Ilustrasi logo media yang disebut-sebut berafilasi ke Syiah Hizbullah Lebanon, Addiyar.

Berita dari Media yang disinyalir berafiliasi ke Syiah Hizbullah Lebanon, Addiyar, tentang 28 Petugas Saudi Dipancung dalam kasus musibah haji di Mina 2015, Jadi Makanan Empuk Media Sekuler dan Pro Syiah. Tempo.co, Okezone dan semacamnya, menyambar berita itu kemudian memberitakannya dengan sumber dari Addiyar yang berbahasa Arab itu.

Situs yang ditengarai sebagai situs syiah seperti liputanislam yang sering mengutip koran syiah Addiyar itupun tidak ketinggalan memberitakan kasus ini.

Berikut ini tulisan yang mengulas berita itu.

***

Berita Tentang 28 Petugas Saudi Dipancung Hoax?

Berita tentang dijatuhkannya hukumam pancung terhadap 28 petugas yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya musibah Mina yang menelan korban 717 meninggal dan lebih dari 800 orang cedera. Berita yang sempat dikutif beberapa portal berita nasional seperti halnya berita tentang Pangeran Arab Saudi Mohammad bin Salman Al Saud yang semula dianggap sebagai penyebab musibah tersebut besar kemungkinan HOAX.

Ad Diyyar. Yang menurunkan berita tersebut, adalah media Libanon yang beafiliasi dengan Hizbullah yang didukung Iran. Fars News Agency yang menjadi sumber pemberitaan tersebut yang kemudian disambar oleh portal berita nasional seperti Okezone adalah jelas-jelas media Iran.

Iran punya kepentingan, 130 lebih jamaah Iran khabarnya turut menjadi korban dalam musibah Mina tersebut. Iran begitu ngotot menyalahkan pemerintah Saudi lalai dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Reuters hari ini, sabtu 26 September 2015 memberitakan ratusan warga Iran di Teheran melakukan demonstrasi memprotes kerajaan Saudi.

Andai berita tentang dijatuhkannya hukuman pancung terhadap 28 petugas itu benar tentu bukan media Hizbullah dan Iran saja yang memberitakannya. Kenyataan tidak ada media besar di Arab yang memberitakan.

Tadi saya telepon teman di Klaten yang masih intens komunikasi dengan teman-teman di Mekkah baik yang Arab maupun yang Indonesia. Menurutnya tidak ada berita seperti itu. Berita tersebut patut dipertanyaka kebenarannya.

Saya pernah bekerja belasan tahun di perusahaan Telekomunikasi Saudi, di Makkah tahu persis bukan perkara mudah mengatur jutaan jiwa manusia dengan berbagai karakter, budaya dan kebiasaan.

Pemerintah Saudi terus memperbaiki fasilitas dan pelayanan ibadah haji antara lain dengan membangun jembatan jumrah 5 lantai dan kini pemerintah Saudi sedang dalam proses penyelesaiaan perluasan Masjidil Haram. Itu semua adalah bagian dari niat baik pemerintah dalam melayani proses ibadah haji. Kalau ternyata masih ada kekurangan hingga jatuh kurban itu hal yang diluar perhitungan dan tentu menjadi pelajaran berharga buat pemerintah Saudi.

Kita tahu raja Salman sudah memerintahkan mengevaluasi secara total pelayanan penyelenggaraan haji. Ini tentu merupakan wujud tanggung jawab pemerintah dan niat baik untuk terus memperbaiki pelayanan ibadah haji.

Akan halnya berita tentang hukuman qishosh terhadap 28 petugas andai itu benar. Pelaksanaan qisos tidak dijalankan begitu saja. Hukum Qishosh tidak sembrono. Hukum qishosh atau pancung selalu ada proses pengadilan yang tidak sebentar.

Apatah lagi penyelidikan terhadap peristiwa itu masih berlangsung. Tentu pemerintah Saudi akan menjembreng apa penyebab dari musibah tersebut kita tunggu saja.

Semoga para jamaah yang menjadi korban diterima amal ibadahnya, mabrur hajinya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keredhoan.

KANI

 Published: 26.09.15 17:02:34

Updated: 26.09.15 17:42:22

Ahmad Sukani

/mang kani/compasiana.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.227 kali, 1 untuk hari ini)