Sama-sama lembaga resmi, situs Kementerian Agama RI berbeda jauh dengan website resmi Al-Azhar Mesir dalam memberitakan pernyataan Grand Syekh Al Azhar mengenai syiah.

Situs kemenag terang-terangan menulis judul: Grand Syekh Al Azhar: Sunny dan Syiah Adalah Saudara

Di dalamnya berupa penegasan:

Grand Syekh menilai bahwa tidak ada masalah prinsip yang menyebabkan kaum Syiah keluar dari Islam. Bahkan, banyak ajaran Syiah yang dekat dengan pemahaman Sunny. Perbedaan antara Sunny dan Syiah dalam pandangan Syekh Thayyeb hanya pada masalah imamiah. “Syiah mengatakan imamiah bagian dari Ushuluddin, kita mengatakan sebagai masalah furu’,” terangnya.

“Kalau kita membaca kitab-kitab Syiah yang lama, mereka secara umum menghormati para sahabat,” tambahnya lagi.

Ungkapan Syaikh Al-Azhar itu dimuat pula dengan panjang lebar oleh media-media yang selama ini ditengarai cenderung membela syiah seperti republika online dalam rubrik khazanah dan situs-situs pro syiah lainnya. Bahkan sampai ditulis di repulika online:

“Dan ingat, perselisihan antara keduanya, Suni-Syiah inilah yang diembuskan oleh musuh Islam untuk memorak-porandakan umat, seperti saat ini yang terjadi di Suriah tak ada justifikasi meletusnya konflik tersebut, kecuali membenturkan Suni-Syiah, lihat pula Irak yang kacau balau atas dasar apa?
Konflik Suni-Syiah. Perhatikan pula Yaman. Kita sadar betul tentang peta konflik ini, karena itu sejak awal kita kampanyekan Suni dan Syiah bersaudara dan memang kita intinya bersaudara. Konflik tersebut akan terus diembuskan karena memang mereka musuh Islam tak menginginkan kita bersatu,” katanya.
(liht http://khazanah.republika.co.id/, Selasa, 23 Februari 2016, 06:11 WIB).

Sementara itu website resmi al-azhar  menulis:

حذر فضيلة الإمام الأكبر أ.د / أحمد الطيب، شيخ الأزهر الشريف رئيس مجلس حكماء المسلمين – الإندونيسيين باعتبارهم أكبر دولة إسلامية سنية خالصة، من خطر دعوات تشييع أهل السنة والجماعة

“Fadhilah Al-Imam Al-Akbar Prof. Dr. Ahmad Thayyib Syaikh Al-Azhar As-Syarif ketua Majlis Hukama’ Al-Muslimin, mewati-wanti masyarakat Indonesia dengan status bahwasanya mereka adalah daulah islam sunni yang murni, beliau mewanti-wanti mereka dari bahaya gerakan syiahisasi ahlussunnah wal jama’ah”

***

Dari berita-berita yang di Indonesiayang dimuat situskemenag, republika online dan lainnya itu maka muncul tanggapan, di antaranya:

Syaikh Al-Azhar Menjilat Ludahnya Sendiri dan Berupaya Melunturkan MUI soal Syiah

Posted on Feb 23rd, 2016, by nahimunkar.com https://www.nahimunkar.org/syaikh-al-azhar-menjilat-ludahnya-sendiri-dan-berupaya-melunturkan-mui-soal-syiah/

Gontor Akan Terhormat Bila Menolak Kunjungan Syeikh Mesir yang Pro Syiah

Posted on Feb 24th, 2016, by nahimunkar.com  https://www.nahimunkar.org/gontor-terhormat-bila-menolak-kunjungan-syeikh-mesir-pro-syiah/

Berikut ini bukti berita dari situs resmi kemenag RI, dan di bagian bawah ada kutipan dari website al-azhar Mesir yang diterjemahkan di akun fecebook.

 ***

Senin, 22 Februari 2016, 15:04 –

Grand Syekh Al Azhar: Sunny dan Syiah Adalah Saudara

Syekh Al-Azhar Ahmad at-Thayyib002

Jakarta (Pinmas) —- Grand Syekh Al Azhar Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengatakan bahwa umat Islam yang berakidah Ahlussunah bersaudara dengan umat Islam dari golongan Syiah.

“Sunny dan syiah adalah saudara,” terang Syekh Ath-Thayyeb saat dimintai pandangannya oleh Dirjen Bimas Islam Machasin terkait permasalahan Sunny dan Syiah saat melakukan pertemuan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Senin (22/02). Hadir dalam kesempatan ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin serta sejumlah ulama dan tokoh cendekiawan muslim.

Menurut Syekh Ath-Thayyeb, Islam mempunyai definisi yang jelas. Yaitu, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, menegakkan salat, berpuasa, berzakat, dan beribadah haji bagi yang mampu. “Mereka yang melaksanakan lima hal pokok ini maka dia muslim. Kecuali mereka yang mendustakan,” tegasnya.

Grand Syekh menilai bahwa tidak ada masalah prinsip yang menyebabkan kaum Syiah keluar dari Islam. Bahkan, banyak ajaran Syiah yang dekat dengan pemahaman Sunny. Perbedaan antara Sunny dan Syiah dalam pandangan Syekh Thayyeb hanya pada masalah imamiah. “Syiah mengatakan imamiah bagian dari Ushuluddin, kita mengatakan sebagai masalah furu’,” terangnya.

“Kalau kita membaca kitab-kitab Syiah yang lama, mereka secara umum menghormati para sahabat,” tambahnya lagi.

Bersama Majelis Hukama Al Muslimin yang dipimpinnya, Syekh Ath-Thayyeb dijadwalkan akan berada di Indonesia selama 6 hari guna menghadiri serangkaian acara. Pagi tadi, Grand Syekh diterima oleh  Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Grand Syekh dijadwalkan  akan memberikan kuliah umum dan pertemuan dengan para alumni Al Azhar di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu,  beliau juga akan menerima penganugerahan gelar doktor kehormatan dari UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang.

Mengakhiri kunjungannya di Indonesia,  Grand Syekh dijadwalkan berkunjung ke Ponorogo untuk mengadakan pertemuan dengan keluarga besar pondok modern Darussalam Gontor, sekaligus pembukaan perayaan 90 tahun pondok tersebut. Selain memberikan sambutan, Syekh Ahmad Ath-Thayeb juga akan meresmikan gedung Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor. Grand Syekh beserta rombongan dijadwalkan akan kembali ke Mesir pada Jumat (26/02) pagi. (mkd/mkd)

http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=334612

***

SYIAH BERBAHAYA !
——-

Grand Syaikh Al-Azhar Memperingati Warga Indonesia Dari Bahaya Syiah

Selasa, Februari 23, 2016
Banyak berita menyebar yang menyatakan bahwa Grand Al-Azhar mengatakan bahwa syiah tidaklah berbahaya. Saya pribadipun tidak tahu, apakah itu hanya opini orang yang dinisbatkan kepada Grand Syaikh Al-Azhar “Prof. Dr. Ahmad Thayyib” -hafidzahullah wa wafaqqah- dengan cara disengaja ataupun tidak sengaja. Atau hal ini disebabkan karena kesalahpahaman dengan apa yang dimaksud oleh beliau.
.
Terlepas dari itu semua,
 saya hanya ingin membawa kabar apa yang sebenarnya dinyatakan oleh Syaikh Ahmad Thayyib hafidzahullah yang langsung diberitakan oleh Al-Azhar As-Syarif pada hari ini dalam website dan fanspagenya.
.
.
■Dalam berita yang ada di website Al-Azhar menyatakan:

حذر فضيلة الإمام الأكبر أ.د / أحمد الطيب، شيخ الأزهر الشريف رئيس مجلس حكماء المسلمين – الإندونيسيين باعتبارهم أكبر دولة إسلامية سنية خالصة، من خطر دعوات تشييع أهل السنة والجماعة

“Fadhilah Al-Imam Al-Akbar Prof. Dr. Ahmad Thayyib Syaikh Al-Azhar As-Syarif ketua Majlis Hukama’ Al-Muslimin, mewati-wanti masyarakat Indonesia dengan status bahwasanya mereka adalah daulah islam sunni yang murni, beliau mewanti-wanti mereka dari bahaya gerakan syiahisasi ahlussunnah wal jama’ah”

وأكد فضيلته، خلال زيارته إلى مركز الدراسات القرآنية بجاكرتا، أن الوحدة بين المسلمين أمرٌ مطلوبٌ، وكثيرًا ما ندعو إليها، ولكن بشرط، ألا تستغل هذه الوحدة المنشودة من هذا الطرف أو ذاك من أجل نشر أجندات سياسية وطائفية خاصة، تؤدي في الغالب إلى الاحتراب الداخلي بين المسلمين

“Dan beliau menguatkan kembali ketika beliau berziarah ke Pusat Studi Al-Quran di Jakarta bahwa persatuan antar kaum muslimin adalah suatu hal yang diharapkan. Dan kita sering menyeru kepadanya. Akan tetapi dengan syarat, agar persatuan ini yang diinginkan dari kelompok ini dan itu agar tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan agenda politik dan golongan tertentu, yang mana kebanyakan akan membawa kepada perang internal antar kaum muslimin”

ووجه فضيلته نداء إلى الشباب السني داعيًا إياهم إلى التمسك بعقيدة جمهور أهل السنة والجماعة، وعدم الانجراف إلى دعوات الفرقة والتعصب المذهبي المذموم، مؤكدًا أن منهج الأزهر في العقيدة والفكر والسلوك هو الكفيل بعصم الأمة من الوقوع في خطر التطرف والطائفية والتشرذم والانقسام .

“Dan beliau mengarahkan para pemuda sunni untuk berpegang teguh kepada Akidah Jumhur Ahlussunnah Wal Jama’ah dan tidak hanyut kepada perpecahan dan fanatik madzhab yang tercela. Dan beliau menguatkan bahwa metode Al-Azhar dalam akidah, pemikiran dan jalan dia adalah menjaga ummat dari terjatuhnya ke dalam bahaya pemikiran ekstrim, dan berkolompok-kelompok, dan bercerai berai dan berpisah-pisah”.

(Selesai)
————

Bisa baca di website Al-Azhar langsung di sini [http://www.azhar.eg/التفاصيل/من-جاكرتا-الإمام-الأكبر-يحذر-الإندونيسيين-من-خطر-التشييع-في-بلادهم] atau di Fanspage Al-Azhar di sini [https://www.facebook.com/OfficialAzharEg/photos/a.981948061819287.1073741828.978594902154603/1247283048619119/?type=3] .

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

Penulis: Ust. Muhammad Abdurrahman Al Amiry

Artikel: alamiry.net (Kajian Al Amiry)

http://www.alamiry.net/2016/02/grand-syaikh-al-azhar-memperingati-warga-indonesia-dari-bahaya-syiah.html

 

من جاكرتا ..الإمام الأكبر يحذر الإندونيسيين من خطر التشييع في بلادهم

  • 23 فبراير 2016

Syekh Al-Azhar Ahmad at-Thayyib001

حذر فضيلة الإمام الأكبر أ.د / أحمد الطيب، شيخ الأزهر الشريف رئيس مجلس حكماء المسلمين – الإندونيسيين باعتبارهم أكبر دولة إسلامية سنية خالصة، من خطر دعوات تشييع أهل السنة والجماعة.
وأكد فضيلته، خلال زيارته إلى مركز الدراسات القرآنية بجاكرتا، أن الوحدة بين المسلمين أمرٌ مطلوبٌ، وكثيرًا ما ندعو إليها، ولكن بشرط، ألا تستغل هذه الوحدة المنشودة من هذا الطرف أو ذاك من أجل نشر  أجندات سياسية وطائفية خاصة، تؤدي في الغالب إلى الاحتراب الداخلي بين المسلمين .
ووجه فضيلته نداء إلى الشباب السني داعيًا إياهم إلى التمسك بعقيدة جمهور أهل السنة والجماعة، وعدم الانجراف إلى دعوات الفرقة والتعصب المذهبي المذموم، مؤكدًا أن منهج الأزهر في العقيدة والفكر والسلوك هو الكفيل بعصم الأمة من الوقوع في خطر التطرف والطائفية والتشرذم والانقسام .

http://www.azhar.eg/%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%81%D8%A7%D8%B5%D9%

Agung Hartanto https://www.facebook.com/photo.php?fbid=485229541679631&set=a.283082121894375.1073741828.100005777684763&type=3&theater

(nahimunkar.com)