Ilustrasi | Ist


Saibumi.com, Bandar Lampung Tidak henti-hentinya aksi keributan di Provinsi Lampung masih saja terjadi. Tindakan anarkis yang seharusnya tidak terjadi membuat puluhan rumah terbakar di Kampung Suka Dana Ilir, Lampung Utara sekitar pukul 08.45 WIB.

“Informasi yang sampai ke saya dari anggota yang berada dilokasi, kronologis rusuh tadi diawali penemuan mayat pukul 08.45 WIB diareal PTPN 6 di Rayon 1 Afdeling 3 petak 78 dibungkus dalam karung yang mengambang di Lebung, ” ungkap Kepala Penerangan Korem 043 Gatam Mayor (Inf) CH Prabowo.

Mayat tersebut, lanjut dia, ditemukan warga saat menjaring ikan dengan kondisi terbungkus karung dan telah mengambang. Warga tersebut, terusnya, melapor ke Sinder Sriyono dan melaporkannya kepihak keamanan Polsek Ketapang.

“Pukul 09.20 WIB, warga Kampung Suka Dana Ilir yang mengetahui penemuan mayat dengan ciri-ciri memakai celana pendek warna merah yang mirip dengan pakaian anak kampung tersebut yang hilang. Selanjutnya entah mengapa, warga langsung melakukan pembakaran rumah yang mayoritas milik warga (pendatang) suku Jawa yang mencapai 24 rumah yang terdiri dari enam rumah papan habis terbakar dan 18 rumah permanen,” jelasnya.

Amukan massa tersebut, kata Prabowo, sekitar pukul 11.30 WIB bisa diredam dan dikendalikan oleh dua pleton anggota Kodim 0412 Lampung Utara dan tiga pleton anggota Polres Lampung Utara.

Adapun di lokasi Kampung Suka dana Udik juga terdapat Kapolres Lampung Utara AKBP Dedi Supriyadi, Dandim 0412 Lampung Utara Letkol (Inf) Mahfud Supriyadi, Ketua DPRD Lampung Utara Rahmat Hartono dan Wakil Bupati Lampung Utara Sri Widodo.

“Saat ini situasi di Kampung Suka Dana Ilir dalam kondisi kondusif dan pihak keamanan berjaga untuk antisipasi masuknya warga dari luar ataupun menyusul kerusuhan yang berulang,” pungkasnya. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Saryah M Sitopu

Sumber: saibumi.com/Aji Saktiyanto/Selasa, 02 Februari 2016

***

Saat Kapolda Tinjau Lokasi Amuk Massa, Tiga Rumah di Desa Sukadana Ilir Dibakar

Rumah Ismadi

Rumah Ismadi, warga Desa Sukadana Ilir, Bunga Mayang yang diduga dibakar oleh orang tak bertanggung jawab, Selasa sore (2/2/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.


KOTABUMI.– Aksi pembakaran rumah di Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Lampung Utara terjadi hingga Selasa sore (2/2/2016) pukul 15.00 WIB. Dua unit rumah milik Ismadi di Desa Sukadana Ilir, Bunga Mayang, Lampung Utara, mendadak kembali terbakar, Selasa (2/1) sekitar 15.00 WIB.

Belum jelas apakah dua rumah itu dibakar oleh orang atau kelompok orang yang pada Selasa siang membakar puluhan rumah di desa itu atau bukan. Yang pasti,  aksi tersebut tergolong nekat, karena lokasinya  tiak jauh dari tempat Kapolda Lampung, Brigjen Ike Edwin dan Kapolres Lampung Utara AKBP. Dedi Supriyadi, Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, Ketua DPRD, Rachmat Hartono, dan Wakil Ketua II, M. Yusrizal  meninjau lokasi pembakaran rumah di desa tersebut.

Pantauan Teraslampung.com di lokasi, rumah Ismadi yang terbuat dari papan dalam hitungan menit telah dilalap si jago merah. Namun, berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran, kobaran api yang sempat merembet ke rumah sebelahnya dapat dipadamkan.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Teraslampung.com, ternyata selain kedua rumah tersebut, masih ada satu rumah lagi yang dikabarkan hangus terbakar.

By: teraslampung.com/Feaby

***

Breaking News: M. Jaya Saputra, Siswa Hilang di Lampura Ditemukan Tewas di Perkebunan Tebu

Siti Mualifah, Februari 02, 2016

Muhammad Jaya Saputra

Muhammad Jaya Saputra/Buhairi/Jejamo.com

Jejamo.com, Lampung Utara – Sempat hilang selama sepekan, Muhammad Jaya Saputra (13), siswa SD di Sukadana Kecamatan Bunga Mayang Lampung Utara akhirnya ditemukan tewas di rawa Areal PTPN 7, Selasa, 2/2/2016.

Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 Wib oleh Hermanto, Mandor Tebu di PTPN 7. Saat ditemukan, korban dalam keadaan dibungkus karung plastik di pinggir rawa di areal perkebunan tebu.

Kuat diduga korban tewas akibat dibunuh. Selain sudah berbau, pada tubuh korban ditemukan tanda kekerasan benda tumpul.

Keluarga korban datang ke lokasi memastikan jasad yang masih mengenakan seragam sekolah dasar tersebut.

Polisi setempat langsung mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi, sebelum diautopsi di rumah sakit umum Abdoel Moeloek Bandar Lampung untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Telah diberitakan sebelumnya, Muhammad Jaya Saputra, siswa kelas VI SD di Sukadana Ilir RT.01 Dusun 2 Bunga Mayang dinyatakan hilang pada Selasa, 26/1/2016./ Jejamo.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.503 kali, 1 untuk hari ini)