Di Radio Rasil: Para Nara Sumber -dari kiri- Ustadz Abu M. Jibriel, Ustadz Al Khatthat, Prof. Dr. Geis Khalifah, dr. Joserizal Jurnalis, Angga Aminudin /arrhm- ilustrasi

  1. Ini ada yang bara’ (berlepas diri) dari Radio Rasil (Radio Silaturahim).
  2. Yang menyatakan bara’ ini dikenal sering beracara bareng dengan Habib RS.
  3. Kalau memang Habib RS konsekuen dengan apa yang telah dia ucapkan bahwa siapapun yang menghujat sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka berarti musuh dia, mestinya lebih dahulu Habib RS memberikan pernyataan terhadap Radio Rasil dibanding surat terbuka dari rekannya ini.

Inilah berita dan surat terbuka yang dimaksud.

***

Surat terbuka Ustadz Abu M. Jibriel AR untuk Radio Silaturahim (Rasil AM 720)

Menyikapi polemik penghujatan sahabat Rasulullah yang terjadi antara saudara Haidar Abdullah Bawazir dengan Husein bin Hamid Alattas yang juga mengikut sertakan Radio Silaturahim ke dalam konflik tersebut, Ustadz Abu M. Jibriel Abdurrahman menyampaikan surat terbukanya, agar radio silaturahim menarik ceramah dan fotonya dari radio tersebut agar terhindar dari syubhat. Berikut surat yang dikirimkan ke redaksiarrahmah.com :

Assalamualaikum wr.wb

Segala Puji dan Syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala shalawat serta salam kita haturkan kepada Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wa Salam beserta para keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikut setianya hingga akhir zaman. Amma ba’du.

Pada tanggal 14 Maret 2012, saya bersama dengan ketua Forum Umat Islam (FUI) Ustadz Muhammad Al Khaththath, dan ketua Mer-C dr Jose rizal Jurnalis berkesempatan mengunjungi Radio Silaturahim dibilangan Cibubur, Jakarta Timur, untuk menghadiri acara talkshow bertema “Syari’at Islam Versus Liberal”. Dalam kesempatan tersebut, saya juga diminta untuk memberikan ceramah yang mengulas urgensi penegakkan Syari’at Islam di Indonesia.

Kedatangan saya ke radio rasil ketika itu saya niatkan tulus untuk berdakwah, dan saya memahami Radio Silaturahim sebagai media Islam yang juga memiliki visi mendakwahkan Islam. Ditambah, ketika itu saya bertemu dengan saudara Faried Thalib yang merupakan teman lama saya dan pernah bersama dr. Jose Rizal membezuk saya yang ketika itu menjadi tahanan di Rutan Salemba. Maka lengkaplah, keadaaan yang membuat saya yakin untuk berdakwah di Radio Silaturahim.

Namun, setelah saya mempelajari polemik yang terjadi antara saudara Haidar Abdullah Bawazir dengan saudara Husein bin Hamid Alattas yang  kemudian melibatkan Radio Silaturahim dalam masalah penghujatan terhadap sahabat Rasulullah SAW yaitu : Muawiyah RA dan Abu Hurairah RA, maka saya mengambil sikap sebagai  berikut :

  1. Saya berlepas diri dari pendapat Husen Alattas yang menghujat sahabat Muawiyah dan Abu Hurairah karena yang demikian tidak mencerminkan Aqidah ahlussunnah wal jamaah terhadap sahabat Rasulullah SAW. Saya berharap agar Husen Alattas kembali kepada pemahaman ahlussunnah.
  2. Saya menyatakan menarik diri dari semua keterlibatan saya di radio silaturahim. Saya meminta kepada segenap pengurus radio silaturahim agar tidak menyiarkan lagi ceramah saya di radio silaturahim dan tidak memasang foto saya di website silaturahim.

Demikian sikap saya terkait dengan polemik Husen Alattas dan radio silaturahim agar saya terlepas dari syubhat yang terjadi, dimana disatu sisi saya mendakwahkan al haq di satu sisi ada kebathilan ditempat saya berbicara. Serta, agar kemudian tidak menimbulkan kebingungan di tengah umat atas keterlibatan saya sebelumnya di radio silaturahim. Mudah- mudahan AllahSubhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah-Nya kepada kita semua. Jazakumulah Khoiron

Wassalamualaikum wr.wb

Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman

(Wakil Amir Majelis Mujahidin)

Bilal (Arrahmah.com)Ahad, 24 Juni 2012 21:32:10

***

Perlu bukti nyata

Ada yang telah diberitakan, pernyataannya mengenai siapa saja yang mencaci sahabat maka mimbarnya agar dibakar dan dinyatakan sebagai musuh. Pernyataan itu masih ada, tinggal ditunggu bukti pelaksanaannya.

Berita tentang itu demikian bunyinya:

Sebagai ketua FPI, meski masih bersedia dialog dengan kalangan Syi’ah, Rizieq punya garis tegas mengenai masalah Syi’ah. Suatu hal yang katanya sering ia sampaikan kepada anggota FPI dan di hadapan habaib Syi’ah sendiri. “Kalau ada dai-dai di atas mimbar mencaci maki ahlul bait atau sahabat Nabi, turunkan! Bakar mimbarnya! Ana nggak mau tahu, mau Syi’ah kek, wahabi kek. Caci maki sahabat, caci maki ahlul bait, berarti musuh ana”. *Surya Fachrizal/Suara Hidayatullah,  Serambi Qom di Desa Kenep Posted by admin in Laporan Utama on 05 26th, 2010.

Kini tinggal kita tunggu, apakah Habib RS memerintahkan FPI untuk menurunkan atau menghentikan Husen Al-Attas dari Radio Rasil, dan memerintahkan FPI untuk membakar mimbar Radio Rasil.

Tinggal kita tunggu pelaksanaan nyata dari perkataannya itu. Karena yang didengar orang justru Habib RS menjadikan Radio Rasil sebagai salah satu sarang untuk menyebarkan apa yang dia maui untuk diucapkan.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.886 kali, 1 untuk hari ini)