Jokowi/Net


RMOL. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menyatakan bahwa ayahnya berasal dari Karanganyar, namun di lain kesempatan dia juga menyebut orang tuanya dari Boyolali.

Terlepas dari polemik pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal’ tampang Boyolali, perbedaan keterangan tersebut menimbulkan indikasi Jokowi memberikan keterangan palsu.

Aktivis politik yang juga pengacara senior Eggi Sudjana menilai, keterangan palsu yang disampaikan Jokowi atau keterangan yang berubah-ubah membuatnya terancam hukuman pidana.

“Jokowi membuat keterangan palsu itu sanksinya pidana tujuh tahun. Dan selama jadi presiden bisa dilakukan impeachment karena melanggar hukum dan melakukan perbuatan tercela,” bebernya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/11).

Menurut Eggi, keterangan palsu tergolong perbuatan tercela yang bisa dikenakan sanksi kepada siapapun. Sementara, soal impeachment atau pemakzulan berlandaskan pada pasal 7A UUD 1945 amandemen.

“Sekarang yang jadi masalahnya, berani tidak DPR mengajukan usul ke Mahkamah Konstitusi kemudian Mahkamah Konstitusi yang memutuskan,” katanya.

Dalam mekanisme seperti itu, sejatinya tidak perlu voting karena menyangkut hukum. Meski prosedur di DPR RI yang penuh nuansa politik tentu akan menerapkan mekanisme voting.

Kemudian soal pencapresan Jokowi sebagai petahana akan otomatis gugur jika terbukti melanggar hukum.

“Kalau dalam pemilu sudah pasti Jokowi harus batal nyapres karena melanggar hukum. Saya kira KPU dan Bawaslu juga harus bertindak,” tegas Eggi yang juga caleg Partai Amanat Nasional (PAN). [wah]*/politik.rmol.co – Senin, 05 November 2018

***

Jokowi: Bapak Saya Dari Karanganyar Ibu Saya Dari Boyolali

Joko Widodo/Net

RMOL. Presiden Joko Widodo menjawab isu menyangkut dirinya mulai dari isu soal PKI hingga anak orang Singapura, di sela-sela sambutan peresmian Kereta Api Minangkabau Ekspres, di Bandara Interasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumbar, Senin (21/5).

“Saya lahir tahun 1961, PKI itu dibubarkan 1965. Artinya saya masih balita, masih umur 3,5 tahun. Kan enggak mungkin ada balita PKI. Logikanya enggak masuk,” ujar Jokowi sapaan akrab Kepala Negara seperti dilansir dari laman Setkab.

Orang tuanya, lanjut Jokowi, sekarang gampang dicek dan sangat mudah. Dia menyebut Muhammadiyah ada cabang di Solo, NU ada cabang di Solo, Persis ada cabang di Solo, Al-Irsyad ada cabang di Solo, Parmusi ada cabang di Solo. Semua ormas ada cabang di Solo.

“Tanyakan saja di masjid di dekat rumah saya. Siapa orang tua saya, siapa kakek nenek saya, siapa saya, gampang banget,” ujarnya.

Kepala Negara mengingatkan, bahwa sekarang ini semua terbuka, tidak ada yang bisa ditutup-tutupi.

Mengenai isu dirinya anak Ang Hong Liong, China dari Singapura, Jokowi mengatakan, dirinya harus menjawab hal ini karena nanti bisa kemana-mana. Dia menegaskan orang tuanya berasal dari desa.

“Bapak saya dari Kabupaten Karanganyar, ibu saya dari kabupaten Boyolali. Orang desa semuanya. Saya dari kampung,” ungkap Jokowi seraya mengakui, bahwa dirinya juga bukan orang politik.

Menurut Jokowi, kalau isu-isu seperti ini diterus-teruskan, ini jadinya tidak produktif. Harusnya, lanjut Presiden, kita konsentrasi membangun infrastruktur, bangun bandara, bangun kereta api bandara, bangun jalan tol. Nanti tahapan kedua kita ingin membangun sumber daya manusia ke depan.

Tapi, Jokowi menilai, energi kita habis untuk menjawab hal-hal seperti ini tapi ya harus saya jawab. Sementara kalau dirinya tidak menjawab nanti kemana-mana.

“Mestinya kita ini husnul tafahum bukan suul tafahum. Kalau suul tafahum itu gampang menduga, gampang berprasangka jelek, gampang berprasangka buruk, melihat sesuatu dengan pikiran negatif. Sementara kalau husnul tafahum, selalu kita berpikiran positif, lalu berpikiran dengan kecintaan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Jokowi mengajak semua pihak untuk selalu berpikir positif, bekerja secara produkif, sehingga ketertinggalan bangsa Indonesia dari negara tetangga bisa dikejar.

Ke Sumbar, Jokowi meresmian KA bandara dan meresmikan gedung sekolah SMP, SMA dan rumah susun yang ada di Pondok Pesantren Modern Prof. Dr. Hamka II.

Mendampingi Presiden Jokowi diantaranya Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wantimpres Sidarto Danusubroto, Wamen ESDM Archandra Tahar dan Gubernur Provinsi Sumatra Barat Irwan Prayitno. [rus]*/politik.rmol.co

***

Jokowi: Bapak Ibu Saya dari Boyolali

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecek harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Minggu (4/11/2018). Jokowi datang ke pasar tradisional tersebut menggunakan motor kawasaki W175 beraliran tracker. (Liputan6.com/HO/Biro Pers Setpres)

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut masih banyak isu negatif tentangnya yang tersebar di media sosial. Satu di antaranya adalah isu dirinya merupakan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun, ia menegaskan, isu tersebut tidak benar.

“Isu PKI, bapak saya muslim kakek saya muslim. Bisa dicek. Sekarang zaman keterbukaan. Padahal bapak ibu saya dari Boyolali, berpolitiklah dengan adab, adat dengan tata krama yang baik,” tegas Jokowi dalam acara Konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Minggu (4/11/2018).

Selain isu PKI, Jokowi mengaku kerap disudutkan dengan isu kriminalisasi terhadap ulama dan anti Islam. Namun, lagi-lagi ia mempertanyakan kebenaran isu itu.

“Saya tiap hari keluar masuk pesantren, enggak tahu berapa ratus berapa ribu saya masuk. Kok dibalik-balik begitu. Sekarang cawapresnya sudah topnya ulama, profesor Ma’ruf Amin ketua MUI. Tapi sekarang sudah enggak ada yang berani bicara tadi, saya tanya yang dikriminalisasi yang mana?” terang Jokowi.*/liputan6.com

***

Senin 05 November 2018, 12:46 WIB

Tim Prabowo Heran Asal Bapak Jokowi: Kok Berubah Jadi Boyolali?

Tsarina Maharani – detikNews

Jakarta – Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku heran atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku sang bapak berasal dari Boyolali. Jubir Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menyebut Jokowi pernah menyatakan sang bapak berasal dari Karanganyar.

“Agak lucu ya beberapa bulan lalu Pak Jokowi bilang bapaknya orang Karanganyar, ibunya orang Boyolali. Lalu di saat ada kasus Boyolali, Pak Presiden bilang bapak dan ibunya orang Boyolali. Kok bisa berubah. Ini berbahaya lho. Urusan bapaknya saja dia bisa berbeda-beda. Apalagi urusan janji sama rakyat,” kata Andre kepada wartawan, Senin (5/11/2018).*/news.detik.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.070 kali, 1 untuk hari ini)