# Manusia, jika berat dengan suatu kewajiban, ia berdalih dengan dalil,

{ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا} [البقرة: 286]

Laa yukallifullahu nafsanilla wus’ahaa”, Allah tidak membebani seseorang diluar kesanggupannya.

(Malakukan pelanggaran) pada hal yang haram, ia ambil kaidah,

الضَّرُورَةُ تُبِيحُ الْمَحْظُورَاتِ

Adh dharuratu tubihul makhdhuraat”, kondisi darurat membolehkan hal-hal yang haram.

Dan jika tersibukkan dengan yang mubah, ia berprinsip

الأَصلُ في الأشياءِ الإباحة

Al ashlu fil asyaa’ al hillu”, hukum asal segala sesuatu adalah halal.

(Semoga Allah menjaga kita dari sikap demikian) – Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid

Abu Farras

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.274 kali, 1 untuk hari ini)