Dibentangkan bendera Tauhid bertulisan Laailaaha Illallah, Muhammadur Rasulullah, dan dibaca Bersama-sama. Disertai ucapan: Kita tidak ikut Islam Nusantara. Menolak Islam Nusantara.

Disebutkan, Ulama Sumatera Barat semuanya sepakat, Islam Nusantara tidak boleh ada di Tanah Minangkabau (Sumatera Barat).

Mereka berjanji pula, menolak acara Kirab Nusantara di Pasaman Barat, di Sumatera Barat.

***

Tolak Kirab Satu Negeri GP Ansor, Ormas Pasaman Barat: Kami Tidak Setuju Islam Nusantara

Posted on 26 September 2018 – by Nahimunkar.com

RAKYAT JAKARTA – Ratusan massa gabungan organisasi masyarakat (Ormas) dan tokoh adat masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menolak rencana kedatangan Kirab Satu Negeri GP Ansor dan Banser NU ke daerah itu, pada Minggu (24/9/18) dilansir dari Antaranews.com.

Penolakan itu dilakukan pada pintu masuk Pasaman Barat tepatnya di jalan lintas Sinuruik-Talu Kecamatan Talamau dengan membentangkan spanduk pada Minggu siang.

Rencananya peserta kirab itu akan singgah mengadakan kegiatan di Pasaman Barat setelah melaksanakan kegiatan di Tapus Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman. Namun, kirab dari GP Ansor tersebut akhirnya tidak jadi masuk ke Pasaman Barat tetapi langsung menuju Bukitinggi dari Lubuk Sikaping.

Tampak juga dalam Ormas Islam tersebut massa Front Pembela Islam (FPI) Sumbar, dan massa berseragam Paga Nagari Agam dan Ormas kabupaten /kota Sumbar, berbaur dengan Ormas Islam Pasaman Barat.

Tampak hadir juga dalam kerumunan massa tersebut tokoh masyarakat Pasaman Barat, Baharuddin R yang juga mantan Bupati Pasaman Barat, Ketua Dewan Syuro NU Pasaman Barat Syawal Syura.

Pantauan di lapangan, massa yang menolak itu berasal dari Ormas Islam, Pemuda Muhammadiyah dan Lembaga Swadaya Masyarakat Pekat IB. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pasaman Barat, Majelis Mujahidin Pasaman Barat, FKPP Pasaman Barat menolak kedatangan rombongan GP Ansor dari Jakarta.

Mereka tidak setuju dengan sebutan Islam Nusantara, sebab, menurut mereka Islam sudah jelas Islam Rahmatan Lil Alamin.

Menurut Syawal Syura pihaknya tetap komitmen menjaga kemajemukan di Pasaman Barat dengan menjaga situasi tetap kondusif.

Di pintu masuk Pasaman Barat tersebut, ratusan Ormas Islam dikawal ketat oleh jajaran Polres Pasaman Barat dengan bersenjata lengkap yang langsung dipimpin Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi, Waka Polres Kompol Hendri Coa beserta jajaran.

“Apapun kegiatan positif kita siap melakukan pengamanan. Buktinya kita selalu siaga mengerahkan anggota agar suasana berjalan dengan tertib dan aman,” kata Kapolres.

Sumber : suratkabar.id/ rakyatjakarta.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 13.850 kali, 8 untuk hari ini)