Beredar video pidato SAS (Said Agil Siradj) petinggi NU yang terkesan moyoki (bernada tidak suka) terhadap pemakai gamis. Padahal, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam paling suka pakaian gamis.

Video:

https://web.facebook.com/sangat.tersakiti.1/videos/563127170705537/

Ada satu hadits yang dibawakan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin ketika membahas tentang pakaian gamis yang istilah ini maksudnya adalah pakaian terusan dari atas hingga melebihi lutut, hingga mata kaki. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ أَحَبَّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْقَمِيصُ

Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu gamis.(HR. Tirmidzi no. 1762 dan Abu Daud no. 4025. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Hadits di atas disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin di mana hadits tersebut menunjukkan bahwa pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pakaian gamis. (Lihat https://muslim.or.id/20755-pakaian-tampil-beda-syuhroh.html ).

Dalam ayat Al-Qur’an, Allah T’ala berfirman:

{ لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا } [الأحزاب: 21]

  1. 21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah [Al Ahzab21]

Ketika Allah Ta’ala telah berfirman yang isinya, Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kamu sekalian”, maka justru umat Islam perlu menirunya, mengikutinya. Dalam kaitan ini, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam paling suka pakaian gamis, ketika Umat Islam pakai gamis, seharusnya tidak ada yang mempersoalkannya, memoyokinya (melontarkan kata-kata bernada tidak suka padanya) apalagi mensinisinya. Apalagi dengan moyoki secara fisik pula, dengan menyebut (pemakai gamis yang dipoyoki itu disebut) hidungnya pesek.

Bila berfikir secara wajar, berpakaian gamis, lebih memungkinkan pemakainya itu untuk lebih menjaga diri dari maksiat dan hal-hal yang haram ataupun perbuatan negatif. Sedang penjagaan diri dari hal demikian, sangat penting bagi setiap muslim. Lantas, apa persoalannya, hingga dikatain hidungnya pesek segala?

Yang jadi persoalan, justru orang yang moyoki pemakai gamis, apalagi dalam rangkaian celotehnya, SAS melontarkan pula kata-kata kasar yang sepertinya sudah dikenal bahwa SAS suka melontarkan lafal “goblok” yang bermakna bodoh (dalam bentuk kata kasar).

Itu bisa dilihat dalam video yang beredar.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 3.222 kali, 1 untuk hari ini)