Beredar video pidato Kapolri Tito Karnavian, di antara ucapannya adalah: “NU merupakan Islam yang sinkretis” (menit 0.58 dari potongan video berdurasi 12:22 yang diunggah di youtube Published on Mar 9, 2017).

Walau Kapolri berpidato di depan para Ulama NU dan Kyai Pesantren, namun dia memakai bahasa-bahasa yang asing bagi telinga para Ulama dan kyai NU. Selain lafal sinkretis, dia sebut pula lafal by sword (oleh pedang) dikaitkan dengan Islam disebarkan di Timur Tengah.

Perlu diketahui, menurut referensimakalah.com, bentuk sinkretisme adalah cara-cara seseorang dalam menghayati dan mengamalkan agama dengan memilih-milih ajaran tertentu dari berbagai agama untuk dipraktekkan dalam kehidupan keagamaan diri sendiri atau untuk diajarkan kepada orang lain./ www.referensimakalah.com. (Ini bukan penjelasan Kapolri, tapi sekadar sedikit keterangan untuk pembaca tulisan ini belaka).

Pidato itu tampaknya dilaksanakan dalam acara di Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Banten, Rabu (8/2/2017).

Lensatangerang memberitakan dengan mengutip pernyataan Kapolri: “Halaqah ulama menjadi penting untuk ikut mendinginkan situasi politik yang terjadi,” ujarnya, dihadapan peserta “Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren, Syuriah PCNU se-Banten,” di Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Rabu (8/2/2017).

Tampaknya pidato Kapolri itu menarik bagi sebagian Umat Islam, sehingga walau sudah berselang sebulan, namun kemudian beberapa hari yang lalu (potongan) videonya diposting orang di youtube, dan telah banyak mendapat tanggapan dari para penyimak.

Inilah video yang dimaksud.

(nahimunkar.com)