440h-2019/

 

***

Dipilihnya wilayah Solo/ Boyolali untuk ritual kemusyrikan itu apakah karena pernah ada tokoh yang mengadakan ruwatan (upacara kemusyrikan pula) di sana, atau sebab apa, belum ada keterangan.

Yang jelas, pernah ada tokoh yang mengadakan upacara kemusyrikan ruawatan di wilayah sana.

 

***

 

Contoh Perbuatan Kemusyrikan: Ruwatan dan Nyembah Kubur

Ilustrasi Foto/ edukasi.kompasiana.com

Jokowi melakukan upacara Mandi Kembang Mobil Esemka: Menyambut Prestasi dengan Kemusyrikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar Wilujengan (selamatan) dan Jamasan (ritual memandikan) Mobil Esemka, malam Jum’at (23/02/2012). Selain sesajen, rangkaian bunga pandan, melati, kantil juga menjadi hiasan aksesori mobil untuk penolak bala’. (lihat artikel Tumbal dan Sesajen, Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah  di nahimunkar.com)

 

Ustadz, beliau ini kan pernah memimpin ruwatan mobil esemka..ruwatan itu syirik asghar atau syirik akbar ustadz?/ Karyono.

Jawaban: Ruwatan itu dimaksudkan untuk membuang sukerto (sial) disertai sesaji/ sesajen. Kalau sesajennya ada sembelihannya (ayam dan sebagainya) dan itu memang untuk selain Allah, serta minta dihilangkannya sukerto (sial) itu kepada yang disajeni (selain Allah), maka jelas syirik akbar. wallahu a’lam.

Sedangkan meminta perlindungan kepada Batoro Kolo agar selamat dari kesialan dengan upacara ruwatan itu termasuk kemusyrikan yang dilarang dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ(106)

“Dan janganlah kamu memohon kepada selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat (hal itu), maka sesungguhnya kamu, dengan demikian,termasuk orang-orang yang dhalim (musyrik).” (Yunus/ 10:106).

{ إنك إذاً من الظالمين } : أي إنك إذا دعوتها من المشركين الظالمين لأنفسهم .

“…maka sesungguhnya kamu, dengan demikian,termasuk orang-orang yang dhalim (musyrik).” Artinya sesungguhnya kamu apabila mendoa kepada selain-Nya adalah termasuk orang-orang musyrik yang mendhalimi kepada diri-diri mereka sendiri. [أيسر التفاسير للجزائري – (ج 2 / ص 153)]

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ(107)

“Dan jika Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia; sedang jika Allah menghendaki untukmu sesuatu kebaikan, maka tidak ada yang dapat menolak karunia- Nya…”( Yunus: 107).

Kesimpulan: 1.Ruwatan Mendatangkan Dosa Terbesar. 2.Ruwatan itu kepercayaan non Islam berlandaskan cerita wayang. Ruwatan artinya upacara membebaskan ancaman Batoro Kolo, raksasa pemakan manusia, anak Batoro Guru/ raja para dewa. Batoro Kolo adalah raksasa buruk jelmaan dari sperma Batoro Guru yang berceceran di laut, setelah gagal bersenggama dengan permaisurinya, BatariUma, ketika bercumbu di langit sambil menikmati terang bulan.
Upacara ruwatan itu bermacam-macam:
ada yang dengan mengubur sekujur tubuh selain kepala,
atau menyembunyikan anak/ orang yang diruwat,
ada yang dimandikan dengan air kembang dan sebagainya.
Biasanya ruwatan itu disertai sesaji dan wayangan untuk menghindarkan agar Betoro Kolo tidak memangsa.

Itulah kepercayaan kemusyrikan/ menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan selainNya yang berlandaskan cerita wayang penuh takhayyul, khurofat, dan tathoyyur (menganggap sesuatu sebagai alamat sial dsb).

***

Sujud kepada Selain Allah


Ilustrasi Ketum Partai politik yang bersujud di depan makam Bung Karno di Blitar Jawa Timur, Jum’at (4/5/2018)/ foto ist


السجود : وضع الجبهة على الارض على وجه التعظيم، هذا لا يكون الا لله. لا يجوز ان يسجد لاحد، فان سجد لغير الله فهو مشرك


Sujud adalah meletakkan kening di atas tanah dalam rangka pengagungan, 
maka sujud tdk boleh di lakukan kecuali kpd Allah.
tdk boleh seseorang sujud kpd orang lain, maka barangsiapa yg sujud kpd selain Allah maka dia Musyrik.

(Syaikh Sholih Al-Fauzan : Syarah Al-Jaami’ Li’ibaadatillahi Wahdah. hal: 172 cet: Daarul Ma’tsuur)

via fb Abdillah

 

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 928 kali, 1 untuk hari ini)